Viewer: 767
0 0

Home / Kesehatan

Rabu, 23 Desember 2020 - 13:23 WIB

Vaksin Covid 19 Mulai diedarkan, Kenali Efek Sampingnya

Viewer: 768
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 9 Detik

Kompasnasional l Vaksin Covid-19 sudah ditemukan dan mulai diedarkan ke seluruh dunia.

Tentunya, hal ini menjadi harapan baru untuk mengakhiri pandemi ini. Di sisi lain, temuan vaksin Covid-19 ini membawa keprihatinan tersendiri.

Pasalnya, pengembangan vaksin ini tergolong cepat sehingga banyak orang yang khawatir akan efek sampingnya.

Efek samping vaksin Covid-19
Melansir data Celveland Clinic, sudah ada dua jenis vaksin yang telah mendapat lampu hijau untuk didistribusikan, yakni vaksin Pfizer dan Moderna mRNA.

Vaksin Pfizer dikembangkan oleh BioNTech dan Pfizer Inc, sedangkan vaksin Moderna mRNA dikembangkan oleh moderna.

Kedua jenis vaksin tersebut diklaim memiliki efektivitas sebesar 95 persen selama uji coba.

Sebenarnya, belum ada vaksin yang sepenuhnya disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk dijual ke rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan.

Akan tetapi, dua jenis vaksin tersebut disetujui untuk izin penggunaan darurat.

Dengan demikian, vaksin yang telah diedarkan itu masih akan ters diuji coba untuk membuktikan kemanan dan efektivitasnya.

Baca Juga  Kabar Baik dari Penelitian Vaksin Covid-19

Efek samping umum dari vaksin Pfizer dan Moderna mRNA, antara lain:

nyeri, kemerahan, dan bengkak di lokasi suntikan
kelelahan
sakit kepala
nyeri otot dan persendian
demam ringan dan menggigil.
Sebenarnya, setiap vaksin pasti memiliki efek samping. Namun, manfaat vaksin lebih besar daripada efek sampingnya.

Efek samping yang terjadi juga menunjukan indikasi bahwa vaksin sedang melakukan tugasnya untuk membantu tubuh mengembangkan kekebalan terhadap virus. Jadi, masyarakat tak perlu khawatir akan hal itu.

“Banyak orang menghindari vaksin karena takut efek sampingnya. Padahal, manfaat vaksin lebih besar daripada efek sampingnya,” kata Dr. H. Dirk Sostman, presiden Academic Institute di Houston Methodist.

Semua vaksin Covid-19 juga telah diuji ketat secara klinis, dan ditinjau secara menyeluruh oleh FDA, CDC, serta lembaga kesehatan terpercaya dan independen.

“Setiap kemungkinan adanya efek samping akan dinformasikan denganjelas ke publik,” tambah Sostman.

Spesialis perawatan klinis dari Cleveland Clinic, Rachel Scheraga, mengatakan, hingga saat ini belum ada efek samping lain yang ditemukan mengenai vaksin Covid-19 yang beredar.

Baca Juga  Jamu Herbal Akar Dewa ala Warga Ponorogo Ini Diklaim Tingkatkan Imun

Efek samping yang terjadi masih sama seperti vaksin-vaksin pada umumnya.

“Namun, ini masih proses awal dan masih akan trus dilakukan pengujian,” ucap Scheraga.

Bisakah vaksin tersebut memicu infeksi Covid-19?
Selain itu, banyak orang yang juga menkhawatirkan vaksin Covid-19 ini bisa memicu reaksi infeksi.

Menuru Scheraga, vaksin yang sudah disetujui peredarannya itu tidak akan memicu penularan Covid-19.

“Setelah vaksinasi, sistem kekebalan tubuh bisa melawannya dengan cepat. Jadi, tidak akan memicu infeksi,” ucap dia.

Jadi, kekhawatiran akan efek samping tersebut tak perlu dirisaukan oleh masarakat.

Vaksin Covid-19 yang sidah diedarkan itu telah melalui banyak eksperimen.

” Vaksin yang sudah ada itu telah teruji keamanan dan efektivitasnya. Jadi, tak perlu kahwatir lagi,” tambah Scheraga.
(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Gula dan Pemanis Buatan, Mana yang Lebih Berbahaya?

Asahan

MEMPERINGATI HARI LIONS INDONESIA KE 52, LIONS CLUB GOLDEN ESTATE DAN LIONS CLUB GOLDEN SHELL GELAR DONOR DARAH AMAL

Gaya Hidup

Sering Disingkirkan saat Makan, Ini 7 Manfaat Konsumsi Seledri

Kesehatan

Ini 6 tempat dengan risiko tinggi penularan virus corona menurut WHO

Kesehatan

Kasus Positif Covid-19 Hari Ini Capai 2.657, Jokowi: Ini Sudah Lampu Merah!

Daerah

Kacau, Alat Rapid Test China Bikin Orang Negatif Jadi Positif Corona

Berita

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Kesehatan

Cara Mencegah Tertular Virus Corona Varian Delta