Home / Berita / Ekonomi / Nasional / Reviews

Kamis, 18 Januari 2018 - 10:12 WIB

Menteri Susi Diminta Fokus pada Peningkatan Produksi Ikan

Viewer: 597
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

KompasNasional.com, JAKARTA – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Haryo Soekartono meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) fokus pada kewajiban dan menjakankan tugas pokoknya. Menurutnya, tugas pokok tersebut adalah sebagai penanggung jawab utama sektor perikanan dari hulu sampai ke hilir.

Namun di masa Menteri Kelautan dan Perikanan dijabat Susi Pudjiastuti, dia menilai justru malah banyak mengurusi kapal asing. “Saya minta agar Menteri Susi fakus meningkatkan produktivitas industri perikanan nasional,” pinta Politikus Partai Gerindra, saat dikonfirmasi, Kamis (18/1).

 

photo

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pujiastuti

Bambang menegaskan agar persoalan pertahanan militer laut, seperti penangkapan kapal-kapal asing yang menyusup untuk menangkap ikan tanpa izin, cukup diserahkan pada TNI AL. Selain itu dia juga meminta Susi agar mendidik para nelayan agar memiliki kemampuan yang profesional dalam penangkapan ikan. “Pencurian ikan dan penangkapan kapal asing itu serahkan saja kepada TNI. KKP fokus kepada produktivitas, bagaimana menjaga ekosistem, agar produksi ikan melimpah. Terus bagaimana cara mendidik nelayan profesional,” tambahnya.

Baca Juga  DPRD HUMBAHAS BANYAK YANG TIDAK HADIR, SEHINGGA RAPAT PARNIPURNA KUORUM

Selain itu Bambang juga menyarankan agar KKP membangunan kawasan perikanan terintegrasi di pelabuhan. Kemudian terus membangun sentra-sentra nelayan, termasuk pelabuhan-pelabuhan ikannya yang dilengkapi dengan infrastruktur yang mendukung aktivitas nelayan. Saat ini, dia mengatakan, juga terdapat banyak kapal-kapal yang mangkrak tidak terpakai untuk mencari ikan. Padahal kapal tersebut bisa dimanfaatkan oleh para ABK di Perikanan Nusantara (Persero). “Jadi kapal-kapal yang disita Bu Susi itu dari pada nganggur mangkrak lebih baik dipakai Perinus, untuk menangkap ikan,” usulnya.

Baca Juga  Lagi! Pemkab Tapsel Raih Penghargaan Sebagai Kabupaten Layak Anak Nasional 2022

 

photo

Nelayan mengumpulkan hasil tangkapan ikannya di Cold Storage (ilustrasi)

Bambang juga mengungkapkan, saat ini banyak persoalan di sektor perikanan yang butuh banyak perhatian. Seperti peningkatan produksi perikanan tangkap, pengembangan budidaya perikanan, perbaikan logistik dan meningkatkan kesejahteraan nelayan serta pembudidaya ikan. Tugas-tugas tersebut dia mengatakan, yang luput dari perhatian Susi.

 

[RCI/TR]

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tunaikan Kewajiban, Danramil Manis Mata Sampaikan Ini Dalam Dakwahnya.

Berita

Kapolres Kapuas Hulu Pimpin Apel Gabungan Pengamanan Malam Perayaan Idul Adha 1442 H

Berita

Kapolsek Pontianak Timur AKP Prayitno Pimpin Apel PPKM Darurat

Berita

Meski Latihan, Yonarmed 16 Sempatkan Bagi Sembako*

Berita

Pangdam XII/Tpr Turut Andil Majukan Karate, Terima Anugerah Sabuk Hitam (DAN 6) INKAI

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

Kapolda Kalbar Kunjungi Kabupaten Mempawah : Jangan Lengah Tingkatkan Kewaspadaan

Berita

Wali Kota Pematangsiantar Diwakili Asisten II Zainal Siahaan, SE. MM Buka Pelatihan Management Masjid Zona IV Tahun 2021