Home / Berita

Selasa, 3 Oktober 2023 - 12:44 WIB

Jokowi Berang ASN Sibuk Urusi SPJ: Sistem Harus Dirombak!

Viewer: 343
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 41 Detik

Jakarta, jejaknasional.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal karena ASN sibuk mengurusi surat pertanggungjawaban (SPJ). Dia meminta sistem pelaporan anggaran dirombak.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam Rakernas Korpri 2023 di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (3/10/2023). Jokowi awalnya mengatakan harus ada tolok ukur yang jelas bagi kinerja ASN.

“Saya sering sudah menyampaikan ke MenPAN-RB, harus ada tolok ukur yang jelas, harus ada reward yang jelas. Jadi orientasi jangan sampai kerja sampai tengah malam,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku kerap menemukan ada guru hingga kepala sekolah yang bekerja hingga malam hari demi mengurusi SPJ, bukan menyiapkan bahan ajar. Oleh karena itu, dia meminta sistem pelaporan anggaran dirombak.

“Saya pernah ke daerah, saya lihat kok kepala sekolah dan guru kerja sampai malam-malam urusan apa, saya cek. SPJ. Bukan urusan menyiapkan-merencanakan kegiatan belajar-mengajar, tapi urusannya SPJ. Oleh sebab itu, saya balik ke sini saya sampaikan ke Menkeu, ‘Bu, ini sistem harus dirombak, harus diubah sehingga orientasi ASN kita tidak menyiapkan SPJ’,” ujarnya.

Baca Juga  Anak Gebuki Ayah Lantaran Curiga Istrinya Dituduri, Pelaku: "Tega Kali Bapak Mainkan Bini Aku"

Jokowi memahami SPJ bersifat wajib. Namun dia mengatakan agar prosedur pelaporannya diperpendek.

“SPJ wajib, iya. Tapi jangan sampai prosedur 43 step. Itu belum anaknya. Karena dari pusat cuma 43 begitu sampai provinsi, begitu sampai kabupaten dan sampai kota bisa sampai 120-an step, beranak pinak. Benar nggak? Siapa yang bilang tidak benar, tunjuk jari. Saya beri sepeda. Karena kenyataannya seperti itu,” ujar Jokowi.

Jokowi meminta tolok ukur dan hadiah bagi ASN yang kinerjanya baik. Dia meminta MenPAN-RB merumuskan hal itu.

Baca Juga  Satgas Pamtas Rl-Malaysia Yonif 645/ Gty Bantu Proses Pemakaman Warga di Perbatasan

“Sekda nggak bisa diangkat kalau dia nggak bisa menumbuhkan ekonomi di sebuah kabupaten 6 koma. Ukurannya gitu. Bukan ukurannya SPJ. Repot kalau seperti itu. Kejebak dalam sistem seperti itu. Ukurannya lagi apa? Inflasi. Kepala dinas yang berhubungan dengan inflasi apa? Kalau inflasi tidak bisa di bawah 3, berarti nggak kerja. Tiga, kemiskinan. Ini yang dibutuhkan memang itu. Bukan kejebak pada rutinitas harian yang SPJ, SPJ, SPJ, prosedur, prosedur, prosedur. Itu Pak MenPAN harus dirumuskan setelah UU ASN jadi. Sehingga kita berubah betul karena dunia sekarang ini berubahnya cepat sekali,” ujarnya.

(YA/Dtk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Asahan

Petugas PPKM Kecamatan Kistim Himbau Warga Patuhi Prokes

Berita

Pejabat Kepala Desa Loleomekar Diduga Sunat BLT Dana Desa

Berita

Lebih 21 Ribu Warga Tanah Laut Kalsel Terdampak Banjir

Berita

Wakil Bupati Kapuas Hulu Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kabupaten Kapuas Hulu
Mulai Hari Ini ! Pemerintah Mewajibkan kepada seluruh warga Indonesia untuk mengenakan masker saat akan keluar rumah

Berita

Mulai Hari Ini ! Pemerintah Mewajibkan kepada seluruh warga Indonesia untuk mengenakan masker saat akan keluar rumah

Berita

DPRD Dukung Pemerintahan Kabupaten Sambas Pendirian Perusahaan Umum Daerah (Perumda)

Berita

Prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Latihan Pencak silat PSHT dengan masyarakat Desa Aruk Kabupaten Sambas.

Berita

DPD PPDI,Kalbar Gelar Musda Ini Pesan Gubernur H.Sutarmidji