Kompasnasional | Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi hingga Jumat (20/11) masih menyelidiki motif kasus bunuh diri Muslim (42), seorang dosen bergelar doktor dari Universitas Jambi (Unja).
Namun istri korban dan anggota keluarga korban belum bisa dimintai keterangan. Sementara jenazah korban akan dimakamkan di Desa Mendalo Indah, Muarojambi, Jumat (20/11/2020) ini, setelah menjalani visum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi.Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Muarojambi, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Amradi di Jambi, Jumat (20/11/2020) menjelaskan, Muslim yang merupakan seorang dosen jurusan matematika di Fakultas Keguruan dn Ilmu Pendidikan (FKIP) Unja diketahui tewas bunuh diri Kamis (19/11/2020) pukul 04.30 WIB.Orang pertama yang mengetahui korban twas bunuh diri dengan cara menggantung diri di rumahnya, Desa Mendalo Indah, yaitu istri korban, Dewi. Mendengar ibunya berteriak histeris, anak korban, Zahra datang dan melihat ayahnya tergantung di tangga rumah.Setelah melihat kejadian, Zahra memanggil tetangga, Efizal Admi dan Mansur. Ketika kedua orang tetangga tersebut datang, jasad korban sudah diturunkan oleh isterinya dengan memutus tali menggunakan pisau dapur. Sewaktu Efizal memeriksa nadi korban, denyut nadinya tidak ada lagi,”katanya.
Sementara itu, Dekan FKIP Unja, Asrial mengatakan, terkejut mendengar staf pengajar Unja tersebut tewas gantung diri. Menurut Asrial, Muslim yang meraih gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM) termasuk dosen muda yang berprestasi.
“Selama bertugas di Unja, Muslim terkenal juga sebagai seorang dosen periang. Saya belum pernah mengetahui adanya persoalan serius yang dihadapi Muslim di kampus. Terakhir saya ketemu almarhum di kampus, Senin (9/11). Ketiga saya tegur, almarhum menyahut dan tidak ada mengeluh mengenai suatu masalah,”katanya. (BSC/Red)







