Home / Internasional

Minggu, 28 Maret 2021 - 18:29 WIB

Bantai Ratusan Orang, Aksi Brutal Junta Myanmar Bikin ‘Ngeri’ AS

Viewer: 487
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 34 Detik

Kompasnasional l Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Anthony Blinken mengatakan, Washington merasa ‘ngeri’ dengan kematian ratusan warga sipil dai Myanmar .

Ratusan orang tewas oleh pasukan keamanan selama aksi protes pada Sabtu kemarin, menjadi hari paling mematikan sejak militer mengambil alih negara itu bulan lalu.

Blinken mengatakan pembunuhan menunjukkan bahwa junta akan mengorbankan nyawa orang untuk melayani sedikit orang.

“Orang-orang Burma yang berani menolak pemerintahan teror militer,” seru Blinken menggunakan nama lain dari negara itu seperti dikutip dari BBC, Minggu (28/3/2021).

Kedutaan AS sebelumnya mengatakan pasukan keamanan membunuh warga sipil tak bersenjata, sementara delegasi Uni Eropa untuk Myanmar mengatakan Sabtu – yang secara resmi memperingati Hari Angkatan Bersenjata – akan tetap terukir sebagai hari teror dan aib.

Baca Juga  Presiden AS Terpilih Joe Biden Perintahkan Gedung Putih 'Lenyapkan' Jejak Donald Trump

Pengunjuk rasa berkumpul di seluruh Myanmar, juga dikenal sebagai Burma, selama akhir pekan kemarin.
Kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP) mengkonfirmasi setidaknya 91 kematian, sementara media lokal menyebutkan angkanya lebih tinggi.

AAP mengatakan di antara korban tewas adalah seorang gadis berusia 13 tahun yang ditembak mati di dalam rumahnya.

Saksi dan sumber mengatakan kepada BBC Burma tentang kematian pengunjuk rasa di kota-kota dan distrik Magway, Mogok, Kyaukpadaung dan Mayangone.

Kematian juga dilaporkan di Yangon dan di jalan-jalan kota terbesar kedua Mandalay, di mana para pengunjuk rasa membawa bendera NLD dan memberi hormat tiga jari anti-otoriter tradisional mereka.

Baca Juga  Pesan : Darmawan Yusuf Dewan Pengawas YPSPN Gedung Dewan Pers, pada Momen Peringatan Hari Pers Nasional 2021

Tindakan keras yang menggunakan peluru tajam dilaporkan terjadi di lebih dari 40 lokasi di seluruh negera itu. Gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan orang-orang dengan luka tembak dan keluarga yang berduka.

“Mereka membunuh kami seperti burung atau ayam, bahkan di rumah kami,” kata penduduk Thu Ya Zaw kepada kantor berita Reuters di pusat kota Myingyan.

“Kami akan terus memprotes,” tegasnya.

Pasukan keamanan mengerahkan kekuatan untuk mencegah aksi unjuk rasa.

Stasiun TV pemerintah menyiarkan pengumuman pada malam sebelumnya yang mengatakan bahwa orang-orang harus belajar dari tragedi kematian yang buruk sebelumnya. (SN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Saudi Lepaskan Tembakan ke Kapal Iran yang Terobos Masuk

Internasional

Pendiri TikTok Mundur, Ngeri Lihat Nasib Jack Ma

Arsip

Benda Jatuh Di Sumenep Sampah Antariksa Milik Amerika

Internasional

Jadi Satu-satunya Alasan Negara Lain Tak Berani Usik Korea Utara, Kim Jong Un Malah Disebut Tak Akan Gunakan Nuklir, Alasannya?

Arsip

Gas Tawa Tertukar dengan Oksigen, Bayi di Sydney Meninggal

Berita

Indonesia memastikan gelar juara Badminton Asia Team Championships 2018
Dua pesawat F-5E Tiger Milik Unit Akrobatik Patrouille Suisse Tabrakan di Udara-kompasnasional

Arsip

Dua pesawat F-5E Tiger Milik Unit Akrobatik Patrouille Suisse Tabrakan di Udara

Internasional

Turki: Kami bersama Azerbaijan, baik di meja perundingan maupun medan pertempuran!