Viewer: 728
0 0

Home / Kesehatan

Sabtu, 20 Juni 2020 - 19:36 WIB

Heboh Mutasi COVID-19 di Beijing, Saluran TV Eropa Bongkar ‘Sisi Gelap’ Budidaya Salmon Norwegia

Viewer: 729
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 37 Detik

Kompasnasional | Salmon merupakan salah satu varietas makanan laut yang paling banyak disukai di dunia. Alternatif yang ada di mana-mana selain daging dan unggas.

Selain itu, salmon juga disukai karena termasuk makanan sehat yang mengandung omega 3. Namun, karena banyaknya permintaan tentunya stok salmon dari alam liar pun menjadi berkurang.

Sementara salmon yang kerap ditemui di restoran dan swalayan biasanya ikan salmon yang dibudidayakan. Sejak 1980-an konsumsi salmon dunia meningkat tiga kali lipat.

Peternakan ikan telah didirikan di banyak negara untuk menanggapi permintaan. Salah satunya negara Norwegia yang dikenal memproduksi salmon yang paling banyak dibudidayakan.

Namun, seorang reporter dari ARTE (Saluran TV Eropa) mengungkapkan “sisi gelap” di salah satu budidaya ikan salmon lepas pantai yang terletak di Norwegia utara. “Saya tahu saya akan merasa terengah-engah ketika melihat budidaya yang penuh sesak, tetapi kenyataannya adalah apa yang saya lihat bahkan lebih menakutkan: semua ikan hidup di kandang laut yang penuh sesak dan kotor yang penuh dengan ekskresi,” ujar reporter ARTE. “Beberapa salmon bahkan memiliki lesi kulit seukuran telapak tangan yang disebabkan oleh kutu.”

Baca Juga  Pegal dan Capek Saat Bangun di Pagi Hari? Coba Gunakan 2 Ramuan Ini

Pada 2018, kutu membunuh ribuan ton ikan yang dibudidayakan, menyebabkan lesi kulit dan infeksi sekunder pada jutaan lainnya. Fasilitas dengan kepadatan tinggi adalah alasan utama untuk kutu tersebut hidup dan berkembang biak.

Peternakan salmon mengancam kesehatan stok salmon liar terutama karena salmon yang dibudidayakan dapat menyebarkan parasit dan penyakit ke salmon liar. Jumlah salmon liar sendiri saat ini telah mengalami penyusutan sebesar 50% dibandung 3 dekade terakhir.

Baca Juga  Masuk New Normal, Corona Makin Abnormal, Positif Naik 993

Informasi yang ditayangkan oleh ARTE TV tersebut kemudian disiarkan oleh salah satu media Tiongkok. Hal ini merupakan buntut ditemukannya kasus COVID-19 baru di salah satu pasar tradisional Beijing. Dimana virus mematikan tersebut terdapat pada talenan penjual ikan salmon.

Sebelumnya, Menteri Perikanan dan Makanan Laut Norwegia Odd Emil Ingebrigtsen menegaskan bahwa virus corona yang terdapat pada klaster baru di Tiongkok tak berasal dari ikan salmon. Otoritas Keamanan Makanan Norwegia menyatakan bahwa belum ada bukti jika virus corona juga mampu menginfeksi ikan.(Wk/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Kemenkes Ungkap Pengidap Penyakit Tak Menular Lebih Berpotensi Terjangkit Corona

Kesehatan

Covid-19 di Jakarta Mengkhawatirkan, Ferdinand: Hasil Kerja Senyap Anies Baswedan
Ketua LMA Papua Lenis Kogoya Apresiasi Kapolda Papua mendukung kaum muda papua yang mendirikan Posko bantuan Pandemi Covid 19 "The Spirit of Papua"

Berita

Ketua LMA Papua Lenis Kogoya Apresiasi Kapolda Papua mendukung kaum muda papua yang mendirikan Posko bantuan Pandemi Covid 19 “The Spirit of Papua”

Kesehatan

Turunkan Berat Badan Dengan Daun Salam Dan Kayu Manis

Asahan

Pengabdian Lions Club Golden Estate diserbu warga

Kesehatan

Inilah Makanan Murah Ajaib yang Bikin Imunitas Tubuh Kuat

Kesehatan

Dokter Anak: Kasus Covid mulai Banyak Menyerang Bayi hingga Remaja
Foto anak salah satu korban keracunan bakso bakar di madina sumut

Berita

20 Anak di Madina Keracunan Usai Makan Bakso Bakar