Home / Internasional

Selasa, 2 Maret 2021 - 12:23 WIB

Junta Myanmar Makin Brutal, Para Menlu ASEAN Siap Bicara Blak-blakan

Viewer: 438
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 40 Detik

Kompasnasional l Para menteri luar negeri (menlu) negara-negara Asia Tenggara bersiap menggelar pertemuan khusus dengan militer yang berkuasa di Myanmar pada Selasa (2/3).

Para menlu itu berupaya menekan junta Myanmar agar menghentikan tindakan brutal yang telah menewaskan para demonstran. Pertemuan itu diharapkan dapat membuka saluran untuk mengatasi krisis politik yang meningkat di Myanmar.

Pembicaraan akan dilakukan dua hari setelah hari paling berdarah dalam kerusuhan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi sebulan lalu.

Kudeta militer itu menimbulkan kemarahan dan protes jalanan massal di penjuru Myanmar.

Jalan-jalan sebagian besar sepi di kota terbesar Yangon pada Selasa (2/3) pagi menjelang unjuk rasa besar lainnya yang akan digelar.

Baca Juga  WHO dan UNESCO Tegaskan Peran Jurnalis Dukung Vaksinasi Covid-19

Beberapa pusat perbelanjaan mengumumkan penutupan karena kerusuhan terus terjadi.

“Polisi menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa di Yangon pada Senin (1/3) dan kemudian menyisir jalanan, sambil menembakkan peluru karet,” ungkap saksi mata.
Dalam sambutan yang dibacakan di televisi pemerintah oleh penyiar berita, pemimpin junta Jenderal Senior Min Aung Hlaing mengatakan para pemimpin protes dan “penghasut” akan dihukum.

Junta juga mengancam akan menindak keras para pegawai negeri sipil (PNS) yang menolak untuk bekerja.

Min Aung Hlaing berjanji mengadakan pemilu baru dan menyerahkan kekuasaan kepada pemenang pemilu. Namun dia tidak memberikan kerangka waktu yang jelas terkait pemilu tersebut.

Kudeta pada 1 Februari menghentikan langkah Myanmar menuju demokrasi setelah hampir 50 tahun pemerintahan militer.

Baca Juga  Mengagumi Kilauan Shah Cheragh, Masjid Kristal Hijau di Iran

Kudeta itu menuai kecaman dan sanksi dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya, serta meningkatnya kekhawatiran di antara negara-negara tetangganya.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan para menlu di Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan bicara blak-blakan ketika mereka bertemu melalui video call pada Selasa (2/3) dan akan memberi tahu perwakilan militer Myanmar bahwa mereka terkejut dengan kekerasan tersebut.

Dalam wawancara televisi Senin malam, dia mengatakan ASEAN akan mendorong dialog antara Suu Kyi dan junta.

“Ada kepemimpinan politik dan ada kepemimpinan militer, di sisi lain. Mereka perlu bicara, dan kami perlu membantu menyatukan mereka,” tutur Balakrishnan. (SN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Kasus Covid-19 Turun di India, Pakar Belum Yakin Gelombang Kedua Telah Mencapai Puncak

Internasional

Pesan Biden ke Iran dengan Serangan Rudal: Anda Tidak Kebal, Hati-Hati!

Berita

Bursa Transfer: Arsenal Lepas Francis Coquelin ke Valencia

Arsip

Nama Palestina Hilang Dari Google Maps, Diganti Dengan Nama Israel

Berita

City Takluk, MU Belum Menyerah Kejar Juara

Arsip

RI ‘Menyerah’ Pada Abu Sayyaf, Siap Bayar Tebusan 10 WNI Disandera

Berita

Posisi ideal Alexis Sanchez dalam skuad Jose Mourinho

Berita

Mesut Ozil Tinggalkan Timnas Jerman