Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV lebih tinggi dari proyeksi yang hanya 4,8 persen. Bank sentral memperkirakan, ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5 persen.
“Lebih baik dari pada perkiraan sebelumnya yang cuma sekitar 4,8 persen. Sekarang kuartal IV, BI memperkirakan sudah bisa dekati 5 persen,” ucap Deputi Senior BI, Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat (16/12).
Menurut Mirza, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5 persen sudah sangat bagus dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. “Thailand di bawah 3 persen, Singapura di bawah 3 persen, di ASEAN ini kita yang paling oke,” jelasnya.
Kemudian dirinya juga mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit kembali mengulang seperti ditahun 2013 yang mencapai 6 persen. Ini sebabkan pertumbuhan ekonomi China yang melambat yang berada di level 6,5 persen.
“2007 saat itu pertumbuhan ekonomi China mencapai 10-12 persen. CHina sekarang di level 6,5 persen. Jadi agak sulit kita keluar dari siklus ekonomi dunia dan bersyukur China tidak drop di bawah 6 persen. Jika tahun depan 6,5-6,7 persen paling tidak kalau kita 5-5,4 persen sudah bagus,” ujarnya (mdk|dwk)




