Home / Berita / Kriminal / Nasional

Selasa, 8 November 2022 - 09:14 WIB

Debt Collector Mandi Darah Ditusuk Usai Tarik Motor Pelaku

Viewer: 227
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 12 Detik

Jakarta, Jejaknasional.com – Debt collector kembali menjadi korban penusukan di Bandarlampung. Kali ini yang bernasib nahas setelah Indrayana adalah Zuliayadi, 31.

Ya, warga Perumahan Ragom Gawi, Rajabasa, Bandarlampung, tersebut ditusuk oleh Muhamad Firnandi alias Yosef, 22, warga Desa Brabasan, Kecamatan Tanjungraya, Mesuji, sekitar pukul 13.30 WIB Senin (23/4) karena tidak terima motor milik kerabatnya hendak ditarik.

Kejadian bermula saat pelaku sedang mengendarai motor Yamaha Fino krem dengan nomor polisi (nopol) F 3517 FAF di depan Puskesmas Kedaton. Tiba-tiba, pelaku dihentikan beberapa laki-laki dengan maksud menarik motor yang sedang dikendarainya.

Alasannya, motor tersebut menunggak angsuran leasing di Bogor, Jawa Barat. Saat itu, pelaku diajak ke kantor leasing Adira di Jl. Gajah Mada, Kelurahan Kotabaru, Tanjungkarang Timur.

Kapolsekta Tanjungkarang Timur Kompol Fanny Indrawan menerangkan, awalnya pelaku enggan ikut ke kantor leasing yang dimaksud. Sebab motor tersebut milik saudaranya. Namun akhirnya mau diajak ke kantor leasing.

’’Namun saat disuruh menandatangani berita acara penarikan, terjadi cekcok mulut, kemudian pelaku menusuk korban dan mengejarnya. Lalu di saat bersamaan datang Bhabinkamtibmas Tanjungraya, sehingga pelaku bersama barang bukti pisau langsung diamankan,” ujar Fanny.

Baca Juga  PT Lanny Inabua Ekspor Perdana Kayu Merbau Olahan Di Kampung Harapan Sentani Papua

Sementara korban yang bekerja di bawah naungan jasa penarikan CV Anugrah Ilahi dilarikan ke Rumah Sakit Graha Husada untuk menjalani perawatan. ’’Jadi korban sudah dilarikan ke rumah sakit, sedangkan pelaku beserta barang bukti berupa senjata tajam dan baju korban sudah diamankan di polsek TkT guna pemeriksaan lebih lanjut,” terang Fanny.

Rizal (34), rekan korban yang ikut bersama korban menarik motor menerangkan, pelaku tidak terima sepeda motornya harus dititipkan di kantor leasing. Saat itu juga, pelaku yang hanya seorang diri ternyata sudah membawa senjata tajam.

’’Sudah selesai pendataan motor, dia (pelaku) nggak terima motornya dititipin di kantor. Lalu dia naik ke lantai dua kantor. Dia ngajak saya dan korban turun ke bawah,” certita Rizal ditemui di Mapolsek TkT.

Baca Juga  KPU Tapsel Akan Gelar GKS Dan GCS Awali Pelaksanaan Coklit Data Pemilih

Sesampainya di lantai bawah, lanjut Rizal, pelaku dan dirinya serta korban kembali berbincang-bincang terkait penarikan sepeda motor tersebut. ’’Pelaku dengan gaya ngotot bertanya motornya ditahan ya? Lalu korban bilang santai aja ngomongnya. Terus pelaku mendorong pundak korban pakai kedua tangannya,” terangnya.

Pelaku lantas mengeluarkan pisau yang disimpan di pinggangnya, lalu menusukkan ke arah perut samping korban. Namun mengenai handphone yang ada di saku baju korban. Pelaku kembali menusukkan pisaunya, hingga akhirnya mengenai punggung kiri korban.

’’Kami langsung lari, tetapi pelaku terus mengejar. Beruntung ada polisi yang lewat jadi pelaku langsung diamankan,” terangnya.

Rizal mengatakan, motor yang ditarik dari pelaku merupakan motor yang dikredit di leasing Adira Bogor selama 33 bulan. ’’Saat ini baru dibayar 11 bulan dan sudah menunggak 22 bulan,” ucapnya. Dia mengaku sudah bekerja secara prosedural dengan mengajak pelaku datang ke kantor Adira tanpa memaksa. (Hen/Jpnn)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pemkab Samosir Gelar Musrenbang Tingkat Kecamatan Sianjur Mula mul

Berita

Meski Sudah Dilarang, Masih Ada Sekolah Gelar PTM 50 Persen di Pematangsiantar 

Berita

Kampanye Baru Dimulai, Bawaslu Sudah Terima Aduan ASN Tak Netral

Arsip

Bank BNI dipercaya Polri layani samsat online secara nasional

Berita

Pasien Gizi Buruk Asmat Cenderung Kembali ke Pola Hidup Lama

Berita

Kick Off Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Kalbar 2022 

Arsip

Pilot Hercules Jatuh Sosok Penerbang Andal Merangkap Instruktur

Nasional

Update Corona di RI 22 Mei: Masih Ada 47.150 ODP dan 11.028 PDP