Kompasnasional l Puluhan orang di Taiwan telah mengubah nama mereka menjadi “salmon” karena tergiur kesepakatan promosi sushi gratis di restoran. Seperti dilaporkan BBC, restoran tersebut menawarkan makan hidangan sushi sepuasnya kepada siapa pun dengan nama Gui Yu atau “salmon” di kartu identitas mereka.
Kamis (18/3), para pejabat telah mengeluarkan permohonan yang meminta orang untuk berhenti mengunjungi kantor pemerintah untuk meminta perubahan nama, menurut media lokal.
Pejabat pemerintah mengatakan tindakan itu membuang-buang waktu pemerintah.
Tawaran heboh tersebut dimulai pada Selasa (16/3) ketika jaringan restoran sushi Akindo Sushiro mengumumkan siapa pun yang memiliki kata Salmon dalam bahasa Tionghoa di namanya bisa mendapatkan makanan gratis untuk diri mereka sendiri dan lima temannya.
Taipei Times melaporkan, promosi itu menyebabkan puluhan orang mengajukan perubahan nama. Media setempat menambahkan bahwa pelamar membayar sekitar US$ 3 (Rp 43.265) untuk kartu identitas baru dan sertifikat pendaftaran.
Menurut surat kabar tersebut, seorang siswa di Taichung mengatakan dia telah mengubah namanya menjadi “Kuo Salmon Rice Bowl”. Tetapi dia berencana untuk mengubahnya kembali keesokan harinya.
Kantor berita AFP melaporkan nama bertema salmon lainnya termasuk “Salmon Prince”, “Meteor Salmon King” dan “Salmon Fried Rice”.
Dua orang lainnya berhasil makan senilai US$ 460 (Rp 6,63 juta) sushi sekaligus dan memposting secara daring: “Saya rasa kita tidak akan mau makan salmon lagi untuk sementara waktu.” (BS/Red)








