Home / Berita

Kamis, 28 Januari 2021 - 11:00 WIB

Bronjong di Desa Doro Korbankan Kebun Warga

Viewer: 975
0 1
Terakhir Dibaca:1 Menit, 46 Detik

HALSEL – KOMPAS NASIONAL | Pengambilan material pembangunan Bronjong penahan banjir di Desa Doro, Kecamatan Gane Barat, Halsel, Maluku Utara (Malut) telah korbankan perkebunan milik Warga.

Dari amatan media ini, bahwa lokasi proyek pembangunan Bronjong penahan banjir, tidak terlihat papan proyek yang terpasang di lokasi pekerjaan, namun diketahui pembangunan proyek tersebut dikelola oleh Kontraktor Asal Desa Doro, Tamrin Hi Hasyim.

Dari informasi yang dihimpun media ini, bahwa pagu anggaran pembangunan Bronjong penahan banjir sebesar 3.6 Milyar dengan Volume pekerjaan 350 x 350 Meter. Sementara Jumlah Material batuan yang dibutuhkan sebanyak 1.300 Kobik.

Namun warga yang dipekerjakan di areal Galian tampa Izin tersebut, materialnya dibayar perkobik hanya sebesar Rp 100.000. Sementra material batuan di ambil berada di lokasi sungai yang berdekatan dengan perkebunan warga dua Desa yakni Doro dan Koititi, sehingga dampak dari pengambilang material menyebabkan meluapnya aliran sungai yang deras sehingga beberapa tanaman milik warga rusak.

Baca Juga  Sinergi Babinsa dan Perangkat Desa Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Perumahan warga.

Sebut saja, Abdurahim Umsohi, Warga Desa Koititi ini keluhkan terkait pengambilan material batu di hulu sungai, karena semenjak pembongkaran lahan Galian berdampak pada rusaknya beberapa tanaman miliknya.

“Dua pohon kelapa rubuh, karna air sungai meluap sangat deras dan kikis tanah yang ada di dalam Kebun,”Tutur Abdurahim Kepada media ini, Rabu (27/01/21)

Selain itu, dirinya juga mengeluhkan terkait pengelolaan Galian, pasalnya deras air yang mengalir tidak beraturan menyebabkan jalan kebun rusak sehingga tidak bisa di lewati kendaraan roda dua maupun Gerobak pengangkut hasil kebun. “Jalan rusak, motor dan Gorobak sudah tidak bisa lewat,” Keluhnya

Baca Juga  Bupati Samosir Pimpim Upacara Pemberian Remisi Umum 2020 Lapas Kelas III Pangururan

Hal yang sama juga di keluhkan Afendi Hi Saumur, warga Desa koititi ini menyesalkan pembongkaran hulu sungai, sebab dampak dari pembongkaran itu menyebabkan lumpur alus berserakan dalam kebun miliknya.

“Air dari luapan sungai ini bawa material Lumpur, Kami hawatir saat musim kemarau tiba, sebab tanaman bisa mati,” Sesalnya

Terpisah, Pemilik proyek, Tamrin Hi Hasyim, saat di konfirmasi, dirinya mengatakan bahwa material yang di ambil itu tidak memiliki ijin sebab sungai itu milik warga Desa Doro.

Sementara, Saat ditanyakan terkait dampak terhadap perkebunan warga akibat pembongkaran sungai, dengan nada enteng dirinya mengatakan bahwa itu bukan urusanya.

“Saya tarada urusan, karna saya ambil di lahan milik Desa Doro bukan Koititi,” Tuturnya

(FIK)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
100 %

Share :

Baca Juga

Berita

Tiket Kereta buat Mudik Lebaran Bisa Dibeli Mulai Besok

Berita

Polairud Polda Kalbar Telah Berhasil Gagalkan Penyelundupan 100 Ton Rotan ke Malaysia

Berita

Masuki Purnabakti, Bupati Sebut Sosok Sekda Tapsel Patut Diteladani ASN

Berita

Terapkan Protokol Kesehatan, Anggota Polres Kapuas Hulu Bagikan Masker Gratis Pada Pengendara

Arsip

Ditipu Puluhan Juta, Ussy Sulistyawati Gemas

Berita

KPK Panggil Dirjen Bea Cukai Jadi Saksi Kasus TPPU Rita Widyasari

Berita

Awal Tahun 2022, Kodim 1208/Sambas Menggelar Upacara 17an

Berita

Gubernur Sutarmidji Terima Kunjungan Staf Khusus Presiden RI