Home / Berita

Jumat, 18 Maret 2022 - 09:30 WIB

Mutu Pendidikan di Kota Pematangsiantar Diambang Kehancuran

Viewer: 463
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Sejak dulu Kota Pematangsiantar di kenal dengan Kota Pendidikan, tapi untuk sekarang ini semua itu tinggal mimpi karena dunia pendidikan di Kota Pematangsiantar sudah anjlok atau diambang kehancuran. Hal ini di katakan Armaya Siregar selaku pemerhati pendidikan di kota Pematangsiantar saat bincang-bincang dengan beberapa awak media Kamis,(17/3/22).

Menurut analisis Armaya, anjloknya mutu pendidikan khususnya di dinas pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar dikarenakan kebanyakan kepala sekolah SDN dan SMPN diduduki kepala sekolah pelaksana tugas (Plt). 

“Bagaimana mau maju pendidikan kita ini, kebanyakan kepala sekolah kita didominasi Plt , mana bisa seorang Plt membuat sebuah kebijakan, ini lah salah satu penghalang kemajuan pendidikan di kota kita ini jadi kalau mau cepat maju pendidikan di Siantar ini didepenitifkan lah semua kepseknya”.kata Armaya.

Baca Juga  Kelola Anggaran Dengan Baik, Kodam XII/Tpr dan Brigif 19/KH Terima Penghargaan dari DJPb Prov. Kalbar

Juga kata Armaya, Belum lagi kita dikejutkan dengan kebijakan Plt.Wali Kota Pematangsiantar yang langsung mengganti Plt Kepala dinas (Kadis) Pendidikan Rosmayana dengan Kadis Pariwisata Kusdianto yang menjadi Plt Kadis Pendidikan.

Juga menurut Armaya, Anjloknya pendidikan di kota Pematangsiantar dibubuhi dengan adanya kebijakan regruping sekolah dasar negeri (SDN) baru-baru ini yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan kota Pematangsiantar.

“terkait dilakukan  regruping SDN dikota Pematangsiantar membuat dunia pendidikan kota Siantar semakin anjlok (hancur) karena melakukan regruping tidak ada nilai plusnya” ungkap Armaya

Armaya mengamati kerugian dari dampak regruping adalah cara guru mengajar dikelas tidak maksimal. Kalau ingin mau memajukan suatu pendidikan guru harus sebanding dengan siswa yakni “jumlah siswa per rombel harus sebanyak 15 orang dan paling banyak 25 orang, baru dikatakan sebanding dengan guru. Jadi guru bisa mengetahui kebutuhan siswa. jelasnya.

Baca Juga  Kapolda Kalbar Tutup Pendidikan 260 Siswa Bintara Polri di SPN

“Jadi kalau ada siswa dalam satu rombel 30 orang bisa dikatakan tidak efisien lagi, karena guru tersebut tidak bisa melihat satu per satu kebutuhan peserta didik tersebut. bukan hanya itu saja, dalam cara belajar mengajar pun tidak maksimal lagi, jadi untuk saat ini kita menunggu dan beharap program dari Plt.wali kota untuk kemajuan pendidikan di kota pematangsiantar”.tutupnya.

Toni Tambunan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Satu Desa di Halsel Lakukan Malpraktek Pencairan Dana Desa, 1 Miliar Ludes

Berita

Subdenpom XII/1-2 Sanggau Pantau Arus Mudik di Pospam Terpadu Satgas Covid-19 Mukok*

Berita

Komisi III DPR Undang MKMK Bahas Penetapan Adies Kadir Jadi Hakim MK

Berita

Kepala staf Korem (Kasrem) 121/Abw pimpin apel gabungan.

Berita

Wakil Bupati Samosir Resmikan Kantor Desa Pardomuan

Berita

KPU Samosir Siapkan Pemungutan Suara Ulang di TPS 12 Desa Pardomuan I

Berita

Polres Mempawah Laksanakan Baksos Donor Darah dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-75

Berita

Bawaslu Riau Temukan DPT Ganda Pada Pilgub 2018