Viewer: 1224
0 0
Viewer: 1225
0 0

Home / Teknologi

Kamis, 8 Oktober 2020 - 07:33 WIB

Kepala LAPAN: ‘Kiamat’ Terjadi Saat Satelit Terganggu

Viewer: 1226
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 44 Detik

Kompasnasional | Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengemukakan bahwa pada masa revolusi industri 4.0 saat ini ‘kiamat’ bisa terjadi ketika satelit yang mengantariksa terganggu dan menimbulkan gangguan besar bagi kehidupan manusia di Bumi.

Saat membuka webinar “Festival Sains Antariksa 2020: Satellite for Better Life” secara daring di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2020, Thomas mengatakan pada tahun 2012 masyarakat ribut soal datangnya kiamat, namun yang terjadi sebenarnya adalah bahwa badai matahari mengancam operasi satelit di antariksa.

“Bayangkan jika satelit terhantam badai matahari dan rusak, ada yang mati dan tidak bisa berfungsi lagi, dan justru mengganggu satelit lain yang masih berfungsi. Maka sekian banyak kehidupan di Bumi akan terganggu, sekian banyak operasional bank terganggu. Itu terjadi saat satelit Telkom-1 milik PT Telkom Indonesia terganggu dan membuat masyarakat tidak bisa akses ATM,” kata Thomas.

Baca Juga  [Video] Robot Ini Akhiri Tradisi 'Camping' Buat Beli iPhone Baru

Sejak satelit Sputnik 1 yang diluncurkan Rusia mengorbit pada 1957, teknologi satelit terus berkembang dan semakin menjadi kebutuhan. Teknologi satelit menjadi tulang punggung teknologi informasi dan komunikasi yang sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa ini.

Indonesia menjadi negara ke-3 sesudah Amerika Serikat dan Kanada yang memanfaatkan satelit komunikasi dengan meluncurkan satelit Palapa tahun 1976.

Sejak saat itu, Thomas mengatakan, masyarakat membiasakan penggunaan satelit untuk komunikasi. Penggunaan satelit kemudian meluas ke bidang penyiaran dan kemudian internet.

Indonesia, ia melanjutkan, juga menggunakan satelit untuk memantau Bumi, cuaca, sumber daya alam, dan lingkungan di samping untuk keperluan telekomunikasi data perbankan.

Baca Juga  Aldrich Virgo, Bocah 6 Tahun yang Piawai Main Drum

“BRI satu-satunya yang punya satelit sendiri, dan kita paham perbankan salah satu sektor perekonomian yang banyak didukung teknologi satelit. Komunikasi data sangat bergantung dengan satelit. Tanpa membawa uang tunai kini kita bisa mengambil di ATM,” kata Thomas.

Thomas menyebut tahun 2020 sebagai tahun istimewa karena berbagai pembatasan dan hambatan yang muncul akibat pandemi Covid-19 memaksa masyarakat meloncat lebih cepat ke kehidupan revolusi industri 4.0.

Pandemi membuat berbagai kegiatan harus dilakukan dari jarak jauh, mulai dari jual beli, pembelajaran, rapat-rapat pemerintah, seminar, hingga konferensi.

“Sekarang siswa juga dipaksa untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Tentu masing-masing kita harus belajar terkait perkembangan baru ini,” katanya.(T/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Smartphone Android Nougat Pertama Berkamera dan Baterai “Jumbo”!

Teknologi

Indonesia Bakal Produksi 14 Juta Kendaraan Listrik pada 2035

Teknologi

Lagi, Jembatan Kaca di Tiongkok Pecahkan Rekor Dunia

Teknologi

Mineral Baru Ditemukan pada Batu yang Ditambang 2 Abad Silam

Arsip

Percepat Koneksi 5G, Intel Gandeng Industri IT

Berita

Jeep Segera Produksi SUV Kecil Seukuran Suzuki Jimny

Arsip

Negara Luar Angkasa Asgardia Bisa Tampung hingga 1,5 Juta Jiwa
Bos Indosat Bantah Ancam Penjarakan yang Manfaatkan Errornya Carrier Billing-KompasNasional

Arsip

Bos Indosat Bantah Ancam Penjarakan yang Manfaatkan Errornya Carrier Billing