Viewer: 702
0 0

Home / Berita

Rabu, 8 Juli 2020 - 21:29 WIB

Bantuan Pemerintah Rp2.6 Triliun Mengalir ke Ponpes

Viewer: 703
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 7 Detik

Kompasnasional | Sukabumi – Pemerintah telah menganggarkan Rp2.6 triliun untuk membantu operasional pondok pesantren, khususnya di tengah pandemi COVID-19.

Besaran bantuan yang disalurkan melalui Kementerian Agama itu bervariasi, mulai dari Rp25 juta sampai Rp150 juta.

Rabu (8/7/2020), penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin kepada pengurus Pondok Pesantren Assobariyyah di Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang memperoleh bantuan sebesar Rp150 juta.

Wapres Ma’ruf Amin menyatakan, pemberian bantuan oleh pemerintah salah satunya dimaksudkan untuk menyediakan fasilitas yang syarat akan nilai kesehatan agar Pondok Pesantren tidak menjadi klaster baru penularan COVID-19.

“Agar pesantren jangan jadi pusat penularan COVID yang baru. Ini yang harus dicegah, jangan jadi klaster baru. Untuk membantu pesantren dan pendidikan islam termasuk pendidikan alquran, pemerintah menyediakan dana Rp2.6 triliun. Pesantren ini diberi dana untuk cuci tangan, masker, kesehatan. Itu (bantuan) ada yang Rp50 juta, Rp40 juta dan ada yang Rp25 juta satu pesantren,” ujar Wapres Ma’ruf Amin ketika menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengurus Pondok Pesantren Assobariyyah, di Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga  Tukang Pikul Air di Lereng Gunung Jadi Jenderal Bintang Empat TNI

Menurut Wapres, total bantuan yang mencapai Rp2.6 triliun itu turut melibatkan Kementerian terkait, dalam menyalurkan bantuan.

“Selain itu ada pesantren di beberapa provinsi itu diberikan dibangunkan tempat wudhu, tempat cuci tangan, MCK, oleh kementerian PUPR. Insha Allah nanti juga ada yang sifatnya insentif untuk tenaga pengajar, ustad melalui Kemensos dan Kemendes,” terang Wapres lagi.

Dikatakan Wapres, anggaran bantuan Rp2.6 triliun juga turut meliputi bantuan kepada sekolah berasrama non muslim.

“Di asrama-asrama sekolah asrama yang bukan pesantren, itu juga dibantu di sekolah-sekolah Katolik, Kristen, Budha, ya sekolah agama berasrama,” imbuhnya.

Wapres mengimbau agar pengurus Pondok Pesantren secara ketat melarang adanya aktivitas di luar, guna menjaga kesehatan para santri tetap terjaga baik.

Baca Juga  Penjelasan Lengkap Polda Metro Tetapkan Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Tersangka

“Karena, kita yakin jika pesantren itu dipersiapkan dengan baik dan diatur dengan baik, dia (Pondok Pesantren) mungkin lebih aman dari pendidikan luar pesantren. Kalau di pesantren itu kan dikarantina tapi santrinya jangan keluar-keluar. Jangan ditengok-tengok sekarang puasa dulu supaya menghindari penularan-penularan. Kalau itu dilakukan dengan baik insha Allah aman. Agar tidak jadi penularan dan klaster baru penularan (COVID-19),” tutur Wapres lagi.

Menteri Agama, Fachrul Razi, menyatakan, bantuan dana yang diberikan kepada Pondok Pesantren khususnya kepada Pondok Pesantren Assobariyyah di Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, kiranya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Bantuan untuk pembangunan asrama pesantren, tapi uangnya dari Presiden dan Wapres. Ini Rp150 juta semoga bisa membantu pembangunan pesantren dan mudah-mudahan berkah,” imbuh Menag.

Sementara, jumlah Pondok Pesantren di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 2800 pesantren. (RR/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

BUPATI SAMOSIR TINJAU PELAKSANAAN UJIAN SATUAN PENDIDIKAN (USP) TINGKAT SD DAN SMP DI KECAMATAN ONAN RUNGGU

Berita

Walikota Padangsidimpuan Buka Workshop Pengenalan Jurnalis

Berita

Sanggar Tari SIHODA Kecewa Dan Kembalikan Bantuan Walikota Pematangsiantar

Berita

Sampaikan Kebijakan Pimpinan, Aslog Kasdam XII/Tpr Pimpin Rakernislog

Berita

Dekranas Memiliki Peran Penting Untuk Mendukung Dan Memajukan Perekonomian

Berita

Angka Konfirmasi Covid- 19 Tembus Seratus Ribuan

Berita

Mabes Polri Turunkan Tim Usut Insiden di Parigi Moutong

Berita

KegiatanVaksinasi di Kota Pontianak Sasar Kaum Milenial, Target 70 persen Tercapai