Home / Berita / Kriminal / Nasional

Selasa, 1 November 2022 - 11:49 WIB

Analisis Pakar Gestur soal Peluang ART Ferdy Sambo Berbohong di Sidang

Susi

Susi

Viewer: 289
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 41 Detik

Jakarta, Jejaknasional.com – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua N Hutabarat menghadirkan saksi asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Susi. Selama persidangan, hakim beberapa kali menyoroti penjelasan Susi yang dinilai berbohong. Lantas benarkah Susi berbohong?
Pakar gestur Handoko Gani membeberkan pendapatnya terkait gesture hingga pernyataan Susi secara keseluruhan selama dicecar oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Handoko menduga sebetulnya Susi tidak melihat langsung secara keseluruhan apa yang sebetulnya terjadi dengan Putri Candrawathi.

“Dugaan saya, Susi ini tidak melihat langsung secara keseluruhan, tapi hanya sepersekian dia melihat atau bahkan dia dengar dari orang lain. Jadi keterangannya ini penuh tafsiran atau interpretasi dia sendiri. Bukan berdasarkan penglihatan atau pengalaman langsung. Jadi nggak heran keterangan Susi ini jadinya sulit untuk diinterpretasikan (terkait posisi Ibu, pakaian ibu, tubuh ibu, dan seterusnya),” kata Handoko saat dihubungi, Senin (31/10/2022).

Baca Juga  Polres Asahan Berhasil Tangkap Penculikan Anak Dibawah Umur Di Airjoman

Handoko menduga Susi sebetulnya mencoba menjelaskan kejadian tersebut, tapi hanya lewat interpretasi pribadi. Dia mengatakan saat itu Susi tidak mengerti apa yang terjadi lantaran hanya ada Putri Candrawathi di lokasi.

“Yang bersangkutan ini menjelaskan dengan interpretasi sendiri. Misalnya, kaus (kaos itu kan beda-beda tipenya, bahannya, ketebalannya), kemudian posisi tubuh ibu tergeletak atau sandaran (kalau sandaran itu di mana), suhu tubuh (dingin), diraba kakinya (kaki bagian apa), dan seterusnya. Iya, tidak tahu full kejadian. Kan tinggal Putri doang. Dia hanya interpretasi, suhu badan dingin, dia bersandar, dan seterusnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Handoko juga menganalisis latar belakang Susi yang merupakan asisten rumah tangga. Dia meyakini Susi, yang notabene hanya asisten rumah tangga, terintimidasi saat ditanya oleh hakim yang cenderung bertanya dengan gaya yang intimidatif sehingga memberikan jawaban yang tidak tepat.

Baca Juga  Tingkatkan Kerjasama TNI dan BUMN, Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan GM PT. PLN Wilayah Kalbar

“Ditambah lagi gaya penanya ini bersifat intimidatif. Susi yang ART ini tertekan. Ketika tertekan, ada kemungkinan seseorang dengan karakter seperti demikian, bisa gugup dan salah-salah jawab,” ujar dia.

“Orang seperti Susi ini ndak bisa ditanyakan dengan gaya bertanya seperti itu. Bahkan bisa juga, dia mungkin tidak bisa ditanyain di pengadilan secara terbuka. Tetapi ditanyain secara terpisah di ruangan tertutup sehingga tidak terlalu merasakan pressure orang-orang yang menatapnya,” lanjut dia. ( Hendra/dtc)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pemko P.Sidimpuan Terima Sertifikat 143 Persil dari BPN

Berita

Edi Ajak RT/RW Tingkatkan Kewaspadaan Tangani Pandemi Civid-19.

Berita

Patroli Skala Besar, Brimob Kalteng Siap Jaga Kamtibmas Di Kota Palangka Raya.

Berita

Peduli Kesehatan Anak Perbatasan, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Lakukan Pelayanan Kesehatan Terhadap Siswa-siswi Sekolah.

Arsip

Gerindra: Jokowi Sok Jagoan Bikin Negara Cekak

Berita

Pekerjaan Jalan Teluk Batang – Seponti Jaya Tergendala Akibat Cuaca Curah Hujan Yang Sangat Tinggi.

Berita

Anjangsana Sarana Babinsa Pererat Hubungan dengan Masyarakat

Berita

Kahiyang Gunakan Kebaya Merah dan Ulos Temani Bobby Dilantik Jadi Walkot Medan