Home / Internasional

Minggu, 13 Juni 2021 - 22:00 WIB

Dicurigai Ada 50 Laboratorium Rahasia di China yang Produksi Senjata Biologis

Viewer: 435
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 6 Detik

Kompasnasional l China dicurigai telah menghabiskan waktu selama beberapa dekade secara sembunyi-sembunyi meneliti senjata biologis di puluhan laboratorium rahasia, menjelang potensi Perang Dunia III.

Negara yang luasnya sekitar 9,6 juta km persegi ini dilaporkan memiliki 50 laboratorium rahasia, di mana para ilmuwan negara dicurigai telah memproduksi “bom bakteri” yang mematikan, menimbulkan patogen mematikan, seperti Anthrax dan mungkin juga Covid-19.

Kekhawatiran tentang penelitian di balik laboratorium rahasia China muncul ketika pertanyaan terus berkembang tentang kemungkinan asal-usul Covid-19 bocor dari laboratorium di Wuhan.

Melansir The Sun pada Jumat (11/6/2021), disebutkan bahwa ada bukti yang menunjukkan Covid-19 mungkin telah direkayasa, tetapi China menyangkal semua tuduhan itu.

Kecurigaan pengembangan senjata biologis (bioweapons) China datang dari dunia Barat setelah AS mendapatkan sejumlah dokumen, yang mana menunjukkan bahwa komandan Tentara Pembebasan Rakyat China meyakini perang di masa depan dapat menggunakan senjata biologis.

Baca Juga  Sekolah Kembali Dibuka, Ratusan Murid Positif Terinfeksi Corona

Dokumen yang bocor itu menyatakan bahwa senjata biologis dan senjata genetik akan menjadi “senjata utama untuk kemenangan” perang. Lalu, dokumen itu disebut menguraikan kondisi sempurna untuk menggunakannya.

Pejabat Departemen Luar Negeri AS telah menyerukan bahaya terhadap China dalam beberapa laporan, yang sebagian rahasia. Pertama dirilis pada April.

Laporan tersebut memperingatkan hubungan dekat antara militer China dan laboratorium sipilnya, menimbulkan kekhawatiran bahwa penelitian biologi dapat “berfungsi ganda”.

Laporan AS juga menyatakan bahwa China diyakini memiliki sejarah program bioweapons, seperti “senjata yang mengandung risin, racun botulinum, serta agen penyebab anthrax, kolera, wabah, dan tularemia.”

Pejabat AS masih mempertanyakan tentang apakah China mematuhi Konvensi Senjata Biologis (BWC), sebuah perjanjian pelucutan senjata yang secara efektif melarang bioweapon, yang ditandatangani oleh China pada 1984.

Namun, di luar dari perjanjian tersebut, AS melihat China diam-diam telah mempelajari potensi senjata biologis selama beberapa dekade.

Baca Juga  Foto Bugil Istri Donald Trump Bersama Wanita Lain Beredar Di Media

“Informasi yang tersedia menunjukkan China terlibat dalam kegiatan yang menimbulkan kekhawatiran sehubungan dengan kewajibannya berdasarkan Pasal I BWC,” kata laporan itu, mencatat bahwa informasi tambahan dirahasiakan.

Tinjauan yang mengkhawatirkan oleh para ilmuwan AS pada 2002 menunjuk beberapa situs yang diduga terlibat dalam penelitian racun dan patogen yang mematikan.

Satu laboratorium di Yan’an dikhawatirkan telah mengerjakan 4 jenis senjata biologis termasuk “granat bakteri” dan “bom bakteri jenis asap”.

Lalu, di kota-kota termasuk Changchun, Kunming, Shenyang, dan Wuhan dikatakan terlibat dalam “penelitian dan budidaya berbagai agen perang biologis.”

Kementerian Luar Negeri AS kemudian dilaporkan mengidentifikasi 2 fasilitas di China yang diduga memiliki hubungan dengan program senjata biologis untuk perang. (K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kerap Gagal dalam Eksekusi Penalti, Begini Penjelasan Messi

Berita

Bertemu Donald Trump di Singapura, Kim Jong-un Kembali Bawa Toilet Pribadi

Arsip

Ditilang Polisi, Pria China Ngaku Alien dan Akan Hancurkan Dunia

Internasional

Tolak Negosiasi dengan China Soal LCS, Indonesia Kirim Catatan Diplomatik Kedua Ke PBB

Internasional

Akhir Kontroversi Ban Kapten LGBT Manuel Neuer di EURO 2020

Arsip

Prajurit TNI di Sudan berhasil selamatkan aset PBB dari pencurian

Arsip

Ini Milisi Filipina yang Bantu RI Bebaskan Sandera dari Abu Sayyaf

Berita

Kemenangan Jokowi Maru’f menjadi hari bahagia Bagi anak Leo Kogoya