Home / Berita

Minggu, 9 Mei 2021 - 12:27 WIB

Mantan Ephorus HKBP Pdt.Dr. SAE Nababan Meninggal Dunia

Viewer: 593
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 59 Detik

Kompas Nasional.com-Humbang Hasundutan- Atas nama pimpinan Kompas Nasional.Com, Redaksi dan juga wartawan mengucapkan turut berdukacita yang sedalam dalamnya atas berpulangnya Mantan Ephorus HKBP Pdt.Dr. SAE Nababan, ke Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Semoga amal dan ibadahnya diterima disisiNya dan seluruh keluarga yang ditinggalkan selalu mendapat perlindunganNya .

Foto : Mantan Ephorus HKBP. Pendeta.Dr. SAE Nababan

Kabar duka yang mendalam, Pdt. Dr. Soritua Albert Ernst (SAE) Nababan, LID, meninggal dunia, Sabtu (8/5/2021), sekira pukul 16.18 WIB. Beliau meninggal Di RS. Mediatra Jakarta .” tutup usia 88 tahun.

Pendeta SAE Nababan meninggalkan istri, Alida Lumban Tobing, mempunyai tiga anak dan enam cucu.  Jenazah disemayam-kan di rumah duka RAPAD Lantai 2 ruang N, Jakarta dan rencana akan disemayam -kan di kampung halaman,Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Riwayat Hidup Singkat Pdt.SAE Nababan, lahir pada tanggal 24 Mei 1933 di Tapanuli Utara. Pdt. SAE Nababan Lulusan Sekolah Tinggi Theologi Jakarta  tahun 1956, dan pada tahun yang sama, beliau ditahbiskan menjadi Pendeta. Setelah di tahbiskan menjadi Pendeta, Dr.SAE.Nababan menjalani pelayanan sebagai Pendeta Pemuda di Gereja HKBP Medan,

Selanjutnya SAE. Nababan menempuh studinya di Universitas Ruperto Carola, Heidelberg Jerman-Lulusan Doctor Theologiae, bulan Februari 1963.  
Semasa hidupnya, beliau aktif terlibat dalam organisasi gereja di tingkat dunia, dan juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Pemuda Dewan Gereja-Gereja Asia, tahun 1963-1967 dan Presiden Pemuda Dewan Gereja-Gereja Asia pada tahun 1990-1995. 

Baca Juga  Satbinmas Polres Melawi Gelar Imbauan dan Sosialisasi Terkait Larangan Obat Sirup Anak 

Sejak muda, Pdt. SAE Nababan aktif dalam pelayanan Ekumenis dan Sosial Kemasyarakatan, baik di tingkat Nasional, Asia maupun dunia. Tahun 1967-1984 sebagai Sekretaris Umum Dewan Gereja-Gereja di Indonesia (DGI) yang kemudian berganti nama menjadi Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). 

Tahun 1984 – 1987, menjadi Ketum di    Lembaga Ekumenis, SAE juga banyak mengemban sejumlah jabatan di berbagai forum ekumenis dunia seperti Lutheran Word Federation (LWF), Christian Conference of Asia (CCA), United Evangelical Mission (UEM) dan Dewan Gereja Dunia ( Word Council of Churches,WCC).


Tahun 1987-1998 menjadi pemimpin Ephorus HKBP.  Tahun 1992-1998, di periode kedua kepemimpinannya, rezim ORBA, melakukan intervensi pada pemilihan pimpinan HKBP, karena SAE dianggap cukup kritis menyerukan penghargaan atas kemanusiaan  dan prinsip demokrasi.

Ini memunculkan dualisme kepemimpinan di HKBP yang baru selesai setelah pemerintahan Soeharto berganti. 
Pdt, Dr, SAE Nababan termasuk salah satu inisiator untuk mempertemukan tokoh serta kelompok reformasi yang akhirnya melahirkan Deklarasi Ciganjur dan mengamanatkan agenda reformasi Indonesia. 


Pemikiran sumbangsih SAE Nababan untuk gereja dan masyarakat Indonesia terangkum dalam sejumlah khotbah dan tulisannya, salah satunya didalam buku catatan perjalanan beliau bertajuk “Selagi Masih Siang” yang terbit tahun lalu .
.ahun 1967-1984 sebagai Sekretaris Umum Dewan Gereja-Gereja di Indonesia (DGI) yang kemudian berganti nama menjadi Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). 

Baca Juga  Pematangsiantar Level III Krisis Covid-19, Bolehkah Sholat Idul Adha di Masjid ?

Tahun 1984 – 1987, menjadi Ketum di    Lembaga Ekumenis, SAE juga banyak mengemban sejumlah jabatan di berbagai forum ekumenis dunia seperti Lutheran Word Federation (LWF), Christian Conference of Asia (CCA), United Evangelical Mission (UEM) dan Dewan Gereja Dunia ( Word Council of Churches,WCC).

Tahun 1987-1998 menjadi pemimpin Ephorus HKBP. Tahun 1992-1998, di periode kedua kepemimpinannya, rezim ORBA, melakukan intervensi pada pemilihan pimpinan HKBP, karena SAE dianggap cukup kritis menyerukan penghargaan atas kemanusiaan  dan prinsip demokrasi. 


Ini memunculkan dualisme kepemimpinan di HKBP yang baru selesai sete lah pemerintahan Soeharto berganti. Pdt, Dr, SAE Nababan termasuk salah satu inisiator untuk mempertemu kan tokoh serta kelompok reformasi yang akhirnya melahirkan Deklarasi Ciganjur dan mengamanatkan agenda reformasi Indonesia. 


Pemikiran sumbangsih SAE Nababan untuk gereja dan masyarakat Indonesia terangkum dalam sejumlah khotbah dan tulisannya, salah satunya didalam buku catatan perjalanan beliau bertajuk “Selagi Masih Siang” yang terbit tahun lalu .
Atas nama pimpinan Kompas
Penulis : (B.Nababan)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dandim 1206/Psb sambut kedatangan Tim Kemenko Polhukam RI.

Berita

Lakukan Pungli, Dua PNS Dinas Pelayanan Terpadu Sumut Dituntut Penjara 15 Bulan

Berita

Lahan Gambut di Kawasan JSC Palembang Terbakar

Berita

Kapolda Kalbar Berikan Edukasi Dan Semangat Kepada Siswa Saat Pelaksanaan Vaksinasi Serentak Indonesia

Berita

Inovatif dan Paripurna, Edi Sebut Masjid As Salam Sebagai Role Model

Berita

Empat Kios Terbakar Di Jalan Raya Kapur Kubu Raya.

Berita

Integritas Seorang Pemimpin Melawan Korupsi 
Foto saat olah TKP di rumah keluarga tewas di Kalideres

Berita

28 Saksi Diperiksa, Polisi Ungkap Kasus Kalideres Pekan Depan