Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Sejak di berlakukannya pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) pada masa pandemi di kota Pematangsiantar akhir-akhir ini seringkali ditemukan anak didik SMA/SMK sederajat yang berkeliaran pada saat saat jam pelajaran berlangsung bahkan tauran antar pelajar pun kerap terjadi, hal ini menjadi polemik dan pemandangan yang tak sedap di dunia pendidikan Kota Pematangsiantar.
Salah satu contoh tempat yang menjadi tongkrongan paforit para anak didik di kota Pematangsiantar adalah lapangan merdeka atau yang sering disebut taman bunga yang letaknya persis di depan Balai Kota Pematangsiantar, hampir setiap hari anak didik yang berseragam putih abu-abu terlihat nongkrong dan berkeliaran di tempat tersebut.
Bukan hanya disitu saja, bahkan ditempat-tempat umum siswa SMA sederajat sering dijumpai berkeliaran pada saat jam belajar berlangsung seperti di Pasar Horas dan tempat Warnet.
Menanggapi hal tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Siantar James Andohar Siahaan saat dikonfirmasi merasa geram dan akan segera menindak tegas juga menyurati setiap satuan pendidikan bagaimana cara menerapkan siswa-siswi tidak ada berkeliaran pada saat jam pelajaran maupun pada saat pulang sekolah.
“Saya akan segera melakukan crosscheck dilapangan atau tempat-tempat tertentu melihat langsung siswa-siswi yang berkeliaran pada saat jam pelajaran berlangsung” ujar James dengan tegas Selasa,(18/01/22).
Kenapa dilakukan cross check dilapangan barangkali ada sekolah-sekolah lalai terhadap anak-anaknya tidak masuk saat jam belajar berlangsung, minggu depan pada saat setelah efisien pembelajaran tatap muka seratus persen kita akan lakukan keliling pada setiap satuan pendidikan.
“Apabila hal tersebut terjadi, kita akan berkoordinasi dan membentuk tim untuk melakukan razia kepada anak-anak yang bolos pada saat jam pelajaran. Saya sendiri sering melihat dan turun ke lapangan dimana merupakan sport-sport peluang anak-anak tidak sekolah”.ucapnya.
Juga kata James, terkait hal ini sudah di sampaikan kepada satuan pendidikan agar di setiap titik-titik rawan PKS setiap pagi dan siang sudah berada disetiap titik dilokasi memastikan anak-anak tersebut tidak berkeliaran pada saat jam belajar berlangsung.
“Kita akan surati lagi nantinya semua satuan pendidikan supaya diperketat jangan diberikan ruang untuk anak-anak untuk melakukan defiasi diluar jam pelajaran”.kata James.
Toni Tambunan.







