Viewer: 680
0 0

Home / Gaya Hidup

Sabtu, 25 Juli 2020 - 07:04 WIB

Peneliti katakan diam di rumah dilakukan dengan kerelaan hadapi COVID-19

Viewer: 681
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Kompasnasional | Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Firman Budianto mengatakan perilaku untuk tetap diam di rumah dilakukan sepenuhnya berdasarkan kerelaan hati untuk menghadapi pandemi COVID-19, sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat Jepang.

“Ada tanggung jawab sosial dalam mempraktikkan upaya pengendalian penyebaran COVID-19,” kata Firman yang juga merupakan alumnus Universitas Waseda di Jepang dalam seminar virtual “Managing COVID-19 Pandemic: Experiences from Japan and Lesson Learned for Indonesia”, Jakarta, Jumat.

Orang Jepang memiliki budaya untuk tidak menjadi beban bagi orang lain. Mereka mengikuti saran atau arahan pemerintah tanpa harus ada peraturan yang mengikat secara hukum.

Dia menuturkan saat Pemerintah Jepang meminta masyarakat untuk tetap diam di rumah karena pandemi COVID-19, maka warganya melakukan dengan sukarela.

Baca Juga  Jeep Segera Produksi SUV Kecil Seukuran Suzuki Jimny

Firman mengatakan deklarasi keadaan darurat yang dilakukan Pemerintah Jepang efektif menekan penyebaran COVID-19 di negara itu.

Ketika menghadapi gelombang pertama COVID-19, Pemerintah Jepang menyatakan keadaan darurat, maka jumlah kasus COVID-19 menurun secara drastis.

Deklarasi keadaan darurat dari 7 April 2020 sampai 22 Mei 2020 dilakukan bukan merupakan “lockdown”, bukan pula suatu perintah melainkan permintaan untuk masyarakat tidak pergi keluar jika tidak mendesak dan penting.

Dalam menghadapi pandemi COVID-19, masyarakat diminta untuk menghindari 3C yakni tempat tertutup (closed spaces), tempat ramai orang atau penuh sesak (crowded places) dan kondisi yang menyebabkan kontak dekat (close-contact settings) seperti percakapan jarak dekat.

Baca Juga  Saling Jaga Jarak, Begini Suasana Salat Idul Adha Jokowi di Istana Bogor

Selain itu, informasi tentang upaya pencegahan penyebaran COVID-19 disampaikan dan disebarkan secara jelas dan melalui saluran yang tepat.

Informasi tentang COVID-19 diperoleh masyarakat antara lain melalui media pemberitaan Jepang dalam jaringan, media asing, jaringan sosial, dan organisasi.

Ada juga kerja sama LINE dengan pemerintah Jepang untuk menyediakan informasi tentang virus Corona penyebab COVID-19 di Jepang. Dengan demikian, masyarakat semakin memahami upaya pencegahan COVID-19 dan informasi terkini tentang pandemi itu. (AN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Selama Ditahanan Dhawiya Makin Religius

Gaya Hidup

Tingkat Kesopanan Pengguna Internet Indonesia Terburuk Se-Asia Tenggara

Berita

Penantian Setelah 14 Tahun Hamil Berkat Mengenal Promil BEE

Gaya Hidup

Harta Rp 1 Triliunnya Ludes Demi Penuhi Hasrat Ikut Pilpres, Sandiaga Uno Kini Gigit Jari dan Banting Setir Sebagai Youtuber: Kalau Balik Kayak Dulu Lagi Nggak Mungkin…

Gaya Hidup

Cara Membuat Masker Lidah Buaya yang Jadi Rahasia Awet Muda Yuni Shara

Gaya Hidup

Operasi Hidung Artis Cantik China Ini Gagal, Hasilnya Bikin Ngeri

Berita

Pernikahan Angel Lelga-Vicky Prasetyo, Telan Biaya Rp5 Miliar
Siva Aprilia. (Instagram Siva Aprilia)

Gaya Hidup

DJ Siva Aprilia Ditawar Anak SMP Rp 80 Juta