Home / Berita

Minggu, 31 Januari 2021 - 19:41 WIB

Pecah Lagi, Bongkahan Es Terbesar Dunia Seluas Pulau Bali Lenyap

Viewer: 498
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 25 Detik

Kompasnasional l Bongkahan es raksasa perairan Antartika yang dikenal dengan nama A68a kini tengah “sekarat”.

Bagian terbesar terakhir dari bongkahan es yang terbentuk di Antartika itu kembali terbelah.

Citra satelit menunjukkan setidaknya dua bongkahan es ini hanyut berdekatan sejauh sekitar 135 kilometer ke sisi tenggara Kepulauan Georgia Selatan yang dikuasai Inggris.

Dua bongkahan ini diyakini akan segera saling bergerak menjauhi satu sama lain.

Selama lebih dari tiga tahun, A68a adalah bongkahan es terbesar di dunia. Ukuran terbesarnya pernah setara dengan luas Pulau Bali.

Namun iklim yang semakin hangat dan arus laut yang agresif secara perlahan memecah bongkahan es ini dan menggerakkannya ke arah utara, menjauhi Antartika menuju perairan Atlantik Selatan.

Baca Juga  Bupati Samosir Dorong Pengembangan Kuliner Lokal di Objek Wisata Lagundi

Bongkahan es diberi nama secara berurutan. Huruf awal menunjukkan kuadran benua putih tempat mereka terbentuk, sedangkan nomor merupakan catatan posisinya dalam urutan tersebut.

Nama setiap bagian utama yang terpisah dari bongkahan es asli kemudian mendapatkan akhiran berupa huruf.

Setelah pecahan yang terjadi terakhir ini, bongkahan yang lebih besar akan tetap menggunakan nama A68a. Sementara itu, bongkahan yang lebih kecil akan dinamakan A68g.

Namun penamaan ini harus disetujui Pusat Es Nasional Amerika Serikat, lembaga yang mengawasi sistem pemberian nama bongkahan es.

Jelang akhir tahun lalu, A68a terlihat seperti jarum penunjuk yang besar jika dilihat dari luar angkasa.

Baca Juga  Walikota Siantar Harapkan Sinode Bolon GKPS, Hasilkan Program yang Baik Untuk Pelayanan Jemaat

Ukurannya yang besar sempat dikhawatirkan akan mengganggu ekosistem Georgia Selatan, terutama jika mencapai kawasan lepas pantai yang dangkal.

Keberadaan bongkahan besar es itu dinilai dapat mengganggu aktivitas kawanan penguin dan anjing laut yang mencari makanan di pulau itu.

Bagaimanapun, pertanyaan besarnya sekarang adalah apakah tim ekspedisi ilmiah dapat menemukan hal berharga saat mereka tiba di lokasi bongkahan es tersebut.

Tim peneliti dijadwalkan segera berlayar dengan Kapal Riset James Cook dari Kepulauan Falkland menuju menuju Georgia Selatan.(VCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wakapolres Sanggau Hadiri Zoom Meeting Bersama Kalemdiklat Polri

Berita

Dukung Vaksinasi Massal Covid-19 Lintas Agama, Polda Kalbar Terjunkan 86 Petugas

Berita

Konsumsi Petai Bisa Merusak Ginjal, Mitos atau Fakta?

Berita

Awali Tahun 2021, Dandim 0313/KPR Adakan Coffee Morning Bersama Insan Pers dan Ormas

Berita

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Plt. Kadisdik Pematangsiantar Canangkan Program Sekolah Unggulan

Asahan

Kamaluddin Nazuli Siregar Pimpin PC HIMMAH ASAHAN 2021-2023

Berita

Bupati Tapsel : Mari Kita Motivasi Masyarakat Desa Agar Menjaga Kebersihan Bersama

Berita

Bupati Melawi Menghadiri Sertijab Direktur PDAM Tirta Melawi