Home / Arsip / Arsip 2017 / Kriminal / Nasional / Reviews

Kamis, 24 Agustus 2017 - 16:22 WIB

Cerita tragis driver taksi online dibunuh di hari pertama kerja

Viewer: 546
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 19 Detik

kompasnasional.com –  Driver GO-CAR Edward Limba alias Ewa (35) ditemukan tewas mengenaskan di kebun karet, Jalan Peternakan BPTU-HPT, Banyuasin, Senin (21/8) malam. Banyak luka di sekujur tubuh, bahkan lehernya terjerat. Diduga kuat Ewa korban pembunuhan.

Suami dari Rosalina (34) tersebut diketahui baru sehari bekerja sebagai sopir taksi online. Sebelumnya dia bekerja sebagai marketing obat di perusahaan farmasi selama 15 tahun.

Kejadian tragis ini bermula saat korban mengantar penumpang dari Jalan Sudirman menuju Sembawa, Banyuasin, Senin sore. Namun hingga malam hari, korban tak ada kabar bahkan nomor HP tak aktif.

Rekan Ewa, Rini (25) bersama sejumlah orang keliling Palembang mencari keberadaan korban. Hasilnya nihil. Hingga pagi harinya Rini bersama keluarga Rosalina mendapat kabar bahwa korban ditemukan sudah meninggal dunia.

Jenazahnya ditemukan warga Desa Lalang, Sembawa tergeletak kebun karet. Sementara mobil ditemukan di kawasan Talang Betutu, Palembang.

Saat ditemukan, tidak ada identitas yang melekat di tubuh. Hanya saja, pakaiannya masih melekat, yakni sandal merek geger, celana pendek dan kaos hitam.

Baca Juga  24 Lembaga Negara Dihapus, Masih Ada 96 yang Dikaji untuk Dibubarkan24 Lembaga Negara Dihapus, Masih Ada 96 yang Dikaji untuk Dibubarkan

Rosalina terlihat syok berat. Ibu dua anak itu tak henti-henti menangis sehingga kelopak matanya bengkak.

Jenazah Ewa dimakamkan Rabu kemarin. Ribuan driver online bersama Wali Kota Palembang Harnojoyo dan Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengantarkan Ewa ke tempat peristirahatan terakhir.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang, dr Indra Sakti mengungkapkan, korban mengalami luka memar di belakang kepala, luka robek di kedua tangan, dan jeratan di leher. Diperkirakan meninggal lebih dari delapan jam sebelum dibawa ke rumah sakit.

“Kemungkinan meninggal antara pukul enam sampai sembilan tadi malam. Untuk penyebabnya tidak tahu, apa karena jeratan atau benda tumpul,” kata dia.

Polresta Palembang bersama Polres Banyuasin telah membentuk tim gabungan untuk mengungkap peristiwa pembunuhan ini. Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengungkapkan, hingga saat ini proses penyelidikan masih berlangsung oleh tim gabungan dari dua polres.

“Sedang bekerja, masih lidik oleh penyidik gabungan dari Polresta Palembang dan Banyuasin. Karena mayat ditemukan di wilayah Banyuasin dan mobil di Palembang,” ungkap Wahyu, Rabu (23/8).

Baca Juga  Sebanyak Rp2,14 T Uang Pecahan,Disediakan Jelang Lebaran

Penyidik telah memeriksa empat orang saksi dan menyita sejumlah barang bukti, di antaranya mobil korban. Dia pun enggan berandai-andai identitas pelaku dan motif pembunuhan.

Terpisah, Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi mengungkapkan, anak buahnya tengah memburu terduga pelaku untuk memudahkan penyelidikan lebih lanjut. Hanya saja, Andri merahasiakan identitas terduga pelaku.

“Ya namanya sudah kita kantongi. Tapi belum bisa dinyatakan pelaku, terduga saja karena masih banyak kemungkinan,” ungkap Andri.

Terkait jumlah terduga pelaku, Andri enggan menyebutkan. Dia khawatir mereka kabur sebelum ditangkap. Andri juga ogah berspekulasi terlebih apakah korban tewas dibunuh di mobilnya atau tidak.

“Pelakunya pun bisa sendiri, bisa lebih dari satu,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, tim sedang mengejar terduga pelaku. Pengejaran terbilang serius karena melibatkan banyak tim, seperti tim Rimau Polda Sumsel, Polresta Palembang, dan Polres Banyuasin.

“Masih kita buru. Tim masih di lapangan,” ucapnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bamsoet Pantau Langsung Rekonstruksi Kasus Peluru Nyasar ke Gedung DPR

Kriminal

Pengedar Sabu-Sabu Meneriaki Polisi Maling, Warga Datang, Dor!
Mulai 1 Juli, Telat Bayar Iuran Langsung Nonaktif dari Peserta BPJS Kesehatan -KompasNasional

Arsip

Mulai 1 Juli, Telat Bayar Iuran Langsung Nonaktif dari Peserta BPJS Kesehatan
Begal motor - Foto ilustrasi

Berita

Aksi Begal Bersenjata Ini Terekam CCTV dan Viral, Polisi Bergerak

Arsip

Serangan Balik Petinggi PKS Buat Fahri Hamzah

Berita

539 Calon Pengantin Dari Lima Kecamatan Mengikuti Tes Narkoba
Foto terdakwa saat mengikuti sidang vonis

Berita

6 Penganiaya Tahanan RTP Polrestabes Medan Divonis 8 Tahun Bui

Arsip

Waspadai Investasi Bodong OJK Bentuk Tim Satgas Waspada Investasi