Home / Berita

Sabtu, 8 Mei 2021 - 21:41 WIB

Tanam 50 batang ganja, petani 35 tahun diamankan Polres Simalungun

Viewer: 579
0 0
Terakhir Dibaca:41 Detik

Kompas Nasional  l SIMALUNGUN – Warga Nagori Huta Saing, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, inisial MBRD diamankan aparat kepolisian di perladangannya, Jumat (7/5).

Soalnya, pria 35 tahun itu menanam pohon ganja di perladangan Juma Gotting, Dusun Sindar Dolok, Nagori Mariah Dolok, Kecamatan Dolok Silau, Simalungun.

Baca Juga  Akibat Curah Hujan, Sejumlah Desa di Kapuas Hulu Terendam Banjir

Kasatres Narkoba AKP Adi Haryono, Sabtu (8/5) memaparkan, pihaknya mendapat informasi adanya tanaman ganja diperladangan tersebut.

Personel Satres Narkoba dan Polsek Dolok Silau pun menindaklanjuti dan menemukan tanaman ganja sebanyak 50 batang setinggi kira-kira satu meter.

Baca Juga  Bupati Samosir Monitoring Pembukaan Jalan Antar Dusun di Rinabolak

Tersangka yang dijeput dari kediamannya mengakui tanaman ganja itu ditanamnya empat bulan lalu.  Biji ganja diperoleh dari temannya sopir angkot di daerah Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang dengan maksud untuk dijual.

Saat ini  masani telah ditahan di Satuan Fungsi Narkoba Polres Simalungun guna dilakukan pemeriksaan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Toni Tambunan

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Sambut Kunker DPRD Provsu, Wakil Bupati Taput Paparkan Potensi SDA.

Berita

Dinas Sosial Adakan Bimtek Pengelolaan DTKS Kecamatan Pengkadan

Berita

Pakar Hukum Sebut Kehadiran Beras Khusus Berpotensi Langgar UU Pidana

Berita

Wakil Bupati Kapuas Hulu Melepas Tim PODSI Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2022 

Berita

Bikin Haru, Bupati Halsel Bertemu Ibu Angkat Yang Kini Terbaring Ditempat Tidur

Berita

Ajang Kreativitas, Siswa Multimedia SMKN 1 Siantar Gelar Event Organizer Final Exam

Berita

Walikota Sebagai Irup Rangka Peringati HUT Pemko Psp Ke-19 Tahun 2020

Berita

Edi Ajak RT/RW Tingkatkan Kewaspadaan Tangani Pandemi Civid-19.