Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik
| JEJAK NASIONAL, SAMOSIR – Puluhan miliar Proyek Dana Alokasi Khusus Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Samosir Tahun Anggaran (TA) 2023 dipertanyakan keberadaannya. Sorotan tajam mengarah kepada Proyek-Proyek Pariwisata di Pemkab Samosir menyusul hasil investigasi para pegiat social control yang tidak memperoleh penjelasan dari pihak terkait. Selain permasalahan kwalitas dan kwantitas, kuat dugaan terjadi pelanggaran aturan. Terkait salah satu proyek DAK TA 2023 senilai 5,2 miliar rupiah seyogianya dilakukan tender, malah dipecah dengan puluhan paket menjadi proyek PL . Yang lebih mengejutkan lagi, diantara proyek ini ditemukan kejanggalan, yang mana kuat dugaan pekerjaan belum selesai dikerjakan sudah dibayarkan seratus persen kepada pihak pemborong. Ketua Lembaga Perkumpulan Masyarakat (LPM) Gerakan Bersatu Rakyat Samosir (GBRS) Max Donald Situmorang, menyuarakan keraguannya terhadap puluhan miliar proyek DAK di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Samosir Tahun Anggaran (TA) 2023 kepada Jejak Nasional pada Kamis, 22 Februari. Dia menjelaskan, “puluhan paket proyek bernilai puluhan miliar di lokasi lagundi sangat diragukan kwalitas dan kwantitasnya, kami telah menyurati pihak terkait atas pelaksanaan proyek dimaksud namun, pihak terkait tidak mampu menjelaskan”, tegasnya. Menyusul dengan temuan proyek DAK senilai 5,2 miliar yang seyogianya dilakukan proses tender tapi dipecah dan di bagi bagi menjadi PL senilai antara 100 sampai 200 juta rupiah untuk satu paket. Sesuai hasil investigasi ditemukan kejanggalan yang patut diduga sejumlah paket pekerjaan belum selesai dikerjakan sesuai waktu yang disepakati didalam kontrak kerja, tetapi dibayarkan seratus persen. Kepala bidang pengembangan Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Sugiman Simatupang selaku pengelola proyek Dinas pariwisata 2023 yang dikonfirmasi kamis (22/2), sampai berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan. Kisah proyek pariwisata ini semakin membingungkan dengan munculnya tudingan pelanggaran aturan dan ketidakjelasan dalam pembagian paket proyek. Masyarakat menantikan klarifikasi dari pihak terkait untuk mengungkap kebenaran di balik misteri ini. Reporter : Candro Situmorang. . |







