Home / Internasional

Sabtu, 26 Juni 2021 - 16:38 WIB

Vaksin Covid-19 palsu di India, lebih 2.500 warga di India jadi korban – ‘ternyata isinya larutan garam’

Viewer: 466
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 52 Detik

Kompasnasional l Setidaknya 2.500 orang di India menjadi korban vaksin Covid-19 palsu di tengah upaya negara tersebut meningkatkan tingkat vaksinasi, menyusul gelombang Covid yang sangat mematikan pada bulan April dan Mei.

Polisi mengatakan, sekitar 2.000 warga di Mumbai disuntik dengan vaksin Covid-19 yang ternyata adalah larutan garam.

Sekitar 500 orang — banyak di antaranya penyandang disabilitas — juga menjadi korban vaksin palsu di Kolkata,

Sepuluh orang yang diduga menawarkan vaksin Covid-19 palsu telah ditangkap, termasuk dua dokter yang berpraktik di rumah sakit swasta di Mumbai, ungkap polisi.

Di Kolkata, polisi menangkap satu orang yang menyaru sebagai aparatur sipil negara. Ia diduga menjalankan enam pusat vaksinasi.

Polisi membongkar kasus vaksin palsu setelah menerima laporan dari politisi setempat yang menaruh curiga.

Baca Juga  Biksu Radikal Berjuluk "Buddhist bin Laden" Menyerahkan Diri Setelah 18 Bulan Kabur

Ia sendiri sempat mendapat suntikan vaksin yang ternyata larutan garam tersebut.

Seorang warga yang menerima vaksin palsu mengungkapkan ia tadinya tidak menaruh curiga dan tidak memperkirakan akan mendapatkan suntikan abal-abal

India saat ini meningkatkan produksi vaksin Covid-19 di tengah “tsunami” kasus di gelombang kedua.

Pemerintah berencana menggunakan versi lokal vaksin Novavax, yang akan diproduksi oleh Serum Institute of India (SII).

Vaksin ini lebih 90% efektif dalam uji coba klinik tahap akhir di Amerika Serikat, kata SII.

Pemerintah juga sudah memesan 300 juta dosis vaksin dari perusahaan India, Biological E

Sejauh ini 260 juta warga disuntik vaksin yang sudah mendapatkan izin, yaitu Covishield, Covaxin dan Sputnik V.

Jumlah total kasus Covid-19 di India sudah menembus 29 juta, yang tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat yang mencatat lebih dari 33 juta kasus.

Baca Juga  Wow, Rambo Dari Irak Ini Membunuh 1500 Tentara ISIS Sendirian

Angka kematian tercatat lebih dari 300.000 orang, yang tertinggi ketiga setelah AS dan Brasil.

Pemerintah memasang target menyuntik seluruh warga pada akhir 2021, namun program ini terkendala dengan kelangkaan pasok dan keengganan warga untuk menerima suntikan.

Saat ini tersedia dua vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, yaitu Covishield dan Covaxin. Vaksin Sputnik V buatan Rusia juga sudah mengantongi izin dan dipakai dalam jumlah terbatas.

Pemerintah juga sedang mempertimbangkan beberapa kandidat lain, yang tengah diuji untuk memastikan keselamatan dan efikasi.

Di antaranya adalah ZyCov-Di, yang dikembangkan Zydus-Cadila.

Sementara itu, Biological E akan memproduksi vaksin yang dikembangkan perusahaan AS, Johnson & Johnson.

Perusahaan Bharat BioTech saat ini mengembangkan vaksin yang diteteskan melalui hidung.(BBCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Polisi Kesulitan Korek Motif Sang Pembunuh Imam Masjid New York

Internasional

Ikan mas raksasa merusak danau, pemerintah AS: ‘Jangan buang ikan piaraan sembarangan!’

Berita

Pelaku Teror Ancaman Bom di AS Ditangkap, Ternyata Pendukung Trump

Berita

China Larang Siswa Muslim Ikut Pengajian Selama Libur Sekolah

Internasional

Resep Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia

Berita

Korea Utara Diduga Terkait dengan Peretasan Mata Uang Virtual

Internasional

Gagal Mencuri, Orang Ini Malah Jatuh hingga Tewas di Atas Peralatan Tajam
Foto Ilustrasi

Berita

Makin Panas! Korut Tembakkan Lagi 80 Peluru Artileri