Home / Ekonomi

Senin, 1 Maret 2021 - 11:19 WIB

Hati-hati Ahok saat Singgung Nabi Muhammad

Viewer: 473
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompasnasional l Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menyinggung ajaran Islam. Namun kali ini, Ahok lebih berhati-hati dalam mengungkap maksud yang ingin disampaikannya.

Hal ini terjadi ketika Ahok berbicara dalam acara Milad ke-9 Pesantren Motivasi Indonesia yang digelar secara virtual, Minggu (28/2).

Awalnya Ahok memberikan pandangannya mengenai kemandirian ekonomi di pesantren. Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, pesantren harus bisa seperti Nabi Muhammad SAW yang tak hanya berdakwah, namun juga berdagang.

Kendati begitu, Ahok langsung buru-buru meminta agar pesannya tidak disalahartikan karena menyinggung soal Nabi Muhammad.

“Ini mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu bukan cuma dakwah ya, tapi juga dagang. Jadi ini jangan dipersoalkan nanti, ini nanti salah menafsirkan dan ribut lagi. Ini saya mohon-mohon maaf ini. Saya bikin disclaimer dulu ini,” kata Ahok.

Baca Juga  Soal Tabungan Rp 42 Juta, Siswi Atau Sekolah Yang Benar?

Penggambaran ini, kata Ahok, bertujuan mengingatkan para pesantren agar bisa mencapai kemandirian ekonomi. Menurutnya, seperti yang publik ketahui pesantren umumnya tak memiliki sumber penghasilan tetap.

Berdasarkan pepatah China yang dipegang Ahok, setiap hal harus mempunyai ‘sumurnya’ sendiri, termasuk pesantren. Dengan begitu, pesantren tak hanya bergantung pada sumber dana yang diberikan pihak lain dan tercapailah target kemandirian ekonomi tersebut.

“Itu yang harus dipikirkan, bagaimana dia bisa mendapatkan suatu penghasilan sendiri, yang sumurnya bisa menghidupi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Baca Juga  Maybank Siap Ganti Duit Winda, Hotman: Rp 22 M Uang Kecil!

Untuk mempunyai sumur sendiri dan mencapai kemandirian ekonomi, Ahok menilai pesantren harus bisa memanfaatkan teknologi. Begitu juga dengan komunikasi dan jaringan yang besar.

Ia mengatakan masukan ini didapatnya dari hasil berkenalan dengan seorang kiai yang merupakan lulusan Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Tanpa menyebutkan nama, ia mengaku kiai itu merupakan kenalannya dari almarhum Saefullah yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta pada era kepemimpinannya dulu.

“Jadi para santri dilatih bisnis, bukan hanya dilatih kerja, dilatih berbahasa Inggris dengan baik juga, mengerti tentang saham,” katanya.

Kala itu, Ahok menyitir Surat Al-Maidah 51 terkait dengan pemilihan umum. Ahok divonis 2 tahun penjara.(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Tembakau Sumatera Masih Jadi Primadona Penggemar Cerutu di Eropa

Berita

PM China Li Keqiang dijadwalkan bertemu Jokowi-Kalla

Arsip

Petani Tembakau Dinilai Paling Susah Sejahtera

Berita

BUMA PT Lanny Inabua Milik OAP Akan Menjadi Keran Ekonomi Berbasis Adat
Pekerja yang Baru Sebulan Kerja Berhak Mendapatkan THR-kompasnasional

Arsip

Pekerja yang Baru Sebulan Kerja Berhak Mendapatkan THR

Berita

Relawan DJM 1 Kali Lagi Dideklarasikan

Arsip

Saat Donald Trump Buat Nilai Tukar Meksiko Terjun Bebas

Ekonomi

Kalahkan Inggris, Indonesia Bakal Jadi Negara Ekonomi Terbesar ke-5 Dunia di 2024