Home / Berita

Kamis, 28 Januari 2021 - 11:00 WIB

Bronjong di Desa Doro Korbankan Kebun Warga

Viewer: 999
0 1
Terakhir Dibaca:1 Menit, 46 Detik

HALSEL – KOMPAS NASIONAL | Pengambilan material pembangunan Bronjong penahan banjir di Desa Doro, Kecamatan Gane Barat, Halsel, Maluku Utara (Malut) telah korbankan perkebunan milik Warga.

Dari amatan media ini, bahwa lokasi proyek pembangunan Bronjong penahan banjir, tidak terlihat papan proyek yang terpasang di lokasi pekerjaan, namun diketahui pembangunan proyek tersebut dikelola oleh Kontraktor Asal Desa Doro, Tamrin Hi Hasyim.

Dari informasi yang dihimpun media ini, bahwa pagu anggaran pembangunan Bronjong penahan banjir sebesar 3.6 Milyar dengan Volume pekerjaan 350 x 350 Meter. Sementara Jumlah Material batuan yang dibutuhkan sebanyak 1.300 Kobik.

Namun warga yang dipekerjakan di areal Galian tampa Izin tersebut, materialnya dibayar perkobik hanya sebesar Rp 100.000. Sementra material batuan di ambil berada di lokasi sungai yang berdekatan dengan perkebunan warga dua Desa yakni Doro dan Koititi, sehingga dampak dari pengambilang material menyebabkan meluapnya aliran sungai yang deras sehingga beberapa tanaman milik warga rusak.

Baca Juga  DPD PPDI,Kalbar Gelar Musda Ini Pesan Gubernur H.Sutarmidji

Sebut saja, Abdurahim Umsohi, Warga Desa Koititi ini keluhkan terkait pengambilan material batu di hulu sungai, karena semenjak pembongkaran lahan Galian berdampak pada rusaknya beberapa tanaman miliknya.

“Dua pohon kelapa rubuh, karna air sungai meluap sangat deras dan kikis tanah yang ada di dalam Kebun,”Tutur Abdurahim Kepada media ini, Rabu (27/01/21)

Selain itu, dirinya juga mengeluhkan terkait pengelolaan Galian, pasalnya deras air yang mengalir tidak beraturan menyebabkan jalan kebun rusak sehingga tidak bisa di lewati kendaraan roda dua maupun Gerobak pengangkut hasil kebun. “Jalan rusak, motor dan Gorobak sudah tidak bisa lewat,” Keluhnya

Baca Juga  Asrendam XII/Tpr Juara Dua Kejurnas Menembak Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya Cup 2021

Hal yang sama juga di keluhkan Afendi Hi Saumur, warga Desa koititi ini menyesalkan pembongkaran hulu sungai, sebab dampak dari pembongkaran itu menyebabkan lumpur alus berserakan dalam kebun miliknya.

“Air dari luapan sungai ini bawa material Lumpur, Kami hawatir saat musim kemarau tiba, sebab tanaman bisa mati,” Sesalnya

Terpisah, Pemilik proyek, Tamrin Hi Hasyim, saat di konfirmasi, dirinya mengatakan bahwa material yang di ambil itu tidak memiliki ijin sebab sungai itu milik warga Desa Doro.

Sementara, Saat ditanyakan terkait dampak terhadap perkebunan warga akibat pembongkaran sungai, dengan nada enteng dirinya mengatakan bahwa itu bukan urusanya.

“Saya tarada urusan, karna saya ambil di lahan milik Desa Doro bukan Koititi,” Tuturnya

(FIK)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
100 %

Share :

Baca Juga

Berita

BI Rilis Uang Edisi Khusus Kemerdekaan 75 RI Hari Ini: Ada Koin dan Kertas

Berita

Babinsa Sungai Kelik Bersama Warga Bangun Lapangan Voli*

Berita

Kawanan Gajah Liar Masih Berkeliaran di Desa Koto Garo, Masyarakat minta BKSDA Turunkan Tim Kembali

Berita

STQ Ke 26 Tingkat Kabupaten Halsel Resmi di Buka

Berita

Bupati Samosir Dukung Penyerahan Aset SMAK dari Keuskupan Agung Medan ke Kemenag RI

Berita

Forkopimda Kabupaten Samosir Melaksanakan Gerakan Gempur Covid-19 Secara Serentak di Wilayah Kabupaten Samosir

Berita

Sosialisasi Pergub Nomor 82 Tahun 2021 Tentang Juknis Beasiswa Bagi Mahasiswa Berprestasi Non Akademik

Berita

Kesepakatan Berujung Penangkapan, Wartawan Dikriminalisasi