Home / Berita

Minggu, 31 Januari 2021 - 19:41 WIB

Pecah Lagi, Bongkahan Es Terbesar Dunia Seluas Pulau Bali Lenyap

Viewer: 522
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 25 Detik

Kompasnasional l Bongkahan es raksasa perairan Antartika yang dikenal dengan nama A68a kini tengah “sekarat”.

Bagian terbesar terakhir dari bongkahan es yang terbentuk di Antartika itu kembali terbelah.

Citra satelit menunjukkan setidaknya dua bongkahan es ini hanyut berdekatan sejauh sekitar 135 kilometer ke sisi tenggara Kepulauan Georgia Selatan yang dikuasai Inggris.

Dua bongkahan ini diyakini akan segera saling bergerak menjauhi satu sama lain.

Selama lebih dari tiga tahun, A68a adalah bongkahan es terbesar di dunia. Ukuran terbesarnya pernah setara dengan luas Pulau Bali.

Namun iklim yang semakin hangat dan arus laut yang agresif secara perlahan memecah bongkahan es ini dan menggerakkannya ke arah utara, menjauhi Antartika menuju perairan Atlantik Selatan.

Baca Juga  Bupati Taput: "Pendirian Universitas Negeri Menjadi Triger Cepat dan Tepat demi Kemajuan Tapanuli"

Bongkahan es diberi nama secara berurutan. Huruf awal menunjukkan kuadran benua putih tempat mereka terbentuk, sedangkan nomor merupakan catatan posisinya dalam urutan tersebut.

Nama setiap bagian utama yang terpisah dari bongkahan es asli kemudian mendapatkan akhiran berupa huruf.

Setelah pecahan yang terjadi terakhir ini, bongkahan yang lebih besar akan tetap menggunakan nama A68a. Sementara itu, bongkahan yang lebih kecil akan dinamakan A68g.

Namun penamaan ini harus disetujui Pusat Es Nasional Amerika Serikat, lembaga yang mengawasi sistem pemberian nama bongkahan es.

Jelang akhir tahun lalu, A68a terlihat seperti jarum penunjuk yang besar jika dilihat dari luar angkasa.

Baca Juga  Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan Berhasil Mengungkap Kasus Narkoba Sebanyak Tujuh Kasus.

Ukurannya yang besar sempat dikhawatirkan akan mengganggu ekosistem Georgia Selatan, terutama jika mencapai kawasan lepas pantai yang dangkal.

Keberadaan bongkahan besar es itu dinilai dapat mengganggu aktivitas kawanan penguin dan anjing laut yang mencari makanan di pulau itu.

Bagaimanapun, pertanyaan besarnya sekarang adalah apakah tim ekspedisi ilmiah dapat menemukan hal berharga saat mereka tiba di lokasi bongkahan es tersebut.

Tim peneliti dijadwalkan segera berlayar dengan Kapal Riset James Cook dari Kepulauan Falkland menuju menuju Georgia Selatan.(VCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Terjadi Kecelakaan Maut Di Desa Manggala Nanga Pinoh.

Berita

Dongkrak Pajak Daerah Tanpa Bebani Masyarakat

Berita

Sambut HUT ke-76 TNI, Pangdam XII/Tpr Pimpin Ziarah ke TMP Dharma Patria Jaya

Berita

*Pangdam XII/Tpr Pimpin Sertijab Enam Pamen Kodam*

Berita

Dukung Smart City, POSSI Halmahera Selatan Resmi Terbentuk

Berita

Walikota Serahkan Bantuan Kepada Dekranasda Kota P.Sidimpuan

Berita

Masyarakat Desa Simatohir Hibahkan Tanah Ke Pemko P.Sidempuan, Wujudkan Desa Wisata

Berita

Selama PPKM Darurat di Pontianak Sejumlah Ruas Jalan Bakal Disekat