Home / Kesehatan

Jumat, 18 Juni 2021 - 19:32 WIB

Kasus Covid-19 Naik 500 Persen, Dokter Sulit Tentukan Penerima Oksigen

Viewer: 495
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 43 Detik

Kompasnasional l Kasus Covid-19 naik 500 persen. Angka tersebut didapat dari perbandingan kenaikan kasus pada 15 Mei (2.385) dengan yang terjadi di 17 Juni (12.624).

Kenaikan kasus Covid-19 ini jelas memengaruhi kapasitas rumah sakit dan ruang ICU. DKI Jakarta sendiri melaporkan, bed occupation rate (BOR) mereka untuk ruang isolasi dan ICU sangat menipis.

Data per 17 Juni, tercatat sekitar 8.000 tempat tidur isolasi disediakan pemerintah dan kini sudah terisi 84 persen, begitu juga dengan ruang ICU yang sudah terisi 74 persen. Makanya, beberapa kabar menjelaskan banyak pasien susah masuk IGD sekarang.

“Kenaikan kasus Covid-19 sudah menggila. Kita semua enggak ada yang tahu berapa kenaikan kasus hari ini atau besok. Kami semua berharap Indonesia tidak menjadi India kedua,” terang Dokter Spesialis Paru, dr Erlina Burhan, SpP, dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/6/2021).

Baca Juga  Kasus Covid-19 di DPR, Ada Anggota Enggan Diungkap ke Publik

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Prof Syafri Kamsul Arif pun menjelaskan situasi sekarang ini adalah banyak rumah sakit tidak bisa menampung pasien baru, termasuk pasien ICU.

“Keterisian ICU sudah sampai pada jumlah yang agak memprihatinkan. Ini terlihat dari sudah banyak rumah sakit yang tidak bisa menampung pasien baru, termasuk tidak bisa menerima pasien ruang ICU. Kami sangat prihatin sekali,” katanya.

Di kesempatan yang sama, dr Erlina menceritakan kalau dirinya sudah banyak menerima cerita dari rekan sesama dokter tentang tenaga kesehatan yang terpaksa menentukan dan menyeleksi pasien mana yang bisa menerima oksigen.

Baca Juga  Riset: 4,7 Juta Warga Jakarta Terpapar Covid-19, Hanya 8,1 Persen yang Terdeteksi

“Jadi, pasien Covid-19 sudah banyak sekali antre di IGD, kemudian pasien itu membutuhkan oksigen segera. Ini akan menjadi masalah karena di IGD jumlah oksigen pun terbatas,” cerita dr Erlina.

“Gambarannya seperti ini, jika oksigen ada 9, tapi pasien ada 20 orang, itu akan menjadi dilematis sekali bagi si dokter untuk menentukan pasien mana yang akan diberikan oksigen,” katanya.

Bukan hanya untuk dokter, sambung dr Erlina, tapi bagi si pasien juga tidak akan menguntungkan karena sesak yang dialami tidak bisa segera diatasi. “Keluarga pasien pun akan merasakan kondisi yang tidak enak melihat anggota keluarganya tak dapat pelayanan yang maksimal akibat oksigen yang terbatas,” tambahnya.
(OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Vaksin Covid 19 Mulai diedarkan, Kenali Efek Sampingnya

Kesehatan

Mulai 18 Desember, Keluar Masuk Jakarta Wajib Sertakan Hasil Rapid Test Antigen

Kesehatan

Inilah Makanan Murah Ajaib yang Bikin Imunitas Tubuh Kuat

Kesehatan

Anak-anak Jepang Disebut Paling Bahagia dan Sehat di Dunia, Ini Rahasianya

Kesehatan

Sepedaan Pakai Masker atau Lepas? Ini Jawaban Dokter Buat Pegowes

Kesehatan

Amnesty International: Lebih dari 3000 Petugas Medis Tewas Karena Corona

Berita

Rahasia Menakjubkan Kemiri, Bisa Jadi Ramuan Penyakit Asam Urat

Kesehatan

Uji Klinis Selesai, Indonesia Segera Punya Obat Covid-19