Home / Internasional

Senin, 15 Februari 2021 - 11:28 WIB

Enam Bulan Hilang, Sekeluarga Asal Sudan Ditemukan Tewas di Tengah Gurun Libya

Viewer: 391
0 0
Terakhir Dibaca:53 Detik

Kompasnasional l Sekurangnya 8 orang anggota keluarga asal Sudan, ditemukan tewas berpencaran di sekitar mobilnya di tengah gurun Libya yang kering kerontang.

Terakhir keluarga dari Negara yang dilanda perang ini diketahui keberadaannya enam bulan lalu. Media lokal Libya melaporkan seperti dikutip Libya Review dan Alaraby.co.uk, Sabtu (13/2/2021).

Media lokal di Kufra, kota terdekat dari lokasi penemuan melaporkan sekitar 21 orang, termasuk anak-anak, dalam perjalanan menggunakan mobil Toyota Sequoia putih.

Baca Juga  WHO Sebut Amerika Selatan Pusat Pandemi Covid-19

Titik penemuan ini letaknya 400 kilometer barat daya kota Kufra, Libya. Mayat tiga wanita dan lima pria ditemukan tewas di tempat kejadian. Nasib 13 orang lainnya masih belum diketahui.

Investigasi yang diluncurkan polisi Libya menemukan keluarga itu berangkat dari kota El Fasher di Sudan menuju ke kota Kufra di Libya pada Agustus 2019.

Baca Juga  Wisata Musim Gugur, Lima Negara Ini Wajib Dikunjungi

Tidak hanya warga Libya, banyak pelarian dari Sudan, Mauritania dan negara-negara di Afrika utara menggunakan Libya sebagai titik transit sebelum menyeberang ke Eropa.

Tak hanya diintai kematian akibat perang, para imigran Afrika itu terancam sindikat perdagangan manusia saat berusaha mencari kehidupan lebih baik di mancanegara.
(TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Ledakan besar terdengar di ibu kota Arab Saudi, Riyadh

Arsip

Penyebab Kematian Leluhur Manusia Terpenting “Lucy” Terungkap!

Internasional

Tiongkok Makin Represif, Inggris Ajak Warga Hong Kong Murtad

Arsip

Presiden Filipina Ancam Keluar dari PBB

Arsip

Benda Jatuh Di Sumenep Sampah Antariksa Milik Amerika

Internasional

Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Polisi Tilang Perdana Menteri Karena Helm-kompasnasional

Arsip

Polisi Tilang Perdana Menteri Karena Helm

Berita

Puluhan Jamaah Tumbang Saat Wukuf dan 4 Wafat di Arafah