Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Internasional / Nasional / Reviews

Kamis, 13 Oktober 2016 - 12:52 WIB

Indonesia dan 17 Negara Tolak Naskah Pengakuan Hak LGBT di PBB

Viewer: 675
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 47 Detik

Kelompok beranggotakan 17 negara menolak naskah rencana aksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berisi pengakuan terhadap hak kelompok gay, lesbian, biseksual, dan transgender (LGBT). Indonesia termasuk negara yang menolak tersebut. Naskah ini awalnya disusun terkait strategi pengembangan perkotaan di masa depan sesuai visi bersama PBB.

Rancangan naskah awalnya diusulkan oleh Kanada, Meksiko, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Seandainya disetujui mayoritas negara, maka pengakuan terhadap hak-hak LGBT di perkotaan seluruh dunia dapat disetujui saat Konferensi PBB di Ekuador pertengahan bulan ini.

Kantor berita Reuters melaporkan, Kamis (13/10), negara-negara dengan mazhab politik konservatif langsung merapatkan barisan, termasuk Indonesia. “Kampanye menolak kalimat pengakuan hak-hak dasar LGBT itu dilakukan di balik layar oleh diplomat Belarusia,” kata sumber yang terlibat langsung dalam pembahasan agenda pembangunan perkotaan itu.

Baca Juga  Jelang Bulan Suci Ramadhan, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bersama Warga Bersihkan Makam Di Perbatasan.

Indonesia bergabung bersama Rusia, Qatar, Bangladesh, Arab Saudi, Nigeria, Malaysia, Pakistan, hingga Uni Emirat Arab, menuntut istilah LGBT dihapus. Selanjutnya, 17 negara itu menyodorkan kalimat alternatif, “pembangunan perkotaan wajib ramah pada keluarga.”

Perlawanan terhadap rancangan aksi ramah gay dan lesbian ini sudah dimulai sejak konferensi tentang kota di Surabaya, Jawa Timur, Juli lalu. Utusan pemerintah Indonesia di hadapan ratusan delegasi seluruh dunia, menyatakan tidak ada ruang bagi LGBT diakui secara legal formal oleh negara. Sikap serupa diambil oleh negara Asia Tenggara lainnya. Dipicu sikap Indonesia itulah, Belarusia kemudian aktif menggalang dukungan, khususnya menggandeng Rusia, untuk mengganti kata ‘LGBT’ dengan ‘keluarga’.

Perlawanan 17 negara ini disesalkan oleh Josh Bueckert, juru bicara pemerintah Kanada. Naskah rencana aksi PBB tentang perkotaan itu salah satu upaya nyata pihaknya meningkatkan harkat warga penyuka sesama jenis yang selama ini terpinggirkan, baik secara politik, ekonomi, maupun sosial. “Sayang sekali, lagi-lagi posisi komunitas LGBT dipinggirkan,” ujarnya.

Baca Juga  Bobotoh Berulah Lagi, Persib Bandung Kena Sanksi Lebih Berat

Pada naskah rencana aksi tersebut, LGBT hanya satu dari sekian jenis kelompok minoritas yang diharapkan PBB dapat dilindungi pemerintah masing-masing saat mengembangkan perkotaan. Di antaranya adalah perempuan, difabel, masyarakat adat, tunawisma, hingga pencari suaka. Untuk kelompok-kelompok lain ini, Indonesia dan 17 negara lain tidak mempermasalahkan.

Isu terkait LGBT masih sangat sensitif dibicarakan di PBB. Sebanyak 76 negara tercatat memiliki hukum formal yang mengkriminalisasi hubungan sesama jenis. Sedangkan tujuh negara menjatuhkan hukuman mati bagi warga yang terbukti anggota komunitas LGBT (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Anies Baswedan Masuk dalam Empat Tokoh Paling Popular Versi Polling Al Jazeera

Berita

Pemkot Pematangsiantar Lakukan Pemetaan Pada Sekolah Hasil Regrouping
Dua pesawat F-5E Tiger Milik Unit Akrobatik Patrouille Suisse Tabrakan di Udara-kompasnasional

Arsip

Dua pesawat F-5E Tiger Milik Unit Akrobatik Patrouille Suisse Tabrakan di Udara

Berita

Kepergok Mencuri, Maling Tebar Ratusan Lembar Uang Rp50 Ribu di Jalan
Terduga Penganiaya Serda Septian yang Berujung Kematian Berpangkat Mayor-KompasNasional

Arsip

Terduga Penganiaya Serda Septian yang Berujung Kematian Berpangkat Mayor

Berita

Razman Arief Nasution Kunjungi Kota Psp Disambut Tim Pengurus PBH-AB Tabagsel

Berita

Wakil Gubernur Kalbar Hadir Rakor Persiapan PON XX Bersama Menpora Dan Ketua DPD RI

Berita

Kapolres Melawi Bagikan Sembako Kepada Anak Berkebutuhan Khusus di Yayasan ALMA*