Tapsel, Kompas Nasional – “PT Agincourt Resources (AR) sebagai pengelola tambang emas Batang Toru telah membangun Menara Pandang setinggi 31,5 meter di Kebun Raya Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Kab Tapsel)”, demikian urai Direktur Operasional PT AR, Darryn McClelland memalui Senior Manager Corporate Communications PT AR, Katarina Siburian Hardono, kepada awak media, Minggu (16/8)
Dijelaskannya, menara pandang setinggi 31,5 meter tersebut terdiri dari 7 lantai. Desain bangunan utama atau dasar menara pandang tersebut, seluas 580 meter persegi diawali dengan pemasangan pondasi tiang pancang (prestressed concrete pile) yang diikat dengan balok-balok beton bertulang. Struktur rangka menggunakan rangka baja dengan konstruksi lantai komposit beton bertulang
Sedangkan ketujuh lantai yang menjadi titik pusat pemantauan Kebun Raya Sipirok tersebut, dihubungkan dengan elevator (lift) untuk memudahkan petugas melakukan pengawasan. Pembangunannya yang didasarkan pada proposal Kebun Raya Sipirok, Jelasnya
Pembangunan Menara Pandang tersebut menjadi bahagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT AR di bidang lingkungan
“Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, PT AR berkontribusi dalam pembangunan Menara Pandang sebagai salah satu fasilitas pendukung Kebun Raya Sipirok”, Ujarnya.
Proyek tersebut mulai dibangun pada 14 Agustus 2020 yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Tapsel, H.Syahrul M.Pasaribu,SH. “Lama pelaksanaannya memakan waktu 6-7 bulan sehingga diperkirakan selesai bulan Februari 2021”, Ungkapnya.
Bupati Tapsel, H.Syahrul M Pasaribu,SH mengucapkan terima kasih kepada PTAR atas kontribusinya bagi pengembangan Kebun Raya Sipirok dengan membangun Menara Pandang.
“Terima kasih kami sampaikan kepada PT AR atas kontrsibusinya untuk pembangunan Menara Pandang ini dan kita harapkan pada akhir Januari 2021 Kebun Raya Sipirok bisa dibuka untuk umum”, Ucap Bupati.
Kepala UPTD Kebun Raya Sipirok, Awaluddin Pulungan menyebutkan, Kebun Raya Sipirok akan berfungsi sebagai pusat penelitian (edukasi) dan pusat konservasi tumbuhan atau flora langka di Tapsel dan sekitarnya.
Menurutnya pembinaan Kebun Raya Sipirok sebagai destinasi diwilayah Tapsel mendapat pendampingan dari (LIPI) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Sebut Awaludin. (Pascal







