Home / Berita

Sabtu, 19 Juni 2021 - 19:10 WIB

Fosil Badak Raksasa Ditemukan di China, Lebih Tinggi dari Jerapah

Viewer: 464
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 3 Detik

Kompasnasional l Spesies baru badak purba raksasa – salah satu mamalia terbesar yang hidup di daratan – telah ditemukan di barat laut China, kata para peneliti.

Paraceratherium linxiaense, yang hidup sekitar 26,5 juta tahun yang lalu, memiliki berat 21 ton – setara dengan empat gajah Afrika besar.

Kepala makhluk tak bertanduk itu bisa sepanjang 7 meter, membuat mereka lebih tinggi dari jerapah dan harus mencari makan dedaunan di puncak pohon.

Temuan baru disimpulkan dari fosil yang ditemukan di Provinsi Gansu.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Communication Biology pada Kamis (17/06), para ilmuwan mengatakan bahwa analisis dari fosil itu – yang ditemukan di dekat Desa Wangjiachuan pada 2015 – menunjukkan bahwa itu adalah fosil spesies baru yang berbeda dengan spesies badak raksasa yang sudah diketahui sebelumnya.

Dari tengkorak dan tulang rahang yang ditemukan dalam kondisi baik, misalnya, menunjukkan bahwa hewan itu memiliki tengkorak yang ramping, serta batang hidung seperti yang dimiliki tapir modern, menurut penelitian yang dipimpin oleh Dr Deng Tao dari Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi di Beijing.

Baca Juga  Gerbang Masuk Pulau Samosir Dijaga Ketat Melawan Virus Corona

Tim ilmuwan juga menemukan bahwa spesies baru itu terkait erat dengan badak raksasa yang pernah hidup di Pakistan. Ini sekaligus menunjukkan bahwa badak raksasa ini telah melakukan perjalanan melintasi Asia Tengah.

Jika badak rasasa itu bisa berkeliaran bebas antara China barat laut dan anak benua India-Pakistan, itu menunjukkan bahwa Dataran Tinggi Tibet kemungkinan memiliki beberapa daerah dataran rendah pada saat itu.

“Kondisi tropis memungkinkan badak raksasa untuk kembali ke arah utara ke Asia Tengah, menyiratkan bahwa wilayah Tibet masih belum terangkat, dan menjadi dataran tinggi seperti saat ini,” kata Prof Deng dalam keterangan tertulis

Dari tengkorak dan tulang rahang yang ditemukan dalam kondisi baik, misalnya, menunjukkan bahwa hewan itu memiliki tengkorak yang ramping, serta batang hidung seperti yang dimiliki tapir modern, menurut penelitian yang dipimpin oleh Dr Deng Tao dari Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi di Beijing.

Baca Juga  Datangi Warga Malam Hari, Kapernika Hubdam XII Sosialisasikan Prokes*

Tim ilmuwan juga menemukan bahwa spesies baru itu terkait erat dengan badak raksasa yang pernah hidup di Pakistan. Ini sekaligus menunjukkan bahwa badak raksasa ini telah melakukan perjalanan melintasi Asia Tengah.

Jika badak rasasa itu bisa berkeliaran bebas antara China barat laut dan anak benua India-Pakistan, itu menunjukkan bahwa Dataran Tinggi Tibet kemungkinan memiliki beberapa daerah dataran rendah pada saat itu.

“Kondisi tropis memungkinkan badak raksasa untuk kembali ke arah utara ke Asia Tengah, menyiratkan bahwa wilayah Tibet masih belum terangkat, dan menjadi dataran tinggi seperti saat ini,” kata Prof Deng dalam keterangan tertulis. (BBCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Asahan

Dua Hari Tenggelam Di Sungai Airjoman, Rizky Adha Ditemukan Tersangkut Ditumpukkan Kayu

Berita

Gubernur Kalbar Tinjau Langsung Perusahaan Distributor Oksigen

Berita

Badan Kepegawaian Daerah Pematangsiantar Sosialisasikan Aplikasi Siantarman Untuk Pelayanan Kepegawaian

Berita

Ketua DPD Demokrat Riau Road Show di Kampar dan Berdiskusi Dengan Insan Pers

Berita

‍‍‍‍‍Anggota DPRD dan TGTPP Covid-19 ‘Mati Rasa’

Berita

Bangkai Kapal Paling Dicari dalam Sejarah Ditemukan

Berita

Majikan Ditangkap Polisi Setelah Video TKI di Hong Kong Dianiaya Hebohkan Dunia Maya

Berita

PS.Kanit Binmas Polsek Sokan Bripka Junaidi Sambangi Dengan Humanis Berdialog Langsung Bersama Warga