Home / Berita

Jumat, 18 Maret 2022 - 09:30 WIB

Mutu Pendidikan di Kota Pematangsiantar Diambang Kehancuran

Viewer: 489
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Sejak dulu Kota Pematangsiantar di kenal dengan Kota Pendidikan, tapi untuk sekarang ini semua itu tinggal mimpi karena dunia pendidikan di Kota Pematangsiantar sudah anjlok atau diambang kehancuran. Hal ini di katakan Armaya Siregar selaku pemerhati pendidikan di kota Pematangsiantar saat bincang-bincang dengan beberapa awak media Kamis,(17/3/22).

Menurut analisis Armaya, anjloknya mutu pendidikan khususnya di dinas pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar dikarenakan kebanyakan kepala sekolah SDN dan SMPN diduduki kepala sekolah pelaksana tugas (Plt). 

“Bagaimana mau maju pendidikan kita ini, kebanyakan kepala sekolah kita didominasi Plt , mana bisa seorang Plt membuat sebuah kebijakan, ini lah salah satu penghalang kemajuan pendidikan di kota kita ini jadi kalau mau cepat maju pendidikan di Siantar ini didepenitifkan lah semua kepseknya”.kata Armaya.

Baca Juga  Bupati Kapuas Hulu,Sis Membuka Pelatihan Perkoperasian

Juga kata Armaya, Belum lagi kita dikejutkan dengan kebijakan Plt.Wali Kota Pematangsiantar yang langsung mengganti Plt Kepala dinas (Kadis) Pendidikan Rosmayana dengan Kadis Pariwisata Kusdianto yang menjadi Plt Kadis Pendidikan.

Juga menurut Armaya, Anjloknya pendidikan di kota Pematangsiantar dibubuhi dengan adanya kebijakan regruping sekolah dasar negeri (SDN) baru-baru ini yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan kota Pematangsiantar.

“terkait dilakukan  regruping SDN dikota Pematangsiantar membuat dunia pendidikan kota Siantar semakin anjlok (hancur) karena melakukan regruping tidak ada nilai plusnya” ungkap Armaya

Armaya mengamati kerugian dari dampak regruping adalah cara guru mengajar dikelas tidak maksimal. Kalau ingin mau memajukan suatu pendidikan guru harus sebanding dengan siswa yakni “jumlah siswa per rombel harus sebanyak 15 orang dan paling banyak 25 orang, baru dikatakan sebanding dengan guru. Jadi guru bisa mengetahui kebutuhan siswa. jelasnya.

Baca Juga  Ketua TP PKK Kota Pontianak Salurkan Bantuan Tali Asih Bagi Dhuafa

“Jadi kalau ada siswa dalam satu rombel 30 orang bisa dikatakan tidak efisien lagi, karena guru tersebut tidak bisa melihat satu per satu kebutuhan peserta didik tersebut. bukan hanya itu saja, dalam cara belajar mengajar pun tidak maksimal lagi, jadi untuk saat ini kita menunggu dan beharap program dari Plt.wali kota untuk kemajuan pendidikan di kota pematangsiantar”.tutupnya.

Toni Tambunan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Puncak Peringatan HUT ke-76 Pomad, Pomdam XII/Tpr Gelar Syukuran dan Apel Corps

Berita

Dandim 1208/Sambas Bagikan Masker Dan Berikan Himbauan Prokes Kepada Masyarakat Di Pasar Pagi Sambas

Berita

Gabernur H.Sutarmidji : Tidak Ada Toleransi untuk Korupsi

Berita

PN Jaksel Minta Polisi Amankan Sidang Perdana Praperadilan Habib Rizieq

Berita

Resmi Sandang Bintang Dua, Mayjen TNI Dr.Ronny Mantap Bertugas Sebagai Pa Sahli Bidang Politik dan Keamanan Nasional Panglima TNI

Berita

DPRD Rekomendasi Rapat Paripurna LKPj Pemko P.Sidempuan TA 2021

Berita

Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Terhadap Pengelolaan Keuangan Desa

Berita

Polres Bengkayang Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Kenaikan BBMÂ