Viewer: 694
0 0

Home / Internasional

Minggu, 31 Mei 2020 - 11:46 WIB

Pangeran Belgia Positif Covid-19 Setelah Berpesta di Spanyol saat Pandemi

Viewer: 695
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 18 Detik

Kompasnasional | Pangeran Joachim dari Belgia positif terinfeksi virus corona (Covid-19) setelah menghadiri sebuah pesta di Spanyol.

Menurut media Spanyol, pesta yang dihadiri keponakan dari Raja Belgia Philippe itu melanggar aturan lockdown, khususnya terkait jumlah orang.

“Pangeran berusia 28 tahun itu, positif, setelah menghadiri pertemuan di kota Cordoba pada tanggal 26 Mei,” kata juru bicaraIstana Kerajaan Belgia seperti dilansir Reuters, Minggu (31/5/2020).

Juru bicara mengatakan Istana tidak bisa mengonfirmasi jumlah orang yang hadir dalam pesta itu.

Istana hanya mengatakan, Joachim melakukan perjalanan ke Spanyol dari Belgia pada 24 Mei lalu untuk magang dan masih berada di sana.

Baca Juga  Makin Panas! Korut Tembakkan Lagi 80 Peluru Artileri

Surat Kabar Spanyol, El Pais melaporkan, Pangeran Begia itu menghadiri pesta bersama dengan 26 orang lain.

Ini melanggar aturan lockdown di Provinsi Cordoba, di mana jumlah maksimum yang diizinkan untuk bertemu hanya 15 orang.

Polisi Spanyol mengatakan mereka telah melakukan investigasi atas kejadian itu.

Menurut Polisi, mereka yang melanggar aturan pembatasan, termasuk pangeran Belgia itu, bisa dikenai denda antara 600 -10.000 Euro, atau setara dengan Rp 163 juta.

“Sebanyak 27 orang yang menghadiri pesta itu sekarang dikarantina,” ujar Pemerintah Spanyol di Cordoba, Rafaela Valenzuela dalam konferensi pers pada Sabtu (30/5/2020) waktu setempat.

Baca Juga  Kerahkan Pasukan Penembak, Semua Orang yang Berpotensi Merongrong Kepemimpinan Kim Jong-Un Siap Dibinasakan, Adiknya Sendiri Juga Terancam Terbunuh

Valenzuela menegaskan, ‘kumpul-kumpul’ dalam pesta itu sebagai “tindakan tidak bertanggung jawab” karena bisa menyebabkan wabah virus corona kembai naik.

Kata dia, kejadian ini bisa memicu pemerintah akan kembali mengambil kebijakan lockdown ketat, setelah sempat memberikan kelonggaran.

“Saya merasa kaget dan marah. Insiden ini muncul ketika negara berkabung karena begitu banyak korban meninggal dunia, “katanya. (TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Malam Natal di Bethlehem Sepi Karena Pandemi Covid-19

Arsip

Tebusan Tak Dibayar, Abu Sayyaf Penggal Sandra Kanada

Arsip

India Dinobatkan Negara Dengan Biaya Hidup Termurah Sedunia

Internasional

Oknum Dokter Ditangkap Tengah Pesta Seks Bersama 35 Orang di Apartemen, Polisi Juga Temukan Narkoba

Internasional

Calon Suami Kabur di Hari Pernikahan, Wanita Ini Akhirnya Dinikahkan dengan Tamu

Internasional

Virus Corona Pertama di Korea Utara, Kim Jong Un Lockdown Kota Perbatasan

Berita

Israel Akan Kirim Pesawat Antariksa ke Bulan pada 2019, Ternyata Ini Tujuannya

Internasional

Washington dan New York Ubah Nama Jalan Jadi Black Lives Matter