Kompas Nasional l SIMALUNGUN-Kabar baik datang dari event Putra-Putri Sumatera Utara (PPSU) 2021. Seorang finalis asal Simalungun mengharumkan nama Tanah Habonaron Do Bona setelah berhasil menyabet prestasi yang sangat membanggakan di ajang tahunan ini.
Adalah Yosiana Saragih (20) Remaja asal Huta Bayu, Kecamatan Raya Kahean, membuktikan diri di ajang kompetisi Putra-putri Sumatera Utara 2021 yang digelar di Hotel Danau Toba Internasional, Medan dari 9 -12 September 2021 lalu.
Dimana dalam event tersebut Yosiana dengan mengenakan Pakaian Adat Simalungun berhasil meraih juara satu dalam kategori Best Costume.
Yosiana dalam dalam keterangannya mengatakan, Bahwa dirinya sangat bangga atas ptestasi yang diraihnya karena dalam ajang ini bisa mengharumkan tanah kelahirannya.
“Yang pasti saya sangat senang dan bangga atas prestasi ini, dimana dalam ajang ini saya dapat mengharumkan tanah kelahiran saya, ini semua tidak terlepas dari doa dan dukungan dari semua teman-teman”, ujar remaja mahasiswi Universitas Santo Thomas Medan ini Selasa,(21/9/2021).
Dalam kesempatan ini juga Yosiana berbagi pengalaman atau perjalanannya dapat lolos masuk di ajang Putra-Putri Sumateta Utara 2021 hingga bisa menggapai The Winner.
“Saya mengetahui event ini melalui media sosial dimana saat saya melihat posternya, dalam hati saya langsung bergejolak untuk mengikuti event ini, dalam perjalan saya
terdapat banyak moment mulai dari membuat Vidio yang diberikan waktu yang sempit dan adanya informasi yang kurang jelas”. terangnya.
Lanjutnya, untuk menjadi finalis yang bahkan tidak pernah mengikuti event bergengsi seperti ini sebelumnya dan ini menjadi salah satu yang akan saya jadikan sebagai langka awal awal untuk tetap berprestasi.
Bahkan kata Yosiana, Untuk menjadi The Winner tak pernah terpikir olahnya karena melihat finalis lain yang memang berpenampilan lebih menarik.
“Saya sempat insecure dan lainnya tapi satu hal yang saya tanamkan, walaupun saya terbilang kalah dalam hal penampilan tetapi setidaknya wawasan saya jangan sampai kalah,
saya bisa dibilang bukan bintang/ tennar di kecamatan saya, tetapi saya mencoba menjadi bintang kecil yang bersinar dan saya selalu tetap menanam kan kata kata ini di hati saya ” Bekerjalah untuk niat, bukan untuk pujian, jalani hidup untuk menjadi bahagia, bukan untuk terlihat senang, jangan puas saat anda menjadi pusat perhatian, berbuat baiklah hingga keberadaan mu di rasakan”. ucap Yosiana Saragih kelahiran Huta Bayu 25 Oktober 2000.
Yosiana pun berharap semoga dirinya serta masyarakat Simalungun memiliki keinginan untuk memajukan pariwisata serta melestarikan kebudayaan simalungun.dan untuk
Pemerintah semoga memperbaiki dan menambah infrastruktur dan akses, serta memadukan budaya dan kuliner asli simalungun ditempat wisata karena akan menjadi salah satu daya tarik baik itu wisatawan asing, maupun wisatawan nusantara.
Juga semakin didukungnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terkhususnya untuk pengrajin tenun hiou/ulos dan souvenir agar di daerah destinasi wisata di Sinalungun dapat dibuat pusat souvenir yang dapat menjadi daya tarik.
“Dan untuk kaum milenial semoga kita bisa bersinergi dalam mempromosikan budaya serta pariwisata Simalungun melalui konten-konten yang akan kita buat di media sosial”. pungkasnya.
Di akhir kata Yosiana Saragih mengucapkan Diateitupa, Horas.. Horas…Horas.
Toni Tambunan.








