Viewer: 681
0 0

Home / Teknologi

Kamis, 1 Oktober 2020 - 20:01 WIB

Alat rapid test murah Rp 75.000 dari WHO, hasilnya bisa diketahui dalam 15 menit

Viewer: 682
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 18 Detik

Kompasnasional | Sekitar 120 juta alat tes diagnostik cepat untuk virus corona akan tersedia untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Tidak hanya itu, harga alat ini pun dibanderol dengan sangat murah, yakni US$ 5 atau setara Rp 75.000 (kurs Rp 14.900).

Melansir Reuters, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ketersediaan yang lebih luas dari alat pengujian cepat, andal dan murah akan membantu 133 negara untuk melacak infeksi dan menahan penyebaran, dan menutup kesenjangan dengan negara kaya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pabrikan Abbott ABT.N dan SD Biosensor telah sepakat bekerja sama dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk memproduksi 120 juta alat tes diagnostik Covid-19 cepat yang baru, sangat portabel dan mudah digunakan ini. Bahkan alat ini dijanjikan akan tersedia dalam jangka waktu enam bulan.

Baca Juga  Cara Beli Maung Versi Sipil Rp600 Juta yang Dijajal Prabowo

Reuters memberitakan, Tedros mengatakan pada konferensi pers di Jenewa bahwa alat tes tersebut saat ini dihargai maksimal US$ 5. Namun, diharapkan harganya bisa lebih murah.

Baca Juga: Jumlah kematian Covid-19 capai 1 juta, Sekjen PBB: Ini pencapaian yang buruk

“Ini akan memungkinkan perluasan pengujian, terutama di daerah yang sulit dijangkau yang tidak memiliki fasilitas laboratorium atau petugas kesehatan yang cukup terlatih untuk melakukan pengujian. Ini adalah tambahan penting untuk kapasitas pengujian dan terutama penting di area transmisi tinggi,” kata Tedros seperti yang dikutip Reuters.

Baca Juga  Air Ternyata Sudah Ada di Mars Lebih Lama dari Perkiraan

Catharina Boehme, kepala eksekutif dari Foundation for Innovative New Diagnostics (FIND), sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Jenewa dalam proyek tersebut, mengatakan kesepakatan itu adalah “tonggak utama” karena saat ini merupakan hal yang mendesak untuk meningkatkan pengujian di negara-negara miskin.(KCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Penemu Listrik Cilik, Rebutan, dan Ancaman

Berita

Uji Coba Mesin Combine Corn HD-85 Di Desa Sigompul

Arsip

Apple Perkenalkan Fitur Untuk Bantu Anda Keluar Dari Situs Bahaya

Berita

Kesepakatan dengan AS Gagal, Iran Kembali Buka Instalasi Nuklir

Teknologi

Canggih! Indonesia Bakal Punya Jalan Tol Pintar di Medan
Demam Pokemon Go: Masakan Istri Gosong, Suami-Anak Hampir Tertabrak dan Jatuh-kompasnasional

Arsip

Demam Pokemon Go: Masakan Istri Gosong, Suami-Anak Hampir Tertabrak dan Jatuh

Teknologi

Peneliti Korea Bikin Kacamata Pintar Lebih Canggih dari Smartwatch Fitbit

Berita

Facebook Minta Maaf Terkait Animasi Perayaan Gempa Lombok