Viewer: 843
0 0

Home / Teknologi

Minggu, 21 Juni 2020 - 10:23 WIB

Peneliti Korea Bikin Kacamata Pintar Lebih Canggih dari Smartwatch Fitbit

Viewer: 844
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Kompasnasional | Para penelitidi Universitas Korea telah mengembangkan kacamata multifungsiyang dapat memantau kesehatan Anda. Kacamata ini juga dapat membantu kesehatan mata saat pengguna bermain video game. (Baca juga: Pengembang Call of Duty Bakal Tandai Pemain Rasis)
Kacamata buatan Korea Selatan ini merupakan teknologi baru yang dapat memberikan data kesehatan pribadi melebihi perangkat pintar seperti jam tangan pintar Fitbit. Perangkat akan mengukur sinyal listrik dari otak atau mata untuk membantu diagnosis kondisi seperti epilepsi dan gangguan tidur.
Meski begitu, tantangan bagi para peneliti adalah mengembangkan perangkat yang dapat mempertahankan kontak fisik. Sensor yang diterapkan harus mampu menyesuaikan kulit pengguna.
Para peneliti mengatasi masalah tersebut dengan mengintegrasikan elektroda konduktif yang lembut ke dalam teknologi kacamata. Secara nirkabel dapat memonitor sinya listrik yang dikeluarkan.
Teknologi buatan Korea juga dapat mendeteksi sinar ultraviolet (UV), menginterpretasikan gerakan tubuh dan bentindak sebagai antarmuka manusia dan mesin. Ini memungkinkan pemakainya mengontrol video game hanya dengan gerakan mata.
Bingkai kacamata dicetak dengan printer 3D sebelum menambahkan elektroda fleksibel di dekat telinga dan mata. Sirkuit nirkabel untuk merasakan gerakan dan sinar UV juga dimasukkan ke sisi kacamata dan gel yang responsif terhadap UV disuntikkan ke lensa. Artinya, itu dapat merespons cahaya dan dapat mengubah warna menjadi kacamata hitam.
“Aksesoris pribadi seperti kacamata dan jam tangan yang biasa kita bawa dalam kehidupan sehari-hari dapat menghasilkan informasi yang berguna dari tubuh manusia,” kata insinyur Suk-Won Hwang dari Universitas Korea, dilansir dari laman Dailymail.
Hwang menunjukkan bahwa kacamata buatan mereka masih terbatas pada parameter yang berhubungan dengan olah raga atau detak jantung sederhana. Keterbatasan karakteristik yang mungkin muncul antara benda dan benda dapat dijadikan sebagai salah satu alasan utama untuk memberi data yang bermakna secara biologis.
“Kacamata elektronik dapat berguna untuk layanan kesehatan digital atau aplikasi realitas virtual,” pungkasnya.(SN/Red)

Baca Juga  Aplikasi Besar Mulai Tinggalkan Windows Phone, Ada Apa?
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Teknologi

Pamer Kalung Anti Virus yang Akan Diproduksi Massal, Mentan: Kalau Kena Iris Pisau, Bisa Tutup Luka

Arsip

Printerous Moments App, Aplikasi Photo Printing Pertama di Indonesia

Berita

Jelang Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Sediakan Masjid Keliling Untuk Pengunjung Muslim
Bos Indosat Bantah Ancam Penjarakan yang Manfaatkan Errornya Carrier Billing-KompasNasional

Arsip

Bos Indosat Bantah Ancam Penjarakan yang Manfaatkan Errornya Carrier Billing

Berita

Xiaomi akan Produksi 100 Juta Ponsel ke Seluruh Dunia

Teknologi

YouTube Down Pagi Ini

Teknologi

7 HP Ramah Dompet Paling Layak Dibeli 2020 Terbaik di Harganya

Teknologi

Cara Beli Maung Versi Sipil Rp600 Juta yang Dijajal Prabowo