Home / Berita

Kamis, 28 April 2022 - 23:42 WIB

MTQ Ke-1 Desa Sipungguk Resmi ditutup, Kades : Semoga Bisa Memupuk Kecintaan Masyarakat Terhadap Alquran

Viewer: 565
2 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

Kampar,KompasNasional – Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke- 1 tingkat Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar resmi ditutup. Acara ini langsung ditutup oleh Kepala Desa Sipungguk, Mawardi , pada Kamis(28/4/2022) malam.

 

Hadir dalam acara penutupan MTQ, Kades Sipungguk Mawardi ,Sekdes Sipungguk Akmal Hadi S.Sy, Ketua Pemuda Desa Sipungguk Dedi Lazuardi, Ketua Panitia Ismail Adha, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan RT RW se desa Sipungguk


Ketua Panitia Ismail Adha mengucapkan terimakasih kepada segenap panitia MTQ ,Ketua pemuda desa, seluruh ketua pemuda dusun,dan para donatur lainnya

“Terima kasih kepada segenap panitia MTQ ,Ketua pemuda desa, seluruh ketua pemuda dusun,dan para donatur lainnya Yanh telah bekerja keras untuk mensukseskan MTQ ini, sehingga bisa berjalan dengan lancar dan sukses,ini kegiatan yang pertama tingkat desa sipungguk. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini bisa menghasilkan qori dan qoriah , dan kami juga berharap juga bisa memupuk kecintaan anak – anak dan remaja terhadap al quran. Kegiatan ini juga akan di laksanakan setiap tahun dengan digilirkan tuan rumahnya setiap Dusun- dusun”ujar ismail

Baca Juga  Realisasikan Dana Desa Tahap 1, Pemdes Sipungguk Prioritaskan Bangun Jalan Menuju Rumah Ibadah

Selanjutnya Kepala Desa Sipungguk, Mawardi menyampaikan kepada media ini, dengan adanya kegiatan MTQ ini bisa meciptakan regenerasi kedepannya

“kami dari pemerintah desa sangat mengapresiasi semua yang terlibat dalam pelaksanan MTQ ini, dengan begitu bisa menciptakan regenerasi untuk qori dan qoriah dari desa Sipungguk, hararapan kami untuk regenerasi ini bisa ikut di tingkat kabupaten maupun provinsi” ungkap Kades sipungguk Mawardi di masjid Al Hidayah Sipungguk

Baca Juga  Pemdes Silam Terus Upayakan Program - program Untuk Kepentingan Masyarakat


Dilanjutkan Mawardi, selain kegiatan Agama pemerintahan desa sipungguk juga akan membina juga dalam hal adat seperi basiacuong dan lainnya

“dengan begitu harapan nya juga bisa membangun regenerasi. Pemerintahan desa juga terus membina masyarakat dari hal penyakit masyarakat dan penyalagunaan Narkoba, kami akan berkerjasama dengan Badan Narkotika Kabupaten Kampar dan Res Narkoba Polres Kampar dalam hal ini. Dengan harapan agar bisa membangun mental masyarakat kita ini. Kami program kan kegiatan itu dengan nama program ‘Kampung Tangguh Anti Narkoba’ Desa Sipungguk” tutur Mawardi

 

irfan

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
100 %

Share :

Baca Juga

Berita

Hakim Pensiun, Sidang Vonis 4 Terdakwa Kasus Korupsi Minyak Ditunda

Berita

Diperkuat Sinergi dengan TKMKB, Program JKN-KIS BPJS Kesehatan Semakin Managed Care

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

Sekda Kab. Kapuas Hulu Pimpin Rapat Kerja Sama Program Terpadu Sadar Pengawasan Pemilu
Foto//ket: Kadis Kesehatan Nursyam dan kalaksa BPDB Tapteng.(ist)

Berita

Pasangan Suami Istri Di Tapteng Positif Covid-19, 1 Diantaranya Tenaga Medis

Berita

PT PLN Persero Unit Induk Wilayah Sumut Resmikan Kantor ULP PLN Pematang Raya

Berita

Bupati Jarot Berikan Penghargaan ke Personel Polres Sintang, Ungkap Pembunuhan Berantai

Arsip

Janda Lansia Sebatangkara Butuh Uluran Tangan