Home / Berita / Internasional / Kriminal / Reviews

Jumat, 3 Agustus 2018 - 11:18 WIB

Kedubes AS Disusupi Intelijen Perempuan Warga Negara Rusia Selama 10 Tahun

Kedubes AS di Moscow Net.

Kedubes AS di Moscow Net.

Viewer: 657
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

KompasNasional.com,Moskow – Seorang perempuan Rusia yang bekerja di kantor kedutaan besar Amerika Serikat di Moskow diduga kuat sebagai mata-mata intelijen. Dia sudah bekerja selama 10 tahun dan diberhentikan pada tahun lalu.

Perempuan warga negara Rusia itu diketahui direkrut oleh Dinas Rahasia, unit khusus yang bertugas mengawal presiden dan wakil presiden AS. Kecurigaan ini terungkap setelah adanya pemeriksaan rutin oleh kementerian luar negeri.

Menurut sumber yang membocorkan masalah ini, perempuan yang tak disebutkan identitasnya itu melakukan pertemuan beberapa kali dengan badan intelijen Rusia, FSB.

“Kami memperkirakan bahwa mereka semua berbicara dengan FSB, tetapi dia memberi lebih banyak informasi kepada para agen daripada yang seharusnya,” kata seorang pejabat, dikutip dari CNN, Jumat (3/8/2018).

Baca Juga  Terkesan Amburadul Kota Pematangsiantar Tidak Terawat dan Tertata

Disebutkan pula dalam laporan itu, dia juga memiliki akses ke jaringan komunikasi internal Dinas Rahasia serta sistem surat elektronik. Hal ini memicu dugaan bahwa yang bersangkutan telah membocorkan data terkait dengan jadwal presiden dan wapres AS.

Tapi sumber itu memastikan mata-mata itu tidak memiliki akses ke informasi rahasia tingkat tinggi.

Sementara itu media Inggris, The Guardian, melaporkan, Dinas Rahasia harus menahan rasa malu dengan membiarkan perempuan itu pergi saat Rusia mengusir 750 petugas dari kedutaan AS terkait konflik diplomatik kedua negara.

Baca Juga  Berduan di Kamar Kos Habis Nyabu Rafles & Novita Diciduk Polisi

“Dinas Rahasia berusaha menyembunyikan pelanggaran itu dengan memecatnya,” kata seorang sumber, kepada Guardian.

“Kerugian sudah terjadi, tetapi pejabat senior Dinas Rahasia tidak melakukan penyelidikan internal untuk menilai kerusakan dan untuk mengetahui apakah (dia) merekrut karyawan lain untuk memberinya lebih banyak informasi,” kata dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh AFP, Kemlu AS mengaku akan menyelidiki laporan tersebut. Namun kemlu tak bisa berkomentar terkait urusan intelijen.(Inews/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polres Humbahas Amankan 2 (Dua) Orang Terduga Pelaku Penebangan dan Pengolahan Kayu di Kawasan Hutan

Berita

Gubernur H.Sutarmidji Ingatkan Jangan Sampai Ada Permainan Bansos

Berita

Bupati Berharap Minat Baca Masyarakat Tapsel Dapat Tingkatkan Kecerdasan

Berita

Seorang Nelayan Hilang Diseret Buaya

Arsip

Ditetapkan Jadi Tersangka, Hary Tanoe Dicegah Bepergian ke Luar Negeri

Berita

Pilkades Sipungguk, No Urut 4 Mawardi Menang Mutlak

Berita

Pastikan Patuhi Prokes, Babinsa 02/Sejangkung Dampingi Pelaksanaan Vaksinasi Tahap II

Berita

Horja Bius dengan Ritual Sakral Mangalahat Horbo Kembali Digelar di Samosir