
Kompasnasional.com| Tapanuli Tengah – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Sumut Adv. Rudy Chairuriza Tanjung kecam Tindakan anarkis yang terjadi terhadap LSM dan Wartawan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Bagaimanapun hal ini tidak dapat di benarkan. harapanya, agar aparat penegak Hukum Polres Tapteng segera mengusut tuntas Masalah ini,” Ujar Rudy yang mana juga sebagai pengacara ternama di Provinsi Sumatera Utara.
Pria berkulit putih dan berparas tampan ini juga menyatakan bahwa Wartawan LSM itu kan bagian dari sosial kontrol dalam pembagunan di setiap Daerah. ‘Kenapa ada tindakan semena-mena sampai berujung anarkis,” ucapnya Rudy kepada Media Kompasnasional.com pada Selasa [31/05/2022]
Atas kejadian yang sudah menimpa Carles Pardede salah satu penggiat sosial media, Aktivis serta tergabung di salah satu organisasi Lembaga Suadaya Masyarakat yang biasa di sebut LSM di duga menjadi korban atas kekejaman OTK (Orang Tidak Dikenal) beberapa minggu yang lalu, tepatnya pada Kamis sore (19/05/2022).

Dari kejadian tersebut Carles mengalami luka robek di bagian pipi sebelah kiri. Menurut Carles kejadian ini berawal dari postingan di fecebook yang menyinggung terkait Plh. Bupati Tapteng .
“walau apapun masalahnya, tindak kekerasan tidak di benarkan di mata Hukum di Republik ini,” pungkas Rudy tegas Selasa (31/05/2022).
Lanjutnya lagi, setelah ditelusuri dan dihimpun dari beberapa berita media ternyata kejadian teror sudah sering terjadi kepada Rekan-rekan penggiat media sosial dan LSM di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Harapan saya, semoga pelaku dan aktor dari tindakan anarkis ini cepat terungkap. Saya pribadi dan beserta segenap Keluarga besar JPKP Sumut turut merasa prihatin atas kejadian terhadap Rekan-rekan penggiat media sosial dan LSM di Kabupaten Tapanuli Tengah,” tutupnya.
(Remember).







