Home / Daerah

Minggu, 17 Januari 2021 - 15:26 WIB

Heboh Harga BBM Rp30.000 Pasca-Gempa Mamuju, Pertamina: Beli di SPBU

Viewer: 397
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 8 Detik

Kompasnasional l Pasca bencana gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), Pertamina terus menghimbau masyarakat untuk membeli BBM di SPBU. Pertamina memastikan seluruh SPBU di Majene dan Mamuju tetap beroperasi dan menjual BBM dengan harga resmi sesuai ketentuan.

Senior Vice President Corporate Comunication and Investor Relation, Agus Suprijanto menegaskan selain harga resmi, pembelian BBM di SPBU lebih terjamin kualitas dan takarannya.
Harga BBM di SPBU sesuai ketentuan.

Masyarakat tidak perlu khawatir, seluruh SPBU buka dan melayani seperti biasa. Stok juga aman. Bahkan Pertamina juga menyiagakan 2 mobil tanki stand by berkapasitas total 32.000 liter di SPBU wilayah Majene dan Mamuju,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/1/2021).

Baca Juga  Kebakaran Lahan Gambut di Pontianak Meluas Dekati Pemukiman Penduduk

Agus menambahkan, Pertamina juga menyiapkan tambahan cadangan mobil tangki BBM sebanyak 4 unit dengan total kapasitas 64 kilo liter yang diberangkatkan dari Kalimantan menuju Fuel Terminal Parepare.

Upaya ini, tambah Agus merupakan komitmen Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM untuk masyarakat Mamuju dan Majene Sulawesi Barat.

Pertamina juga meminta masyarakat waspada akan adanya informasi-informasi tidak benar (hoax) kekosongan BBM di SPBU yang bertujuan agar masyarakat membeli BBM di pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga resmi Pertamina di SPBU.

Baca Juga  Tokoh Pemuda Sipungguk Syafrizal Jadi Narasumber Acara Pelantikan, Upgrading, dan Rapat Kerja pengurus PPPMD

“Tidak benar isu yang menyatakan kekosongan BBM di SPBU. Apalagi dengan digitalisasi SPBU yang sudah berjalan, stok BBM di setiap SPBU di wilayah Mamuju dan Majene terpantau dengan baik di dashboard command centre Pertamina,” ungkap dia.(OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Daerah

Desa Kampung Panjang Terima Bantuan Pemerintah Untuk Program 2021

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

KPK Tangkap 5 Orang di Blitar dan Tulungagung, Sita Uang Rp2 Miliar

Berita

PUK F SPTI-KSPSI Pondok Batu Tapteng Terbentuk

Daerah

Tuntut Hak Tanah Ulayat di kembalikan, Masyarakat Adat Gunung Sahilan Blokade Kenderaan Perusahaan PT. RAPP dan Grupnya

Berita

Warga Aceh Timur Tewas Dibacok Pria yang Diduga Gangguan Jiwa
Ket:Foto// dari kiri ke kanan Vice President Lions Club Golden Estate Lion Leo Lopulisa, President Agustina, Wakapolres Tanjung Balai Kompol H. Jumanto, SH. MH dan paling kanan Kapolsek Tanjung Balai Selatan Kompol S. Purba

Asahan

Polres Tanjung Balai Bersama Lions Club Medan Golden Estate Bagikan Bansos Kepada Masyarakat.

Daerah

HUT Kampar 71, Rapat Paripurna Dilaksanakan Secara Virtual