Home / Berita

Kamis, 28 Januari 2021 - 11:00 WIB

Bronjong di Desa Doro Korbankan Kebun Warga

Viewer: 987
0 1
Terakhir Dibaca:1 Menit, 46 Detik

HALSEL – KOMPAS NASIONAL | Pengambilan material pembangunan Bronjong penahan banjir di Desa Doro, Kecamatan Gane Barat, Halsel, Maluku Utara (Malut) telah korbankan perkebunan milik Warga.

Dari amatan media ini, bahwa lokasi proyek pembangunan Bronjong penahan banjir, tidak terlihat papan proyek yang terpasang di lokasi pekerjaan, namun diketahui pembangunan proyek tersebut dikelola oleh Kontraktor Asal Desa Doro, Tamrin Hi Hasyim.

Dari informasi yang dihimpun media ini, bahwa pagu anggaran pembangunan Bronjong penahan banjir sebesar 3.6 Milyar dengan Volume pekerjaan 350 x 350 Meter. Sementara Jumlah Material batuan yang dibutuhkan sebanyak 1.300 Kobik.

Namun warga yang dipekerjakan di areal Galian tampa Izin tersebut, materialnya dibayar perkobik hanya sebesar Rp 100.000. Sementra material batuan di ambil berada di lokasi sungai yang berdekatan dengan perkebunan warga dua Desa yakni Doro dan Koititi, sehingga dampak dari pengambilang material menyebabkan meluapnya aliran sungai yang deras sehingga beberapa tanaman milik warga rusak.

Baca Juga  Wagub Kalbar Hadiri Hari Pers Nasional 2021 Secara Virtual

Sebut saja, Abdurahim Umsohi, Warga Desa Koititi ini keluhkan terkait pengambilan material batu di hulu sungai, karena semenjak pembongkaran lahan Galian berdampak pada rusaknya beberapa tanaman miliknya.

“Dua pohon kelapa rubuh, karna air sungai meluap sangat deras dan kikis tanah yang ada di dalam Kebun,”Tutur Abdurahim Kepada media ini, Rabu (27/01/21)

Selain itu, dirinya juga mengeluhkan terkait pengelolaan Galian, pasalnya deras air yang mengalir tidak beraturan menyebabkan jalan kebun rusak sehingga tidak bisa di lewati kendaraan roda dua maupun Gerobak pengangkut hasil kebun. “Jalan rusak, motor dan Gorobak sudah tidak bisa lewat,” Keluhnya

Baca Juga  Luhut Dorong Penyusunan Protokol Usaha di Era New Normal

Hal yang sama juga di keluhkan Afendi Hi Saumur, warga Desa koititi ini menyesalkan pembongkaran hulu sungai, sebab dampak dari pembongkaran itu menyebabkan lumpur alus berserakan dalam kebun miliknya.

“Air dari luapan sungai ini bawa material Lumpur, Kami hawatir saat musim kemarau tiba, sebab tanaman bisa mati,” Sesalnya

Terpisah, Pemilik proyek, Tamrin Hi Hasyim, saat di konfirmasi, dirinya mengatakan bahwa material yang di ambil itu tidak memiliki ijin sebab sungai itu milik warga Desa Doro.

Sementara, Saat ditanyakan terkait dampak terhadap perkebunan warga akibat pembongkaran sungai, dengan nada enteng dirinya mengatakan bahwa itu bukan urusanya.

“Saya tarada urusan, karna saya ambil di lahan milik Desa Doro bukan Koititi,” Tuturnya

(FIK)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
100 %

Share :

Baca Juga

Berita

Kapoldasu Bersama Rombongan Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Padangsidimpuan

Berita

Cegah Lonjakan Terkonfirmasi Covid-19, Koramil Kolam Disiplinkan Warga Patuhi Protkes*

Berita

Jatim Berpotensi Gempa Berkekuatan M 8,9 dan Tsunami 29 Meter, Warga Tingkatkan Mitigasi

Berita

Danrem 121/Abw Buka Opster TNI di Wilayah Perbatasan

Berita

Arahan Kapolda Kalbar Kepada Bhabinkamtibmas, Jaga Kota Toleran Tumbuhkan Rasa Simpati Kepada Masyarakat

Berita

Dengan bersepeda Danrem 121/Abw cek kondisi banjir.

Berita

Plh Sekda Kalbar Terima Tamu Kehormatan Paskibraka Tugas ke Istana Negara

Asahan

Dandim 0208 Asahan Terima Kunjungan Bapera Asahan