Home / Berita

Rabu, 28 Juli 2021 - 21:32 WIB

Pendidikan TK Kurang Diminati Dimasa Pandemi Akibat Pembelajaran Daring

Viewer: 389
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 49 Detik

Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan untuk menghadapi pembelajaran bagi anak selama pandemi Covid-19 dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan. Hal ini juga tidak terlepas pada pembelajaran siswa di semua jenjang pendidikan di dunia. Salah satunya siswa Taman Kanak-kanak (TK). 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar melalui Kasi Pembinaan PTK SMP, Jalatua Hasugian. Ia mengatakan proses pembelajaran yang mestinya dilaksanakan secara tatap muka sekarang berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh atau daring. 

“Sebelumnya, sekolah TK ini banyak peminatnya. Alhasil, pemerintah Kota Pematangsiantar pun telah menambah 5 lagi sekolah TK. Namun, akibat pandemi, orang tua kurang berminat mendaftarkan anaknya akibat pembelajarannya secara daring,”katanya, Rabu (28/7/21). 

Baca Juga  Kodim 1206/Psb terima Tim Was Current Audit dari Itdam XII/Tpr

Dia menjelaskan, Khusus untuk Sekolah di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) seharusnya pembelajaran dilakukan melalui sistem secara langsung, hal ini dilakukan mengingat anak TK dalam pembelajaran masih membutuhkan pendampingan dari guru-gurunya masing-masing.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi COVID-19 memang berdampak pada anak. Semua kini terpaku di depan layar ponsel maupun laptop. Riuh suasana kelas itu mendadak sunyi akibat pandemi Covid-19.

“Sulit membuat para murid TK berminat interaksi daring. Mereka lebih cepat bosan dan justru meninggalkan pelajaran. Tidak mudah memang menjalani proses belajar dengan cara ini,”jelas dia. 

Menjalani proses belajar tatap muka via virtual selama pandemi Covid-19. Kata Jalatua, hanya sedikit orang tua siswa ikut mendampingi. Menemani para anak agar mau ikut belajar. Sedangkan sebagian lagi, tidak mengerti atau sibuk dengan bekerja. 

Baca Juga  Pemkab Simalungun dan DPRD tanda tangani Nota Kesepakatan Ranwal RPJMD Kabupaten Simalungun Tahun 2021-2026

Para orang tua merasa pembelajaran daring tidak cukup efektif. Beberapa materi ajar tidak dapat tersampaikan dengan baik menurut mereka. 

“Di tengah pandemi yang masih terjadi, kita semua harus terus waspada dan memprioritaskan kesehatan warga sekolah.

Cara paling aman adalah tetap menerapkan PJJ. Apalagi pandemi di Kota Pematangsiantar masih mengkhawatirkan,”pungkas Jalatua. 

Model PJJ terpaksa dilakukan, meski sebenarnya membawa dampak yang kurang baik bagi keberlangsungan pendidikan secara nasional. Menurutnya secara psikologis anak-anak khususnya di usia pemula memerlukan pendidikan langsung dari gurunya.

“Ini adalah cara terbaik untuk melindungi para siswa dari paparan Covid-19. Maka dari itu perlu pendampingan khusus orang tua selama belajar dari rumah. Agar memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajarannya,” Ujar Jalatua.

Toni Tambunan

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jarot-Sudiyanto Usai Di Lantik Ajak Seluruh OPD Bersinergi Jalankan Visi Dan Misi Pembangunan

Berita

Meminta Hujan Turun dari Langit, Salah Satu Kearifan Lokal Suku Batak

Berita

Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo Pimpin Rakor Penanganan Covid-19 Di Kalbar*

Arsip

Mahalnya Toilet Para Anggota Dewan, Sampai Miliaran Rupiah

Berita

Pangdam XII/Tpr Dampingi Dirjen Perumahan, Kementerian PUPR Tinjau Pembangunan Rusun Kodam*

Berita

Rangka Sambut HUT Polwan Ke-72 Polres Psp Berbagi Tali Asih Kepada Penyandang Disabilitas

Berita

Destinasi Eksotis di Samosir, Magnet Baru Wisatawan Domestik dan Internasional

Berita

PROYEK PENINGKATAN JALAN POROS SP. 2 DAN SP. 8 DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KETAPANG DI DUGA GUNAKAN DOKUMEN KONTRAK CACAT HUKUM