Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Kepala Dinas Pendidikan(Kadisdik) Provinsi Sumatera Utara Prof. Drs. Syaifuddin MA,Ph.D melakukan peletakan batu pertama gedung Ruang Praktek Siswa (RPS) Perhotelan di SMKN 3 Pematangsiantar. Jalan Raya Medan-Pematangsiantar km 10,5. Selasa (14/9/2021).
Peletakan batu pertama RPS perhotelan di SMKN 3 Pematangsiantar dilaksanakan berjalan dengan baik dan hikmat, dalam kegiatan peletakan batu pertama tersebut dilakukan oleh kadisdik Prov. Sumut, kacabdis Siantar, serta turut dihadiri kepala sekolah SMA,SMK Siantar-Simalungun.
Kepala Dinas Sumut Prof. Drs Syaifuddin MA,Ph.D yang didampingi Kacabdis Siantar James Andohar S.STP menyampaikan, bahwa acara peletakan batu pertama perhotelan di SMKN 3 Pematangsiantar seharusnya dilakukan pak Gubernur Sumut, namun karena ada tugas penting maka beliau tidak dapat hadir.
“Tapi cukup hikmat, acara peletakan batu pertama perhotelan di SMKN 3 ini berjalan dengan baik. Jadi, apa-apa pesan dan keadaan yang saya lihat akan saya sampaikan kepada pak Gubernur”ujar Syaifuddin.
Lebih lanjut Syaifuddin mengatakan, Pada tahun 2021, SMKN 3 Pematang Siantar, pusat keunggulan nilai yang didapat sangat bagus, serta fasilitas lain-lain juga ada. Saya sudah menerima informasi bahwa SMAN dan SMKN sudah termasuk akan diberikan dana Afirmasi dan kinerja, saya berharap kepada kepala-kepala sekolah terkhusus SMA dan SMK menggunakan dana tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Kenapa saya katakan seperti itu, saya rasa naif sekali kalau ada SMK berjalan ditempat. Karena kelas prakteknya terkhusus tentang penganggaran-penganggaran terhadap suatu program yang bisa memajukan SMK tersebut. Tidak
masalah dengan jarak, dengan majunya ITE ini dunia semakin sempit. “Apa yang dinikmati di Amerika dapat juga dinikmati di Siantar” terang Syafuddin.
Juga untuk meningkatkan lulusan SMA/SMK di Sumut, pertama kita terus mengejar sarana-sarana pendidikan lebih baik. Dengan adanya sarana dan prasarana dengan baik maka akan menghasilkan yang baik juga. Tetapi banyak teori mengatakan bahwa ketidaklengkapan hal-hal harus ada dalam proses pembelajaran mempengaruhi out come.
Lanjutnya, bahwa kita harus tau sekarang ada teori clasik, pendidikan sekarang itu waktu belajar itu harus menghasilkan prodak, kita tau nantinya prodak-prodaknya ini menghasilkan tamu-tamu yang banyak dan menarik dengan tersedianya hotel yang eksklusif yang tersedia dengan baik.
Jadi jangan heran nantinya, kalau dia jurusan tata boga, tata busana suatu saat setiap SMK itu ada Mallnya. dalam hal ini sekarang kami mengambil kebijakan sedang merumuskan badan dan layanan usaha daerah disingkat dengan Blud. Dengan adanya Blud tersebut kepala-kepala sekolah tidak ragu-ragu memasarkan prodaknya.
“Jadi pembangunan untuk pendidikan Siantar-Simalungun tidak pernah ketinggalan, kita akan kejar tahap demi bertahap.” pungkasnya.
Toni Tambunan.






