Viewer: 1203
0 0
Viewer: 1204
0 0

Home / Teknologi

Kamis, 8 Oktober 2020 - 07:33 WIB

Kepala LAPAN: ‘Kiamat’ Terjadi Saat Satelit Terganggu

Viewer: 1205
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 44 Detik

Kompasnasional | Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengemukakan bahwa pada masa revolusi industri 4.0 saat ini ‘kiamat’ bisa terjadi ketika satelit yang mengantariksa terganggu dan menimbulkan gangguan besar bagi kehidupan manusia di Bumi.

Saat membuka webinar “Festival Sains Antariksa 2020: Satellite for Better Life” secara daring di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2020, Thomas mengatakan pada tahun 2012 masyarakat ribut soal datangnya kiamat, namun yang terjadi sebenarnya adalah bahwa badai matahari mengancam operasi satelit di antariksa.

“Bayangkan jika satelit terhantam badai matahari dan rusak, ada yang mati dan tidak bisa berfungsi lagi, dan justru mengganggu satelit lain yang masih berfungsi. Maka sekian banyak kehidupan di Bumi akan terganggu, sekian banyak operasional bank terganggu. Itu terjadi saat satelit Telkom-1 milik PT Telkom Indonesia terganggu dan membuat masyarakat tidak bisa akses ATM,” kata Thomas.

Baca Juga  Kekuatan Indonesia Jadi Raja Baterai dan Mobil Listrik di Asean

Sejak satelit Sputnik 1 yang diluncurkan Rusia mengorbit pada 1957, teknologi satelit terus berkembang dan semakin menjadi kebutuhan. Teknologi satelit menjadi tulang punggung teknologi informasi dan komunikasi yang sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa ini.

Indonesia menjadi negara ke-3 sesudah Amerika Serikat dan Kanada yang memanfaatkan satelit komunikasi dengan meluncurkan satelit Palapa tahun 1976.

Sejak saat itu, Thomas mengatakan, masyarakat membiasakan penggunaan satelit untuk komunikasi. Penggunaan satelit kemudian meluas ke bidang penyiaran dan kemudian internet.

Indonesia, ia melanjutkan, juga menggunakan satelit untuk memantau Bumi, cuaca, sumber daya alam, dan lingkungan di samping untuk keperluan telekomunikasi data perbankan.

Baca Juga  Sebelas Proyek Riset RI Dapat Dana Rp 100 Miliar

“BRI satu-satunya yang punya satelit sendiri, dan kita paham perbankan salah satu sektor perekonomian yang banyak didukung teknologi satelit. Komunikasi data sangat bergantung dengan satelit. Tanpa membawa uang tunai kini kita bisa mengambil di ATM,” kata Thomas.

Thomas menyebut tahun 2020 sebagai tahun istimewa karena berbagai pembatasan dan hambatan yang muncul akibat pandemi Covid-19 memaksa masyarakat meloncat lebih cepat ke kehidupan revolusi industri 4.0.

Pandemi membuat berbagai kegiatan harus dilakukan dari jarak jauh, mulai dari jual beli, pembelajaran, rapat-rapat pemerintah, seminar, hingga konferensi.

“Sekarang siswa juga dipaksa untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Tentu masing-masing kita harus belajar terkait perkembangan baru ini,” katanya.(T/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Samsung Galaxy Note 7 Dipastikan Punya Sensor Pemindai Mata

Arsip

Modobag, Koper Beroda Bisa Jadi Kendaraan di Bandara

Arsip

[Video] Robot Ini Akhiri Tradisi ‘Camping’ Buat Beli iPhone Baru
LG akan Merilis Wireless Charging “Jarak Jauh” untuk Smartphone -kompasnasional

Arsip

LG akan Merilis Wireless Charging “Jarak Jauh” untuk Smartphone

Arsip

Penjualan Komputer & Printer Merosot, HP Inc Pecat 4.000 Karyawan

Arsip

Bulan Ini, Google Diklaim Diklaim Resmi Luncurkan Android Nougat

Teknologi

Ini Kelebihan Brompton Dibanding Sepeda Lain

Arsip

Iran Negara Pertama Larang Main Pokemon Go