KOMPASNASIONAL.COM
SIANTAR – Untuk mensukseskan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang akan disenggarakan 8-16 Maret, Puskesmas Martoba melakukan pertemuan koordinasi PIN dengan lintas program dan lintas sektor di lingkungan Kantor Kecamatan Siantar Utara, Kamis (25/2).
Kepala Puskesmas Martoba, Lamtiar, mengatakan pentingnya imunisasi bagi balita. Dengan adanya program PIN ini diharapkan ibu-ibu datang membawa putra-putrinya untuk diimunisasi.
Lebih lanjut ia mengimbau agar tidak terpengaruh isu bahwa imunisasi dapat menyebabkan kelumpuhan atau isu tidak halal.
Di mana MUI (Majelis Ulama Indonesia) sendiri dalam waktu dekat akan mengeluarkan fatwa halal dan dampak kelumpuhan dari imunisasi sangat kecil sekali, inilah tugas pemerintah untuk mensosialisasikan.
“Dalam skala besar Indonesia telah dinyatakan bebas polio oleh WHO sejak bulan Maret 2014. Untuk mempertahankan keberhasilan tersebut sebagai komitmen mewujudkan Dunia Bebas Polio, dengan melakukan kegiatan Gebyar Pekan Imunisasi Nasional ini,” ujar Lamtiar.
PIN Polio kembali dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Kesehatan. Untuk Tahun ini, pelaksanaan gebyar PIN akan di gelar 8-16 Maret.
“Tidak hanya di Puskesmas ataupun Posyandu, pos PIN juga akan ke tempat-tempat pusat keramaian seperti pasar, hingga ke sekolah dan Taman Kanak-kanak (TK). Diharapkan seluruh balita dengan rentang usia 0-59 bulan mendapatkan imunisasi sewaktu pelaksanaan gebyar PIN Polio nanti. Karena imunisasi itu adalah hak anak,” kata Lamtiar.
Camat Siantar Utara Junaedi Sitanggang, selaku penyedia tempat sosialisasi PIN Polio mengatakan, peserta yang menghadiri kegiatan ini adalah masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan juga jajaran kelurahan.
Ia menambahkan, apabila terdapat sasaran yang belum di imunisasi, maka tanggal 9-11 Maret 2016 dilakukan sweeping kepada sasaran yang belum datang ke pos PIN Polio. (kn/ms/end/osi)







