Home / Berita

Rabu, 23 Maret 2022 - 08:33 WIB

Plt. Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Business Matching Pengadaan PDN Dan UMKM Tahun 2022

Viewer: 323
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 32 Detik

Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Plt.Wali Kota Pematangsiantar dr.Hj.Susanti Dewayani, Sp.A hadiri Business  Matching Pengadaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Tahun 2022.

Kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Perindustrian tersebut diadakan di Grand Hyatt Bali, Kawasan Wisata Nusa Dua  BDTC, Bali, Senin (21/3) hingga Kamis (24/3).

Kegiatan tersebut sebagai implementasi penggunaan PDN dan target belanja PDN dan UMKM sebesar 400 Triliun Tahun 2022, yang bertujuan mengumpulkan komitmen belanja di masing-masing instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk dapat dipenuhi melalui PDN dan hasil produksi UMKM.

Selanjutnya, hasil Business Matching akan menjadi kegiatan pembinaan yang dilakukan terhadap PDN untuk dapat  memenuhi Pengadaan Pemerintah.

Baca Juga  Jelang HUT Ke-75, Persit Kartika Chandra Kirana, Istri Prajurit Anjangsana Ke Ponpes dan Panti Asuhan.

Dalam kegiatan yang digelar Selasa, (22/3) terdapat beberapa hal yang disampaikan, antara lain dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) sebagai Ketua Tim Nasional P3DN : “Harus menggalang penguatan usaha daerah dan UMK dalam belanja KL dan pemerintah daerah melalui serangkaian inisiatif, koordinasi, kebijakan, rakor, dan sebagainya”.

Selanjutnya dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang menerbitkan Surat Edaran tentang penggunaan PDN dan CBBI dalam Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) pada pemerintah daerah.

Kemudian, Pemerintah Pusat menyusun penyederhanaan administrasi pertanggungjawaban keuangan untuk pengadaan bagi UMK melalui Bela Pengadaan sehingga proses belanja UMK semakin mudah efisien.

Baca Juga  Kejaksaan Agung Buat Aturan Agar Jaksa Tak Asal Diperiksa Institusi Lain

Untuk pemerintah daerah membentuk tim khusus/menugaskan dinas terkait dengan target penambahan terukur, misalnya per tahun 500 UMK daerah masuk ke e-purchasing. 

Selain itu, pemerintah daerah mewajibkan seluruh SKPD untuk belanja PDN dan UMK-Koperasi. Pemerintah daerah juga perlu mempercepat pembentukan Katalog Lokal LKPP sendiri dalam proses revisi peraturan untuk mempermudah pembentukan Katalog Lokal. Selanjutnya, pemerintah daerah perlu menambahkan layanan pendaftaran penyedia (SPSE dan SIKAP) pada mal pelayanan publik, termasuk pendaftaran UMK sebagai merchant pada Toko Daring LKPP, sehingga memudahkan UMK daerah masuk sistem belanja Pemerintah.

Toni Tambunan

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pangdam XII/Tpr Lepas Satgas Yonif 144/Jaya Yudha Kembali ke Home Base

Berita

Gubernur Kalbar Tinjau Pembangunan Gedung Baru SMA Mujahidin Pontianak

Berita

Kapolda Kalbar Kunjungi Polres Sanggau

Berita

Cerita Ketua RT soal Sosok Karyawan KAI Terduga Teroris di Bekasi

Berita

TP PKK Kota Pontianak Salurkan Bantuan Bagi Duafa

Berita

Diduga Tidak Transparansi, FPMD Desak Copot Kades Mano Obi Selatan

Berita

Bupati Samosir Hadiri Launching Vaksinasi Merdeka, Kolaborasi Pemkab dan Kepolisian untuk mempercepat capaian Vaksin Anak

Berita

Cómo conseguir préstamos prestamoconsumo.com comunicados nunca garantizados online