Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Nasional / Reviews

Rabu, 7 Juni 2017 - 16:18 WIB

Serangan Balik Petinggi PKS Buat Fahri Hamzah

Viewer: 667
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 21 Detik

kompasnasional.com | JAKARTAFahri Hamzah mendesak perombakan internal di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) termasuk mengganti presiden Sohibul Iman. Fahri menyebut kepemimpinan Sohibul telah gagal mengelola partai. Dia mengatakan, keinginan itu datang dari konstituen, termasuk kader-kader yang diam-diam datang bertemu dirinya. Desakan Fahri itu mendapat jawaban dari petinggi PKS yang menyebut wakil ketua DPR itu telah ikut campur urusan partai.

Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring mengingatkan Fahri Hamzah tak layak meminta pergantian pucuk pimpinan karena Fahri telah dipecat dari keanggotaan partai. “Fahri enggak boleh ngomong begitu, dia kan bukan anggota PKS lagi sudah dipecat. Jadi nggak usah ikut campur lagi lah urusan partai,” kata Tifatul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/6).

Tifatul mengatakan meski Fahri Hamzah menang di pengadilan atas gugatan pemecatan, namun putusan itu belum in kracht karena PKS kembali mengajukan banding. “(Fahri) menang apa? kan masih banding segala macam belum in kracht. Itu tidak bisa dijadikan alasan,” tegas Tifatul.

Baca Juga  Polsek Pontianak Selatan Ungkap Kasus Perkara Pencurian dan Penganiayaan di Hotel Kapuas Palace

Usai meminta Fahri Hamzah untuk tak berkomentar soal urusan partai, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini lantas melontarkan pantun ke Wakil Ketua DPR tersebut. “Jadi singkatnya ‘banyak rumput di sekitar Dahlia, ndak usah ribut ini cuma urusan dunia’,” ujarnya.

Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mardani Ali Sera mengatakan, kepemimpinan Sohibul Iman memiliki prestasi dengan mampu memenangkan Pilkada DKI Jakarta bersama Partai Gerindra dalam mengusung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

“Kami menganggapnya semua punya komentar boleh. Kami akan buktikan bukan dengan kata-kata tapi dengan prestasi, prestasi menang Pilkada DKI salah satunya,” kata Mardani.

Mardani menegaskan, Fahri sudah tak tercatat sebagai anggota partai karena telah dipecat. Namun, dikarenakan proses hukum masih berjalan maka status Fahri sebagai anggota PKS menjadi status quo.

Fahri sebelumnya menilai kepemimpinan Sohibul Iman tidak dewasa dalam berpolitik. “Kader kan banyak sembunyi-sembunyi ketemu saya. Sebab dilarang ketemu saya, coba bayangkan, kok bisa PKS ini pimpinan membuat larangan kader ketemu saya,” kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/6).

Baca Juga  Sat Pol Air Polres Kapuas Hulu Berikan Himbauan Kepada Warga Masyarakat

Dia memprediksi apabila PKS menggunakan cara berpolitik dengan model seperti itu tidak akan mampu menang di kontestasi-kontestasi Pemilu. “Enggak ada partai bisa menang dengan cara begini. Eksklusif, ngambekan, kaku. Bakal innalillahi ini semua,” ujar Fahri.

Oleh karenanya, Fahri mendorong agar Sohibul dan jajaran pimpinan PKS lainnya diganti. PKS dinilainya membutuhkan sosok yang mengerti dinamika politik secara komprehensif dan dekat dengan kader di semua tingkatan.

“Sekarang itu partai membutuhkan orang-orang yang konkret. Yang jaim-jaim repot lah. Orang yang mengakar ke bawah, bisa membawa semangat bagi kader. Kalau yang ini terus terang, lemes orangnya,” tambahnya.

Menurutnya, PKS juga membutuhkan tim yang solid untuk memimpin partai. Tim tersebut harus dibentuk oleh pimpinan yang berintegrasi dan dekat dengan kader. “Harusnya ada tim yang kuat yang memimpin partai ini supaya bisa terbang. Tim itu harus dibangun oleh orang yang punya karisma untuk membangun tim. Kalau nggak ya repot,” pungkasnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

KPK Sita Mobil Mewah Andhi Pramono, Ada Hummer hingga Toyota Roadster

Berita

Sebanyak 46 Orang Siswa-Siswi SMAN 1 Pematangsiantar, Tembus Lulus PTN Lewat Jalur SNMPTN

Berita

Bupati Tapsel Hadiri Penutupan Silaturrahim Ramadhan 1443 H MUI dan Ormas Islam se Tapsel

Berita

Inovasi dan Teknologi Harus Diimbangi Regulasi

Berita

FRAKSI GOLKAR : SAWAH DI KECAMATAN PAKKAT, PARLILITAN, TARABINTANG COCOK SEBAGAI AREAL PRODUKSI PERKEBUNAN DAN TELAH DILAKUKAN PERHATIAN BERUPA PENYULUHAN DAN PEMBERIAN BIBIT.

Berita

Rindu Pengajian Akbar, Bupati Minta Jamaah BKMT Untuk Bersabar

Berita

Ngotot Bawa Pulang Jenazah dari Bali, Satu Keluarga di NTB Kena Corona

Berita

DPP DJM 1 Kali Lagi Lantik DPW Sulawesi Utara