Viewer: 1398
0 0

Home / Berita / Daerah

Senin, 9 November 2020 - 20:40 WIB

SMKN 1 Siantar Workshop Penyusunan Budaya Kerja

Viewer: 1399
0 0
Terakhir Dibaca:3 Menit, 18 Detik


Kompas Nasional l Simalungun
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I (SMKN 1) Jalan Sangnawalu, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara adakan Workshop Penyusunan Aturan Budaya Kerja, Senin  (10/11/2020)


Workshop ini dihadiri oleh, Kacabdis Darwin Erikson Purba, S.Sos, MPd, Kepala Sekolah SMKN1 Siantar M. Syahrizal Damanik, SPd, MPd, Ketua workshop Sarmaida Siahaan, MPd. dan sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Syaifullah, M. Kom Dosen ISTIKOM Tunas Bangsa, Romy Boston Siregar, SPd dari Instruktur Provinsi, Ivan SPd sebagai moderator, juga dihadiri guru SMK sebanyak 30 orang.


Kepala Sekolah SMKN1, M.Syahrizal Damanik dalam sambutannya mengatakan, adapun tujuan dari Budaya kerja ini adalah untuk penguatan karakter, supaya alumni SMK bisa memberikan karakter yang baik, berkepribadian yang baik, beragama yang baik.
Syahrizal juga mengatakan, agar nantinya hal yang positif bisa diajarkan guru seperti displin, dengan berbekal yang baik tadi anak didik bisa bertahan  dan bisa berkompotisi di dunia industri maupun lapangan kerja.
“Jadi nantinya kelulusan SMK kita ini bisa bersaing dengan wilayah-wilayah pencari kerja, dan sebenarnya ini adalah istilah yang sudah lama” sebut Rizal.


Dalam kesepatan ini juga Darwin Erikson Purba selaku Kacabdis menjelaskan, bahwa pelaksanaan workshop bertujuaan untuk meningkatkan potensi kelulusan SMK, karena selama ini pemerintah masih memandang kelulusan SMK sepenuhnya belum bisa terjun kelapangan kerja maupun bekerja di dunia industri.
Lanjut Darwin, oleh karena itu bantuan pemerintah ini meningkatkan konpotensi guru-guru untuk penguatan budaya kerja, selanjutnya kalau guru-guru sudah diberikan penguatan budaya kerja maka akan lebih baik meningkatkan kompotensi dari anak didik.l
Jadi harapan pemerintah nantinya dengan adanya budaya kerja ini, anak didik yang sudah lulus bisa berwiraswasta dan diterima di dunia kerja maupun di dunia industri.
Darwin juga berharap, untuk SMK khususnya  di kabupaten simalungun anak didik lebih termotifasi dengan adanya penguatan ini,muda-mudahan peserta didik sudah lebih bagus kedepan dan kopotensi yang dimiliki kelulusan sudah semakin bagus. ujarnya.

Baca Juga  Ricuh Demo Apdesi di Depan DPR: Blokade Tol hingga Lubangi Tembok


Saat di tanya apa harapan SMK maupun kerja sama ke Disnaker, Kacabdis menegaskan, untuk Disnaker itukan program terdahulu yang kita sosialisasi untuk bekerja sama dengan SMK untuk menyediakan  bursa kerja bagi kelulusan SMK dan sudah ada semacam Tim Pokja untuk mendata kelulusan, dan tim pokja ini juga mencari beberapa perusahaan atau industri yang membuka lapangan kerja semacam MOU. Tegasnya.
Syaifullah selaku dosen ISTIKOM Tunas Bangsa dalam orasinya menjelaskan,  adapun topik workshop saat ini adalah  penguatan budaya kerja mencerminkan karakter yang positif.


Kegiatan ini juga memotipasi di dunia kerja yang utamanya adalah untuk aturan dan pedoman di dunia budaya kerja,tentang budaya kerja,seperti apa budaya kerja supaya kita bisa memotipasi diri kita supaya lebih baik.
Syaifullah juga mengatakan, bahwa penyampain disini supaya bisa sharing karena dunia kerja swasta/negeri sama saja tetap didasari dari budaya kerja, supaya kita lebih semangat guru bisa mendidik anak didik lebih baik. Katanya.
Dosen itu juga menerangkan, bahwa Budaya kerja adalah suatu falsafah yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat kebiasaan dan kekuatan pendorong, membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat atau organisasi.
Kemudian tercermin dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja.
Budaya kerja organisasi adalah manajemen yang meliputi pengembangan, perencanaan, produksi dan pelayanan suatu produk yang berkualitas dalam arti optimal, ekonomi dan memuaskan.
Adapun tujuan dan Manfaat Budaya Kerja itu adalah, melaksanakan budaya kerja mempunyai arti yang sangat dalam, karena akan merubah sikap dan perilaku sumber daya manusia untuk mencapai produktivitas kerja yang lebih tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan.
Sedangkan manfaat yang didapat antara lain, menjamin hasil kerja dengan kualitas yang lebih baik, membuka seluruh jaringan komunikasi, keterbukaan, kebersamaan, kegotong-royongan, kekeluargaan, menemukan kesalahan dan cepat memperbaiki.
Cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan dari luar faktor eksternal seperti pelanggan, teknologi, sosial, ekonomi, dan lain-lain, mengurangi laporan berupa data-data dan informasi yang salah dan palsu.
Tujuan fundamental budaya kerja untuk membangun sumber daya manusia seutuhnya agar setiap orang sadar bahwa mereka berada dalam suatu hubungan sifat peran sebagai pelanggan pemasok dan komunikasi dengan orang lain secara efektif dan efisien serta menggembirakan. ungkap Syaifullah.Penulis : Toni TambunanEdotor   : Nilson Pakpahan

Baca Juga  Gubernur Sutarmidji Serahkan Bantuan Dari Presiden Untuk Masyarakat Silat Hilir
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Lagi, Koramil Sayan Kawal dan Amankan Jalannya Pemakaman Jenazah Terkonfirmasi Covid – 19

Berita

Setelah Dampingi Pengurusan Izin, DPC APRI Lakukan Sweping Peredaran Miras di Kusubibi

Berita

Pasca 9 orang Staf Puskesmas Tanah Jawa Terkonfirmasi Positif Covid-19, Untuk Sementara Pelayanan di Tutup

Berita

Pemko Siantar Mengajukan Diri Jadi Tuan Rumah MTQ Sumut 2022

Berita

Berita Tapsel. Bupati Tapsel : “Jangan Pernah Anggap Enteng Covid-19 Sebab Sampai Saat Ini Pandemi Covid-19 Belum Berakhir”

Arsip

Pesawat Jatuh Di Rumah Tetangga, Korban Dilarikan Ke Rumah Sakit

Berita

Mutu Pendidikan di Kota Pematangsiantar Diambang Kehancuran

Berita

Keluarga Gus Dur Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019