Home / Berita

Rabu, 10 Januari 2018 - 15:37 WIB

Fakta Terbaru Pelajar SMP di Blitar Bunuh Diri Bikin Begidik, Ternyata Bukan karena Rokok atau Bedak

Viewer: 624
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 59 Detik

KompasNasional.com I BLITAR – Motif bunuh diri siswa SMPN 3 Srengat, AW, sampai sekarang masih simpang siur.

Kabar awal, AW bunuh diri karena kepergok merokok di sekolah.

Belakangan, ada motif lain yang beredar di sosial media, AW bunuh diri karena ketahuan membawa bedak dan lipstik.

Pihak SMPN 3 Srengat juga punya cerita sendiri sebelum AW diketahui meloncat dari atas jembatan kereta api dan terjun ke Sungai Brantas di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Sekolah mengatakan orangtua AW dipanggil ke sekolah bukan soal rokok maupun bedak dan lipstik.

Kepala SMPN 3 Srengat, Heri Sasmito menceritakan sehari sebelum AW bunuh diri atau Senin (8/1/2018), sekolah mendapatkan kiriman surat.

Surat itu dimasukkan ke kotak masalah di ruang BK. Pengirim surat itu atas nama ibu AW, WU (inisial).

Surat itu ditujukan ke wakasek kesiswaan dan guru BK.

Baca Juga  Hakim di Putusan Sela Johnny Plate: Perintah Presiden Tak Boleh Disimpangi

Lebih kurang surat itu berbunyi soal keluhan orangtua terhadap perubahan sikap AW.

AW yang merupakan anak laki-laki berperilaku seperti perempuan.

Tingkah laku AW mirip anak perempuan. Baik dari cara bicara, berjalan, maupun tingkah laku lainnya.

Dalam surat itu, orangtua meminta bantuan ke guru untuk membina AW terkait perubahan sikapnya.

Mendapat kiriman surat dari orangtua itu, lalu sekolah membuat surat undangan untuk orangtua AW.

Pihak sekolah ingin mengklarifikasi soal surat itu. Sekolah ingin memastikan apa benar surat itu dikirim oleh orangtua AW atau bukan.

“Senin itu juga kami buat surat undangan untuk orangtua AW. Suratnya kami titipkan ke siswa lain. Kami minta orangtua siswa datang ke sekolah pada Selasa (9/1/2018) pukul 10.00 WIB untuk mengklarifikasi surat itu,” kata Heri Sasmito, Rabu (10/1/2018).

Menurutnya pihak sekolah tidak gegabah dalam menyikapi surat itu. Artinya, sekolah tidak langsung menegur AW. Tetapi, sekolah memanggil dulu orangtua AW untuk klarifikasi.

Baca Juga  GM PEKAT-IB Asahan Bantu Beras Kepada Warga Terkena Banjir di Sei Dua Hulu

“Hasil klarifikasi ke ibunya, ternyata surat itu bukan dari ibunya,” ujar Heri.

Menurutnya, ketika orangtuanya datang, AW masih terlihat ceria.

AW sempat menyambut ibunya yang datang ke sekolah bersama adiknya.

AW dan ibunya sempat bersama-sama masuk ke ruang BK. Lalu guru BK meminta AW keluar dulu. Guru BK berbicara dengan orangtua AW.

Saat keluar ruang BK, AW masih terlihat ceria. Dia sempat ngobrol bersama beberapa guru di sekolah.

Tetapi, setelah itu, AW keluar dari sekolah. AW berjalan menuju ke timur.

Ada warga yang melaporkan hal itu ke sekolah.

Pihak sekolah memerintahkan guru untuk mengejar AW.

Ternyata AW sudah berada di jembatan kereta api di atas Sungai Brantas.[STN/TR]

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Penandatanganan Pakta Integritas Bid TIK Polda Kalbar Bersama General Manager Telkom dan Telkomsel Wilayah Kalbar

Berita

Kerjasama Dengan Bank Sumut, Pemerintah Kota Pematangsiantar Akan Launching Parkir Non Tunai

Berita

Vandiko: Pembentukan Staf Khusus untuk Akselerasi Pelaksanaan Kebijakan Daerah

Berita

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Siap Memfasilitasi Aspirasi Masyarakat

Berita

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Rizieq Shihab, Polisi: Ini Bukti Penyidik Bekerja Sesuai Aturan

Berita

Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Pemuda Pancasila Di Hadiri Forkopimda Sambas

Berita

Bupati Hadiri Pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran Rantau Kalis

Berita

PUK F SPTI-KSPSI Pondok Batu Tapteng Terbentuk