Home / Berita

Selasa, 2 November 2021 - 06:29 WIB

Pemkot Pontianak Dukung Sekolah Insklusi, Siapkan 36 Sekolah

Viewer: 384
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 49 Detik

Kunjungan Dewan Diknas Kalbar Terkait Sekolah Inklusi dan Merdeka Belajar

Pontianak Kalbar,KOMPAS NASIONAL – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima kunjungan kerja Dewan Pendidikan Nasional Provinsi Kalbar di Ruang VIP Kantor Wali Kota, Senin (1/11/2021).

Kunjungan tersebut membahas tentang sekolah inklusi di Kota Pontianak. Edi menerangkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sudah memiliki Peraturan Wali Kota (Perwa) nomor 85 tahun 2020 tentang pendidikan inklusi di Kota Pontianak berdasarkan Undang-undang tentang penyandang disabilitas.

“Di Kota Pontianak sebenarnya sudah ada 36 sekolah inklusi yang siap untuk menerima anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya usai menerima kunjungan Dewan Pendidikan Nasional Provinsi Kalbar.

Ia menambahkan kehadiran Dewan Pendidikan Nasional Provinsi Kalbar untuk memastikan implementasi pelaksanaan sekolah inklusi di Kota Pontianak. Pada prinsipnya Pemkot Pontianak terus berupaya memperbaiki sekolah-sekolah inklusi untuk mewujudkan Program Merdeka Belajar yang digagas pemerintah pusat bagi warga Kota Pontianak.

Baca Juga  Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Lukman Hakim: Terjemahkan Kitab Suci ke Bahasa Daerah Itu Tak Hanya Boleh, Bahkan Amat Disarankan.

“Kita juga ada Autis Center dan TK Paud untuk menerima anak berkebutuhan
khusus,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Edi, tidak seluruh sekolah bisa menerapkan sekolah inklusi karena sarana dan prasarana serta guru pendamping khusus harus dipersiapkan. Untuk menjadi guru pendamping khusus di sekolah inklusi, dibutuhkan keterampilan dan sertifikasi.

Selain itu, sekolah inklusi juga harus bisa diakses bagi anak berkebutuhan khusus. Sekolah inklusi harus mengutamakan keamanan bagi anak berkebutuhan khusus sehingga terhindar dari kecelakaan.

“Ruang khusus bagi anak-anak tersebut untuk bermain juga harus disiapkan,” sebutnya.

Ketua Komisi Pendidikan Dasar Provinsi Kalbar, Kristianus menjelaskan pihaknya melakukan pertemuan dengan Wali Kota Pontianak membahas pendidikan inklusi dan Program Merdeka Belajar. Untuk pendidikan inklusi pihaknya melakukan monitoring di tingkat PAUD dan Sekolah Dasar.

Baca Juga  Kapoldasu Tinjau Gebyar Vaksinasi di Kabupaten Simalungun

“Hari ini kami mendapatkan gambaran bahwa di Kota Pontianak sebetulnya hal ini sudah dilakukan selama dua tahun terakhir. Jadi ini menurut kami merupakan suatu progres
yang bagus untuk pendidikan inklusi dan Merdeka Belajar di Kota Pontianak,” ucapnya.

Dikatakan Kristianus, sejatinya pendidikan inklusi dan Merdeka Belajar merupakan program pemerintah pusat untuk dilaksanakan di daerah-daerah. Namun menurutnya masing-masing daerah memiliki keterbatasan. Kendala yang umum dihadapi adalah terkait tenaga guru, fasilitas sekolah dan konsep pendidikan dasar inklusi.

“Selama ini pendidikan inklusi itu untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kita tahu semua warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak baik normal maupun memiliki kebutuhan khusus,” pungkasnya.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Rumah Buruh TKBM Bakal Dilelang BTN

Berita

Bupati Mempawah Erlina : Keberadaan PT. Kwantop di Mempawah Diharapkan Dapat Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita

MTQN ke 27 Resmi Ditutup, Sumut Raih Posisi Ketiga

Berita

Pelaku Teror Ancaman Bom di AS Ditangkap, Ternyata Pendukung Trump

Berita

Demi Kelancaran, Serka Herman Amankan Jalannya Pemakaman Pasien Terkonfirmasi Covid – 19
Foto Ilustrasi

Berita

Lonjakan Kasus dan Kematian Covid-19 di Tengah Kasus Omicron XBB

Berita

DAK Sebesar Rp6,7 Miliar Lebih di Disdik Pematangsiantar, Diduga di Mark Up dan Tidak Sesuai Juknis

Berita

Wakil Bupati Kapuas Hulu Menutup Turnamen Desa Dangkan Kota Kec. Silat HuluÂ