Home / Berita / Daerah / Medan / Reviews

Sabtu, 7 April 2018 - 11:53 WIB

Sinabung Meletus Lagi, Debu Menjulang 5000 Meter

Gunung Sinabung saat memuntahkan debu dari kawahnya. (Abay/metro24jam.com)

Gunung Sinabung saat memuntahkan debu dari kawahnya. (Abay/metro24jam.com)

Viewer: 453
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 47 Detik

KompasNasional.com, Karo || Gunung Api Sinabung kembali ‘batuk besar’ yang ditandai dengan meluncurnya abu vulkanik dari kepundan hingga 5 kilometer, Jumat (6/4/2018), jam 16.07 Wib.

Hingga malam sekira jam 20.00 Wib, Gunung Api Sinabung masih mengemban status Awas (level IV). Letusan Sinabung tersebut disertai dengan hujan lumpur. Karena bersamaan dengan gunung tersebut memuntahkan debu, hujan deras juga turun di beberapa kawasan, seperti di Kecamatan Berastagi.

“Letusan dan emisi abu terus berlanjut. Tinggi abu vulkanik mencapai 5 kilometer, disertai dengan luncuran awan panas mencapai 3,5 kilometer,” sebut Kepala Pemantau Gunung Api (PGA) Sinabung, Armen Putra, usai letusan berlangsung.

Dikatakannya, untuk paparan abu vulkanik relatif menuju arah barat–barat daya. Sedangkan luncuran awan panas menuju tenggara selatan–tenggara timur.

Baca Juga  Surya Paloh Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran, Anies Komentar Begini

“Muntahan dari erupsi Gunung Sinabung juga ada mengeluarkan material batu kecil. Sedangkan hujan lumpur juga ada di alami di wilayah kaki Gunung Sinabung. Meski hujan tidak turun melanda di kaki Sinabung saat erupsi terjadi,” ungkapnya.

Ditegaskannya, himbauan seperti biasa tetap harus ditaati, dimana masyarakat/pengunjung serta wisatawan agar tetap waspada dan tidak melakukan aktifitas dalam radius 3 kilometer dari Gunung Sinabung dan dalam jarak 7 kilometer untuk sektor selatan–tenggara.

Puting Beliung Sebelumnya, belasan rumah rusak terutama di bagian atap seng termasuk Masjid Taqwa Desa Tiga Pancur mengalami kerusakan dibagian atas kubah. Selain itu puluhan pohon tumbang kejalan sehingga terjadi kemacetan akibat diterjang angin putting beliung, Jumat (6/3/2018) sekira jam 13.30 wib.

Angin puting beliung tersebut muncul setelah warga pulang melaksanakan sholat Jumat, angin puting beliung berputar-putar disekitar Desa Tiga Pancur mengakibatkan belasan rumah rusak di bagian seng.

Baca Juga  Wali Kota Pontianak Prioritaskan Program Pro Rakyat dalam APBD

Selain itu, jalan dari Desa Tiga Pancur menuju Desa Beras Tepu terjadi kemacetan disebabkan puluhan pohon tumbang akibat diterjang angin puting beliung. Usai angin puting beliung, gunung Sinabung sudah hampir 2 bulan ‘diam’, kembali erupsi.

Anto Sembiring (46), warga Desa Tiga Pancur mengatakan, angin puting beliung yang menerjang tanah Karo, terutama Desa Tiga Pancur, merupakan yang pertama kali terjadi sejak belasan tahun.

“Baru kali ini angin puting beliung menghantam desa kami,” terangnya. Menurut Anto, pepohonan tumbang itu mengakibatkan jalan macet hampir 2 jam. “Sempat macet panjang karena pohon tumbang kejalan,” pungkas Anto. (M24J/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Kecelakaan di Tol Cipularang, 13 Orang Jadi Korban

Berita

Plorenstinus Anum : Pertanian Kalbar Berorientasi Swasembada Pangan Dengan Intensipikasi Pemanfaatan Tehnologi

Berita

Izinkan Gelar Salat Tarawih di Masjid, Wako Edi Kamtono Tekankan Prokes

Berita

Syahputri Hefriansyah Kunjungi Lokasi Kebakaran dan Melayat 5 Korban Meninggal Sekeluarga di Siantar 

Berita

Bupati Tapsel : “Perlu Penyamaan Persepsi Dalam Pembangunan Tapsel”

Berita

Tim Korbinmas Baharkam Polri Lakukan Monev di Polres Kubu Raya

Berita

Dengan Olahraga Kita Tingkatkan Stamina Yang Prima Untuk Melawan Covid-19

Berita

Gelar Razia, Upaya Kodim 1011/Klk Bersama Polres Kuala Kapuas Tingkatkan Kesadaran Masyarakat*