Kompas Nasional |Mempawah Kalbar- Pembangunan Pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang dikelola PT. Borneo Alumina Indonesia (BAI), di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, resmi dimulai
Pemancangan tiang pertama pabrik pengolahan bauksit menjadi alumina dilakukan Gubernur Sutarmidji secara virtual dari kantor Gubernur Kalbar.
Turut menyaksikan, Bupati Mempawah, Erlina dan Wakil Bupati, Muhammad Pagi, bersama Forkopimda dan jajaran manajemen PT. BAI.
Gubernur Kalbar, Sutarmidji, atas nama pemerintah provinsi menyambut baik dan mendukung penuh dimulainya pembangunan pabrik SGAR PT. BAI di Kabupaten Mempawah.
Dengan demikian, apa yang menjadi harapan Presiden Joko Widodo agar Indonesia berhenti mengimpor bahan baku aluminium dapat terwujud.
“Kedepan, kita tidak perlu lagi mengekspor biji bauksit dalam bentuk mentah, tetapi dihilirisasi terlebih dahulu. Kalau misalnya di Kalbar, maka hendaknya biji bauksit di hilirisasi di daerah kita.
Karena untuk ekspor, pelabuhannya sudah tersedia di Kabupaten Mempawah, yaitu melalui terminal kijing.
Sedangkan infrastruktur lainnya segera menyusul,” ungkapnya.
Gubernur optimis, keberadaan pabrik SGAR ditambah beroperasinya terminal kijing di Kabupaten Mempawah akan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat, bahkan menjadi yang terdepan se-Kalimantan.
Untuk itu, ia berharap pembangunan kedua mega proyek tersebut tidak mengalami kendala di lapangan.
“Saya minta kepada stakeholder di Kabupaten Mempawah tetap saling bersinergi dan berkoordinasi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi agar pembangunan yang masuk dalam proyek strategis nasional ini dapat berjalan tanpa hambatan.
Jika ada masalah segera selesaikan agar tidak semakin membesar,” ucapnya.
Sebelumnya, Bupati Erlina mengaku bahagia atas pembangunan pabrik SGAR di wilayahnya.
Ia menilai, pemancangan tiang pertama ini menjadi bukti kesungguhan Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM, beserta Pemprov Kalbar dan Pemkab Mempawah yang bersinergi dengan PT. BAI, sehingga pembangunan salah satu proyek besar dan strategis itu dapat terwujud.
“Pemkab Mempawah sangat mendukung keberlangsungan pembangunan pabrik SGAR.
Karena akan membawa dampak ekonomi yang besar bagi daerah dan masyarakat, tidak hanya bagi Kabupaten Mempawah dan Kalbar.
Tetapi secara khusus bagi masyarakat di kecamatan sungai kunyit,” ungkapnya.
Karena itu, selaku kepala daerah, Erlina mengharapkan agar manajemen PT. BAI nantinya dapat merekrut warga Kabupaten Mempawah.
Dalam pembangunan proyek SGAR, tentunya sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.
“Untuk profesi yang menyangkut teknologi tinggi, silakan gunakan tenaga kerja luar.
Tentunya harus sesuai aturan dan UU Ketenagakerjaan, sehingga tidak menimbulkan masalah yang menghambat pembangunan di kemudian hari,” tegas dia.
Dilansir dari media online Kompas Nasional, Erlina meminta Camat Sungai Kunyit beserta jajarannya, Kepala Desa Bukit Batu beserta jajarannya, serta seluruh masyarakat Sungai Kunyit untuk mendukung kelancaran pembangunan pabrik SGAR ini.
“Karena apabila pembangunan ini berjalan lancar dan sesuai rencana, maka akan mempercepat kemajuan pembangunan ekonomi dan pembangunan masyarakat di Kecamatan Sungai Kunyit khususnya, serta Kabupaten Mempawah pada umumnya,” pungkas Bupati.
(Hasnan Sutanto)








