Home / Internasional

Selasa, 29 Juni 2021 - 18:16 WIB

Arab Saudi Bebaskan Dua Aktivis Perempuan

Viewer: 475
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 47 Detik

Kompasnasional l Arab Saudi telah membebaskan dua aktivis hak-hak perempuan yang ditahan hampir tiga tahun lalu. Pada Minggu (27/6/2021), kelompok hak asasi Saudi yang berbasis di London, ALQST menyatakan para aktivis dibebaskan setelah menjalani hukuman mereka.

Seperti dilaporkan Reuters, Samar Badawi dan Nassima al-Sadah ditahan pada Juli 2018, bersama lebih dari selusin aktivis lainnya, karena dicurigai merugikan kepentingan Saudi, satu langkah yang mengundang kecaman internasional.

Kantor media pemerintah Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Beberapa rincian telah diberikan oleh pihak berwenang atas tuduhan terhadap para wanita atau pada persidangan sporadis yang tertutup untuk umum.

Pembebasan mereka mengikuti aktivis terkemuka Loujain al-Hathloul pada bulan Februari. Dia telah menjalani setengah dari hukuman penjaranya atas tuduhan kejahatan dunia maya dan kontraterorisme yang luas. Namun dia masih menghadapi larangan perjalanan lima tahun.

Baca Juga  DPR Menekan Mike Pence untuk Mencopot Donald Trump, Pemakzulan Dilakukan Jika Wapres Tak Bertindak

Human Rights Watch menyambut baik laporan ALQST di Twitter tentang pembebasan Badawi dan Sadah: “Perempuan pemberani ini seharusnya tidak pernah ditahan sejak awal. Mereka seharusnya dihargai karena memimpin perubahan di Arab Saudi.”

Badawi menerima Penghargaan Keberanian Wanita Internasional Amerika Serikat pada tahun 2012 karena menantang sistem perwalian laki-laki Saudi, dan termasuk di antara perempuan pertama. Dia menandatangani petisi yang menyerukan pemerintah untuk mengizinkan perempuan mengemudi dan memilih dan mencalonkan diri dalam pemilihan lokal.

Sementara Sadah, dari provinsi Qatif yang mayoritas Syiah, juga telah berkampanye untuk menghapuskan sistem perwalian.

Aktivis hak-hak perempuan ditahan sebelum dan sesudah kerajaan pada tahun 2018 mencabut larangan mengemudi perempuan sebagai bagian dari reformasi sosial yang telah disertai dengan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat yang juga menjaring ulama dan intelektual.

Baca Juga  Advokat Tatang SH : “Kepengurusan GPEI Benny Soetrisno Yang Sah”

Mantan suami Badawi menjalani hukuman penjara 15 tahun karena aktivis hak asasi manusia. Saudara laki-lakinya, Raif Badawi, seorang blogger terkemuka, menjalani hukuman 10 tahun atas tuduhan menghina Islam dan kejahatan dunia maya.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah mengambil sikap keras atas catatan hak asasi manusia Arab Saudi, yang menjadi sorotan setelah pembunuhan tokoh terkemuka Saudi pada Oktober 2018 yakni jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat kerajaan di Istanbul.

Washington pada Februari merilis laporan intelijen yang melibatkan penguasa de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam pembunuhan Khashoggi. Namun pangeran menyangkal keterlibatan apa pun. (BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

RI Cari Pasar Ekspor Sawit ke China hingga Uzbekistan

Arsip

Sandera Kanada Tewas, Komandan Militer Filipina Dicopot

Arsip

Obama Janji Cabut Sanksi Myanmar Pada Aung San Suu Kyi

Arsip

Miris, Buruh di Pabrik Milik Orang Korea Dapat THR Cuma Rp 8 Ribu

Arsip

India Dinobatkan Negara Dengan Biaya Hidup Termurah Sedunia

Berita

Posisi ideal Alexis Sanchez dalam skuad Jose Mourinho

Arsip

Perdana Menteri Singapura Jatuh Pingsan Saat Pidato

Arsip

Bela Aung San Suu Kyi, PM India tidak kecam kekerasan terhadap muslim Rohingya