Home / Berita

Jumat, 19 Februari 2021 - 15:44 WIB

Nelayan di Aceh Tewas Diterkam Buaya saat Cari Ikan dan Teripang

Viewer: 427
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

Kompasnasional l Sojinema Zega (35), seorang nelayan warga Gampong Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil tewas usai diterkam buaya.

Peristiwa terjadi ketika korban sedang berenang bersama rekan-rekannya di wilayah perairan Pulau Banyak Barat tepatnya di Pulau Banda.

“Diterkam buaya saat sedang berenang bersama empat orang rekannya di Pulau Banda, perairan Pulau Banyak Barat,” kata Sekretaris Satuan Tugas SAR Kepulauan Banyak, Yudistira, saat dikonfirmasi, pada Jumat (19/2/2021).

Berdasarkan keterangan saksi yang diterima oleh Tim SAR, peristiwa nahas tersebut berawal saat korban beserta empat rekannya pergi berlayar ke perairan sekitar Pulau banda, pada Rabu, 18.30 WIB.

Baca Juga  Workshop Pembangunan Komoditas Berkelanjutan Provinsi Kalbar Bisa Berkontribusi Di Sektor Perkebunan

Mereka lalu tiba di lokasi yang dinilai tepat untuk mencari ikan dan teripang.

“Mereka rencanakan akan berenang di waktu malam mencari untuk cari ikan dan teripang,” ujar Yudistira.

Sekitar pukul 24.30 WIB, tiba-tiba korban berteriak meminta tolong dikarenakan ada buaya di tempatnya berenang.

“Mendengar ada teriakan ketiga rekan korban mengejar dan menghampiri korban yang sedang diterkam buaya,” ujarnya.

Melihat korban diterkam buaya, keempat rekannya coba memberikan pertolongan. Mereka menusuk buaya menggunakan tombak ikan.

Buaya kemudian melepaskan korban dari gigitannya dan pergi meninggalkan lokasi. Sedangkan nyawa korban sudah tak terselamatkan lagi.

Baca Juga  Wali Kota Tanjungbalai Ajak Guru Beri Terobosan dan Inovasi Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Tubuh korban yang penuh luka cabikan lalu dibawa kembali oleh rekan-rekannya ke desa mereka. Jenazah korban tak lama kemudian, dikuburkan di tempat pemakaman umum di Gampong Ujung Sialit.

Yudistira mengatakan, kasus warga diterkam buaya bukanlah yang pertama kali terjadi di kawasan Pulau Banyak, terutama wilayah Pulau Banyak Barat.

“Memang banyak tempat yang habitat buaya. Ini bukan korban yang pertama, Januari tahun lalu juga ada namun korbannya selamat,” ungkapnya.
(IDNT/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wagub Kalbar Serahkan Bansos Kepada Masyarakat Terkena Banjir

Berita

Konfirmasi Positif di Samosir – Up Date 24 Oktober 2020 : Tambah 5 Kasus, 2 Sembuh, Jadi 33 Orang

Berita

Waka Polda Kalbar Periksa Peralatan Dan Perlengkapan Sat Brimobda Kalbar

Berita

Pemilik Diduga Memelihara Begu Ganjang, Dua Unit Rumah Dirusak Warga di Sumbul

Berita

Pertemuan OKI di Moskow, Menlu Retno Bahas Penyerangan RS Indonesia di Gaza

Berita

Skripsi Mahasiswa Berserakan dan Dibuang Pake Karung, Rektor Universitas di Riau Minta Maaf

Berita

Hendak Kembali ke Jakarta, Ratusan Kendaraan Pemudik Diputar Balik

Berita

Bhabinkamtibmas Polsek Badau Rutin Kampanyekan Anti Karhutla di Kecamatan Badau